On Wed, 2 Oct 2002, Indra Kusuma wrote: > Saya ngga memaksa winbi memakasi GPL, silakan lho winbi bikin lisensi > "public" sendiri, itu kebebasan winbi, tetapi please definisikan sendiri > dengan jalas lisensi winbi itu seperti apa, tanpa membawa nama GPL.
Ralat... WINBI bukan membawa-bawa nama GPL. Lisensi Winbi sendiri berusaha mendudukkan Public License lainnya (tidak hanya GPL). Apa anda sudah baca lisensi Winbi ?? (pertanyaan saya ulangi ???). Bila belum saran saya harap anda baca, dan lisensi itu cover apa saja jadi ketahuan. > http://antareja.rvs.uni-bielefeld.de/WinBi/extract/COPYING > > GNU GENERAL PUBLIC LICENSE > Version 2, June 1991 > > kenapa malah COPYING nya itu mencatut GPL ? kok ngga lisensi winbi yang > di cantumkan di situ ? > please please stick to the rule. Karena kita memakai banyak paket GPL, sehingga Lisensi GPL disertakan pada distribusi itu. Sedangkan lisensi Winbi, adalah lisensi paket lengkap (buku, software, dll) sehingga disertakan pada paket tersebut bukan pada per komponen). Dengan mendonlot per"komponen" berarti sudah terbebas dari lisensi WINBI, dan terikat pada lisensi per komponen. > kenapa kok directory tree nya masih memakai trustix ? > http://antareja.rvs.uni-bielefeld.de/WinBi/extract/Trustix/ Karena memang sebagian besar diturunkan dari Trustix Merdeka, (mudah khan, toh TM juga free), tapi ada beberapa file yg tidak sama. Saya sendiri tidak begitu setuju dg proyek yg harus "Memulai apa-apanya dari nol hanya karena bukan kita yg melakukan": Tetapi lebih suka dg apa yg bisa dikontribusikan utama dari suatu pekerjaan, dan belum dikerjakan oleh orang lain. Idea utama dari Winbi adalah meletakkan platform sehingga kita punya "set terjemahan user interface" utk TITIK AWAL pekerjaan selanjutnya (BUKAN titik akhir). Bukan membuat distro dari scratch. Titik awal ini termasuk memahami permasalahannya, daftar kata, daftar frase, dlsb (kalau anda parsing, berkas "po", dan "docbook" anda bisa paham apa yg dihasilkan utama dari Winbi ini 8-) (silahkan baca paper saya di seminar Perpustakaan Indonesia hehehe) > apa nama winbi itu hanya agar mudah memasyakarat ?, winbi = Window > Berbahasa Indonesia, padahal winbi itu bukan hanya aplikasi window > tetapi winbi itu adalah suatu distribusi, atau mungkin agar mirip > Windows ? :P Nama WINBI dipilih bukan oleh saya tetapi oleh orang "umum" 8-) sehingga berdasarkan pengamatan bagi masyarakat umum, istilah "GUI" atau OS" di msayarakat umum lebih dipahami sebagai "Window" (bukan Windows lho). (sama dg Pasta gigi lebih dikenal dg nama "odol", padahal di Jerman "Odol itu" merk) Jadi kalau kita bilang ke orang umum "Window" maka bayangan yg ada di benak umum adalah suatu "sistem dekstop yg sudah dilengkapi dg GUI". Apakah itu GNU/Linux, atau MS Windows itu nggak penting. Nama dipilih berdasarkan pemahaman orang awam yg nggak tahu apa itu "distro, GUI, sistem operasi, desktop". Yang mereka tahu.. "oooh ada windownya" IMW -- Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable. Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!
