Saleresna mah teu kedah janten pagaliwota antawis Mandala, Kabuyutan oge 
Binayapanti, Kang Oman anu bageur ! 

Mandala > pengaruh tina Sanskerta diadaptasi ku urang, jejeg , teges, pasti 
hartosna Kosmis  (besar kek, kecil kek)  sebenarnya tidak se-simple ini tapi  
diterangkan filosofisna  (ti infinitif dugi ka definitif) terlampau 
puaaaaaannjang!

Binayapanti > ku jaman ayeuna mah ringkesna pusat (lembaga) pendidikan 
(ke-agama-an)

Tah, kabuyutan mah > istilah universal yang kemudian menjadi lebih lekat dan 
established di Sunda dikembalikan kepada kata dasarnya buyut > (p/b) puyut 
artinya pancakaki  yang setingkat (setara) dengan pupunden  = sesuatu yang 
paling dihormati (manusia, tempat, senjata,  senjata, pohon tua, maupun 
benda-benda peninggalan masa lampau khususnya pula bangunan suci). Diperas 
menjadi "yut" dari akar kata "ut" kerap diberi partikel penghormatan  
(honorefix prefix) "ra" > rabut > rabut carat, rabut macan petak (menamakan 
padepokan atau tempat2  suci di Jawa Timur); di Bali juga demikian tetapi 
diberi sengau "m" menjadi rambut..Rambut Sedhana..dll.

Padanan kata kabuyutan di Jawa Tengah dkenal sebagai "ka-mula-an" yang mula2, 
awit-wiwitan, seperti disebutkan  untuk candi Brobudur (Prasasti Karang 
Tengah/Kayumwungan 842 Saka = 920 Masehi) 

Istilah Kabuyutan adalah "bangunan suci" khusus Urang Sunda, mengapa demikian? 
buyut adalah juga padanan kata hiyang, leluhur, yang dihormati dan paling 
terhormat. Karena itu tidak disebut Candi karena memang buka bangunan Hindu 
atau Budha, tetapi dimakudkan untuk leluhur, karuhun na sorangan nu ngajadikeun 
 nu ngalantarankeun maranehna aya di dunya

Disampaikan Saleh Danasasmita (l975:37) kekunaan atau sejarah hampir selalu 
diukur dengan permulaan adanya berita tertulis dan berita tertulis [tertua] dan 
bercorak Hindu-Budha maka pembicaraan sejarah kuna Indonesia dimulai dengan 
penetrasi kebudayaan dengan istilah Jaman Hindu-Budha. Istilah itu menimbulkan 
kesan bahwa dikala itu seluruh masyarakat Nusantara bagian barat termasuk juga 
tanah Pasunadan seakan-akan sepenuhnya memeluk Hinduisme atau Buddhisme. Betapa 
tidak, pendapat yang menyatakan bahwa masyarakat Kanekes adalah pemeluk Hindu 
Budha telah mengalami degradasi terlalu jauh itu dari agama asalnya mereka 
sangat asing dengan sebutan itu. Masyarakat Sunda dengan latar budaya berladang 
tidak akan memberi peluang subur bagi pertumbuhan kultur Hindu namun sebaliknya 
tradisi megalitiklah yang tetap bertahan sebagai esensi kehidupan spiritual 
bagi masyarakat bercocoktanam (peladang). Sejumlah besar kepurbakalaan di Jawa 
Barat sebagian besar menunjukkan ciri kuat unsur
 tradisi megalitik yang hakekatnya mencerminkan adanya kesinambungan diri 
dengan pendahulu, mengakui peran leluhur atas keberlangsungan budaya  Leluhur 
(hiyang) merupakan unsur tertinggi yang mewarnai kabuyutan-kabuyutan di tatar 
Sunda (Jawa Barat). Senarai pernyataan C.M. Pleyte (l909:135):“Hinduisme  i.e. 
Sivaism made its entry into the Pasundan but wether  it  ever became  popular 
is rather doubtful, as not more about half a score of images belonging to the 
Sivaitic pantheon have been discovered, whilst such temples and monasteries as 
abound in Middle and Eastern Java sought for in vain. It is fair to conclude 
therefore, that while a few of the native princes did perhaps adopt the foreign 
religion, the bulk of the population  remained true  to their original creed  
founded on animism  and ancestor worship”.  

Nyanggakeun 
AMBU



 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke