On Sat, Jun 21, 2003 at 10:34:44AM +0700, Beast wrote: > maksudnya 'ngerti' itu gimana? apa sekedar bisa 'mengoperasikannya'? > apakah bisa mengoperasikanya tanpa terkena virus ?
menurut sampeyan, kenapa kira-kira worm bisa menyebar ke mana- mana dilihat dari perilaku end-user? tidak usah jauh-jauh lah mikirnya, masih tetap kiss kok seperti biasanya :-) orang yang mikirnya njlimet biasanya orangnya yang nggak begitu ngerti atau ada maunya he..he.. > virus itu dibikin oleh org 'pinter'. dalam arti dibikin sebisa > mungkin untuk mengelabuhi si user. oh iya. jelas. apa saya menganjurkan end-user mengerti soal virus? kalau mau jujur sih, di negara kita ini, di dunia mungkin, tidak banyak kok orang IT yang ngerti soal virus. yang ada kan cuman orang-orang yang minjam isi dari website vendor antivirus :-) semua masih soal email. bagaimana virus/worm bisa menyebar? tugas ADMIN-lah yang menjelaskan itu semua, kalau user benar-benar tidak terdidik. atau perusahaan dengan sengaja melatihkan pegawai ke pihak ketiga. atau menetapkan ini sebagai prasyarat masuk. oh iya, saya lupa menegaskan, ini masalah preventif, bukan curatif. perasaan dulu di satunet.com ndak banyak tuh tenaga IT yang benar-benar mengkhususkan diri untuk mengerti soal email. pada pakai produk MS dan belum ada satu pun yang kena virus/worm. jadi masalah setelah ada jurnalis, penterjemah yang nggak gableg soal email. mestinya perusahaan online kan menetapkan prasyarat kemampuan ber-online bagi pegawainya. dari pada memaksa admin pasang drweb versi gratisan ;-) apakah alternatifnya cuma itu saja? ya jelas tidak. sudah tahu kan? ganti OS. note: ini sebagai alternatif, bukan anjuran satu-satunya. kemudian silakan dihitung untung-ruginya benar-benar. mana yang lebih mahal. tolong bisnis maling (pakai program bajakan jangan dimasukkan hitungan). kenapa antivirus tidak cocok ditempatkan di MTA? ndak usah lihat jauh-jauh lah, contoh amplifikasi serangan worm ini adalah akibat antivirus yang diletakkan di MTA! coba deh dipelajari baik-baik soal MTA, nanti akan ngerti sendiri kenapa antivirus tidak cocok diletakkan di situ. pernah lihat MTA tolol dengan admin yang tolol, mungkin perusahaannya juga tolol, yang kirim notifikasi email bervirus ke account postmaster anda? pernah dengar soal faker? faker ini lebih cocok dan lebih robust kalau dikendalikan di luar MTA. suatu saat virus maker akan menjadi ahli tentang MTA dan akan mengeksploitasi semua kelemahan MTA. workaround untuk itu akan menjadi sangat mahal sekali. he..he.. kenapa saya berfokus ke pengembangan SDM. ok ngaku deh... karena: - kalau SDM-nya pinter maka tidak akan ngomel lagi kalau sistem harus diganti total. - brain-dead vendor tidak bisa lagi menjejalkan marketing FUD-nya saya sih setuju saja kalau ada fully automatic system yang bisa menghandle ini semua. tapi kenyataannya yang ada sekarang kan sekedar workaround. hanya saja marketing FUD mampu mengubahnya menjadi 'solusi cerdas'. contohnya, ada vendor mail yang menjual mailserver yang mampu men-zip+meng-encode attachment on the fly. pelanggan seneng. ok. tapi terus terang saya bertanya-tanya, apa iya semua kemungkinan akibat yang ditimbulkan oleh perbedaan interpretasi struktur MIME oleh implentor sudah diperhitungkan? kalau ini ditanyakan, pasti jawabannya sekitar: so far so good, nggak masyalah kok, it's ok kok dst :-) ho'oh .. it's ok .. duit mengalir terus, keep your customer simple stupid ;p > males ah ngomonginnya, jd nggak kiss lagi. bagi yg punya modal, > kasih aja bapak ini modal dan suruh ngelola perusahaan, setelah > setahun cek lagi apa omongannya masih sama ndak hehe.. no offence > loh pak... oh tidak :-) santai saja. saya pikir tidak akan ada pemodal yang kasih saya modal buat dagang gara-gara ngerti sedikit soal email he..he.. pernyataan di atas tidak memenuhi syarat kiss karena walaupun kalimatnya sederhana, tapi latar belakang pemikirannya yang terperosok ke mana-mana sehingga tidak lagi kiss :-)) Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable. Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!
