On Fri, 20 Jun 2003 18:21:24 +0700 adi (A) wrote:

> > > tapi terus terang saya heran. di perusahaan IT ada orang yang
> > > email saja gak ngerti. 
> > 
> > Wong kerja sbg supir, buat apa harus ngerti e-mail ?
> > Dia dinilai perusahaan bukan dari pengetahuannya soal email.
> 
> weleh kok jadi gitu argumentasinya? :-) ya kalau memang tidak
> perlu email ya ndak usah dikasih akses email.

Itu contoh extrem memang, tp intinya adalah kasih dia pengetahuan sesuai
dg porsinya, yg berkorelasi postif dg pekerjaannya. Kalau pekerjaannya
cukup dg bisa read/reply ya nggak perlu dipaksain hrs expert soal email
atau menangani virus segala.
 
> > Makai email satu hal, tp kalau harus expert di email itu soal lain
> > (krn blm tentu perlu, dan butuh waktu ngajarinnya), lihat-2x
> > prioritasnyalah.
> 
> ke kantor untuk kerja. kalau untuk kerja harus ngerti email,
> dia harus expert soal email! (tidak harus expert soal MTA,
> kalau boleh menegaskan). dan nggak susah (gampang sekali!)
> membuat orang jadi expert soal email. yang susah kan mencegah
> orang yang dengan sengaja memelihara kebodohan orang lain.
> dan susah sekali menasehati orang bahwa dia tidak mungkin
> dengan IQ-nya yang super jenius bisa menjamin bahwa tak
> satu pun virus bisa lolos.

Pakai anti virus itu kayak asuransi kendaraan, kalau nggak pernah kena
insiden ya nggak perlu asuransi. Tp kita sdh hati-2x, orang lain tdk
berhati-hati shg terkena juga insiden diserempet shg jatuh dari motor
:-(
Begitu pula dg virus, kita sih hati-2x, nggak membuka attachment
sembarangan, eh ada orang lain yg iseng pakai komputer kita shg
terkenalah virus.
 
> kalau saya kerja di satu rumah sakit jantung ternama dengan
> alat-alat mutakhir. saya HARUS bisa jadi expert dengan alat-alat
> tsb. kalau tidak nyawa taruhannya. dan itu prioritas, karena
> itu bagian dari pekerjaan saya.

Dokter itu profesi, mirip dg akuntan, pengacara dll.
Kalau dia Dokter hewan ngapain belajar alat peralatan bedah jantung
manusia, yg dia perlu tentu saja pengetahuan mendalam soal hewan dan
alat-2x yg berhubungan dg profesinya.

Virus komputer tidak berkaitan dg nyawa. Tidak bisa baca email header,
tidak berarti dia harus masuk rumah sakit :-)
Dia sudah bisa dan mau pakai email secara benar sdh bagus, nggak perlu
harus expert, cukup menggeluti email/IT saja yg expert. Dia perlu expert
untuk bidangnya, kalau dia di bagian akunting, ya expertlah dibagian
akunting (kalau berkaitan dg komputer, ya belajar spreadsheet lbh
mendalam bukan email yg nggak bisa dipakai utk mengkonsolidasi general
ledgernya anak-2x perusahaan). 
-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah<syafril-at-dutaint.co.id>

.


--
Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable.
Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!

Kirim email ke