Hehehe, nu matak ceuk Kang Jalak tea mah, "pembonsayan" cenah Ambu.
2010/7/23 richadiana kartakusuma <[email protected]> > > > Galuh teh ti kawit Ciamis dugi ka ujung Galuh di Surabaya .... na kumaha > upami janten KABUPATEN.... moak paciweuh ku jaman kiwari,... ???? > > ------------------------------ > *From:* Alip Yog Kunandar <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Fri, July 23, 2010 10:34:42 AM > > *Subject:* Re: [kisunda] Re: Milih CIAMIS atawa GALUH? > > > > Sok lah, sim kuring ngadukung pisan, Kabupaten GALUH beribukota di CIAMIS > > --Kang Alip > > > > --- On *Thu, 7/22/10, richadiana kartakusuma <richadianakartakusu > m...@yahoo. com>* wrote: > > > From: richadiana kartakusuma <richadianakartakusu m...@yahoo. com> > > Subject: Re: [kisunda] Re: Milih CIAMIS atawa GALUH? > To: kisu...@yahoogroups .com > Date: Thursday, July 22, 2010, 7:18 PM > > > > atuda ti dituna keneh ge GALUH ciamis teh.... > > > > ------------------------------ > *From:* mh <khs...@gmail. com> > *To:* Ki Sunda <kisu...@yahoogroups .com> > *Sent:* Thu, July 22, 2010 5:33:50 AM > *Subject:* [kisunda] Re: Milih CIAMIS atawa GALUH? > > > > Merawat Situs yang Tersebar > > Sejumlah kompleks pemakaman raja dan bupati tersebar di Kabupaten Ciamis. > Dua pemakaman terkenal adalah Kompleks Jambansari yang berlokasi di Gunung > Sirnayasa dan Kompleks Gunung Asih Sukasirna. Di Jambansari terdapat makam > Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat, Bupati Galuh Ke-16, sedangkan di > Gunung Asih Sukasirna terdapat makam R.A.A. Koesoema Soebrata, Bupati Galuh > Ke-17. Menurut R.A. Tati Nirwati K.S., cucu R.A.A. Koesoema Soebrata, dua > tempat itu sering diziarahi masyarakat, dari dalam dan luar Ciamis, untuk > ngalap berkah atau mendoakan kedua tokoh agar mendapat tempat yang layak di > sisi Allah. > > Di lokasi Pemakaman Gunung Asih Sukasirna, selain ada makam bupati Galuh > terakhir, juga ada makam Eyang Kartadiredja, orang sakti, yang disebut-sebut > sebagai guru spiritual R.A.A. Koesoema Soebrata. Selain itu, ada juga bekas > Pesanggrahan R.A.A. Koesoema Soebrata yang tinggal rangkai dan bekas-bekas > batu-bata yang menggambarkan ruang-ruang tertentu dalam bangunan tersebut. > Sebagian dari bekas pesanggrahan itu sudah berupa kebun yang ditanami pohon > pisang, pohon jambu, dan sejumlah pohon lain yang tumbuh dengan sendirinya. > Di tempat tersebut, berdasarkan rencana akan dibangun kembali Pesanggarahan > R.A.A Koesoema Soebrata yang akan digunakan sebagai tempat menyimpan > barang-barang peninggalan sejarah. Pemakaman Gunung Asih dan bekas > pasanggrahan itu berlokasi di Lembur Balong. Rumah Tati pun ada di situ. > > Adapun para leluhur kedua bupati tersebut, selain ada yang dikuburkan di > Imbanagara, juga di Kawali. Di Kawali, sebagaimana diketahui, terdapat > sejumlah situs yang memiliki nilai sejarah tak terhingga. Situs berupa > kuburan kuno dan lempengan batu bertulis yang ditemukan para arkeolog, untuk > sementara, disimpan di Astana Gede Kawali. Hingga kini, informasi mengenai > "jati diri" hasil temuan itu masih misteri. Para arkeolog meyakini, di bawah > hamparan tanah tersebut masih tersimpan sejumlah benda tinggalan budaya > lainnya yang diproduksi pada masa-masa