On Sun, 22 Jun 2003, adi wrote: > Bahkan IT yang katanya 'solusi' pun tak bisa dilepaskan dari > fungsinys sebagai media pengadalan. Setelah mimpi sebagai perokok > tidak bisa dijejalkan, vendor rokok hijrah ke asia/afrika. Setelah > berbagai negosiasi mentok di eropa/amrik, sekarang lah saatnya kita > hijrah ke asia (katanya) :-)
Kalau di Jerman IT di dunia kesehatan berkaitan dg "penghematan" (tenaga orang lebih mahal dari tenaga komputer). Sebagai contoh - Di tempat praktek dokter kandungan yg biasa saya kunjungi, di front office hanya ada 1 orang (dia merangkap, mengambil darah, memeriksa berat badan, membersihkan ruangan, buang sampa dsb) Jelas dia diberikan komputer utk mencatat, data pasien, resep (oh ya resep dokter di JErman diprint pakai komputer), dsb..dsb Model ruang dokter juga beda, jadi dokter punya 3 ruang pemeriksaan (dg alat yg berbeda) dan 1 ruang konsultasi, jadi dia biasanya bisa sekalibus membiarkan 3 pasien di ruang pemeriksaan (dg alatnya) dan konsultasi dg 1 pasien. Di tiap ruangan dilengkapi komputer, utk mencatat data pasien, kontak dg peralatan dsb. Waktu istri melahirkan juga cuma ditungguin 1 bidan yg mondar-mandir (soalnya malam hari) - Waktu si kecil operasi Hernia, di RS pas malah hari hanya ada 2 perawat jaga (soalnya tenaga perawat khan mahal) sehingga tuh alat semuanya pakai controller (tiap bayi dipasangin, respiration monitor, yg akan cuit-cuit kalau bayi tak bernafas sekian detik, terus ada infus controller dsb. Tujuannya biar si perawat bisa mondar-mandir tanpa harus ngecheck satu-satu Tentu saja pendekatan pemakaian alat TI di Jerman tidak akan sama dg di Asia (lha tenaga orang lebih murah..he.he.e). Tapi bagi vendor yg penting khan bisa jual barang hehehe, mau cocok atau tidak itu urusan belakang. Mau sesuai kebutuhan lokal atai tidak itu urusan ntar. IMW -- Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable. Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!
