On Tue, 1 Oct 2002, Indra Kusuma wrote:
> # Kalau memang anda ingin mendorong GPL menjadi satu-satunya Public License
> # ya monggo koq 8-), saya sendiri lebih suka berpihak kepada "banyak Public
> # License".
>
> nah kalo saya pengennya winbi itu GPL, makanya saya nanyain kenapa winbi
> ngga GPL :)
karena tidak semua komponen Winbi adalah GPL, kalau WINBI menjadi GPL
berarti melanggar lisensi komponen tersebut.
> ok, jadi kalo saya bisa bilang, winbi pake Winbi Public License, mirip
> dengan GPL, BSD, Java, atau PINE license, yaitu membuka sourcenya,
> tetapi winbi tidak GPL.
Winbi as distro memang tidak GPL; tetapi komponen WINBI yg distro dan GPL
tetap GPL
> btw, kenapa di websitenya winbi mencantumkan buku "Public License
> di Indonesia" ?
Ini adalah penjelasan Public License di dalam kerangka hukum Indonesia.
Jangan kaget, masih banyak orang hukum masih awam soal ini, bahkan
menganggap melanggar hukum (HAKI)
> ------------------
> Buku ini menerangkan Gnu Public License (GPL) dalam
> kerangka UU HAKI yang berlaku di Indonesia. Penjelasan ini bermanfaat
> bagi pengembang atau kalangan luas untuk memahami sistem lisensi yang
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> digunakan pada sistem WinBi. Disediakan dalam berbagai format :
+++++++++++++++++++++++
> ------------------
>
> winbi bukan GPL khan pak :P, seakan akan winbi memakai GPL. Tolong
> jangan di catut GPL pak.
Sebagian besar komponen WINBI adalah GPL, jadi wajar saja buku Public
License itu menerangkan hal GPL terlebih dahulu (ini bukan soal catut
mencatut). Pengennya sih semua License public dibahas, tetapi
keterbatasan tenaga, halaman dll. Di samping itu GPL sangat mewarnai
lisensi publik lainnya. (dalam teks di atas disebut memahami sistem
lisensi yang digunakan pada sistem WinBI).
Please jangan mencap yang macam-macam 8-) konfirmasi lebih dulu ada
baiknya.
> # Kalau gitu Apache gimana ??? Apache bukan GPL apa diubah dulu jadi GPL,
> # Mozilla gimana ? Python gimana (in
>
> lho kalo saya sih mengharapkan semua software itu pure GPL :)
Sah-sah saja anda berharap begitu, tinggal nunggu hasil kerja anda aja
khan 8-) kalau misalnya anda tidak suka Winbi yg non GPL, buat aja distro
yang GPL "pure" (termasuk komponen lainnya tidak ada yg non GPL).
> # adanya usaha yg membuat landasan awal (bibit). Paling sulit itu adalah
> # "persistensi" orang yg terlibat (misal dokumentasi, terjemahan dll).
> # Biasanya semangat hanya di awal-awal saja (6 bulan pertama) setelah itu
> # melempem, dan jadi "terlantar".
>
> mudah2x ini ngga di alami winbi yang mengklaim sebagai "Software Republik
> Indonesia", suatu paket distribusi linux yang berbahasa Indonesia.
Bisa dikatakan untuk tingkat saat ini lumayan lah hasilnya (1 paket
terjemahan, 10 buku, dll).. Untuk persistensi kerja ya masih waktu yg
menentukan 8-)
> # Tapi ya seperti pengalaman saya (sejak 1998-an) biasanya sedikit sekali
> # yang tertarik.
>
> mungkin belum banyak yg tertarik sebagai translator.
Hehehe makanya nggak mudah khan kalau tanpa "tendangan" hehe Terus
terangan saat ini saya baru berharap, ada persh/institusi mendanai
proyeknya dan melepas hasilnya ke publik, belum sampai pada tahapan,
publik "langsung mengembangkan" karean memang langkah itu masih jauh.
Beda dg situasi di LN dimana Uni/institusi tidak "serakah" menguasai hasil
kerjanya 8-)
> # Menurut pengamatan saya masih sulit.... dibuka ke public.. masih sedikit
> # yg mau membantu, paling banyak biasanya "download, pake, protest", tanpa
> # kontribusi balik.
>
> lah itu winbi bisa jadi distro pak, khan juga orang2x indonesia.
Hukum 4L berlaku 8-).
IMW
--
Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable.
Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!