awal Kerajaan Galuh di Kawali. > > ** > > Pada zamannya, Astana Gede Kawali dipercaya sebagai tempat suci bagi > raja-raja Sunda di Kawali dalam menyucikan diri. Di tempat ini, selain ada > makam Pangeran Usman (penyebar agama Islam di Kawali yang datang dari > Cirebon), juga ada kuburan Adipati Singacala. Selain itu, tentu saja ada > beberapa situs peninggalan raja-raja Sunda, seperti Situs Cikawali, Situs > Sang Hiyang Maya Datar, Situs Penobatan Raja-Raja Sunda, dan enam buah > prasasti. Situs Sang Hyang Maya Datar adalah tempat raja-raja Sunda > memberikan petuah kepada rakyatnya. Adapun sejumlah raja yang pernah > berkuasa di Kawali adalah Raja Ajiguna Linggawisesa, Prabu Ragamulya, Prabu > Linggabuana (Sri Baduga), Adipati Bunisora Suradipati, Prabu Niskala Wastu > Kancana, Prabu Dewaniskala, dan Prabu Jaya Dewata yang dikenal dengan > sebutan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi atau Pamanah Rasa. > > Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat, Bupati Galuh ke-16, sebagaimana > dikatakan Nina Herlina Lubis, merupakan keturunan Prabu Haur Kuning, penerus > raja-raja Galuh sebelumnya. "Berkait dengan itu, sejarah Galuh harus ditulis > ulang dengan kajian yang mendalam dan dapat dipertanggungjawabk an secara > akademis. Paguyuban Rundayan Prabu Galuh Pakuan telah berencana menulis buku > tersebut dengan membentuk tim," ujar Nina. > > Tempat bersejarah di Ciamis, selain terdapat di Panjalu dan Gunung Cupu, > juga terdapat di Kawali, Karang Kamulyan, Gunung Padang, Gunung Panaekan, > Rawa Onom, dan Bukit Susuru. Di bukit ini terdapat situs arkeologi dalam > bentuk dolmen, menhir, dan punden berundak. Peninggalan budaya dari masa > prasejarah itu dimanfaatkan oleh masyarakat berkebudayaan Hindu, juga Islam. > "Di sana ada dolmen yang kemudian dijadikan batu pangcalikan (tempat duduk > bertapa) pada masa Hindu. Setelah Islam masuk, dipercaya oleh masyarakat > sebagai tempat salat Prabu Dimuntur. Prabu Dimuntur atau Rangga Permana > adalah keturunan Prabu Geusan Ulun, penguasa Sumedang yang menikahi Tanduran > Gagang, Puteri Maharaja Kawali dan diberi kedudukan sebagai Raja Galuh > Kertabumi," ungkap Nina. > > Hendra S. Marcusi, Ketua Komisi IV DPRD Ciamis mengatakan, langkah awal > yang dilakukan PRPGP ini patut didukung untuk mewujudkan museum yang > representatif di Jawa Barat. "Kepentingannya bukan hanya untuk sejarah, > melainkan juga untuk pariwisata," katanya. (Soni Farid Maulana/"PR" )*** > > web: http://newspaper. pikiran-rakyat. com/prprint. php?mib=beritade > tail&id=149530<http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=149530> > > > 2010/7/18 mh <khs...@gmail. com> > >> Keur usum garanti ngaran, baralik deui ka ngaran jaman bulukan, Ujung >> Pandang jadi Makasar, >> Irian jadi Papua, ayeuna Ciamis cenah rek balik deui ka Galuh. >> ============ >> Wacana Kabupaten Galuh Kembali Bergulir >> Minggu, 18/07/2010 - 21:46 >> >> NURHANDOKO/" PRLM" >> Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menerima penjelasan koleksi benda >> pusaka sejarah Galuh yang disimpan di Museum Galuh Pakuan. Museum yang baru >> diresmikan Minggu (18/7)di Jl KH A Dahlan No 40 Ciamis seberang Komplek >> Makam Jambansari.* >> >> > > > > >
