Jadi kuningan tasik teu direken?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: mh <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 21 Jul 2010 08:45:31 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kisunda] Re: Milih CIAMIS atawa GALUH?

Nina Herlina Lubis:
Rabu, 21/07/2010 - 05:00

CIAMIS, (PRLM).- Pengembalian nama Kabupaten Ciamis menjadi Kabupaten Galuh
memiliki nilai yang strategis dalam upaya kembali membangkitkan semangat
kegaluhan. Hal tersebut juga dapat memberikan motivasi lebih kepada
pemerintah maupun masyarakat tatar Galuh.

"Saya sangat setuju dengan mengembalikan lagi nama Kabupaten Ciamis menjadi
Kabupaten Galuh. Dalam hal ini ada nilai kegaluhan yang harus segera kembali
dibangkitan. Apabila menjadi Kabupaten Galuh, maka identitas Galuh akan
kembali terangkat," tutur sejarawan Universitas Padjajaran Prof. Dr. Nina
Herlina Lubis.

Dia mengatakan itu usai menjadi pembicara pada Saba Sastra di Gedung Puspita
Ciamis, Selasa (20/7). Disebutkan nama Galuh diharapkan mampu
menumbuhkembangkan solidaritas sesama warga Galuh. Perubahan nama Kabupaten
Galuh menjadi Kabupaten Camis pada masa Raden Tumenggung Sastrawiata (Bupati
ke 18), lanjutnya, belum terungkap alasannya.

"Hanya saja berdasarkan penelusuran, kemungkinan karena waktu itu bupatinya
bukan keturunan Galuh, berasal dari Purwakarta. Mungkin karena kecewa dan
selalu dimusuhi, kemudian mengubah nama Galuh menjadi Ciamis," ujarnya.

Akibat tidak adanya penjelasan lengkap mengenai perubahan nama tersebut,
memunculkan penafsiran mengenai Ciamis. Misalnya Ciamis berasal dari kata ci
(air) dan amis. Amis yang dimaksud bukan berarti manis (sunda), tetapi amis
dalam pengertian hanyir atau amis (jawa).

"Buntut dari perubahan tersebut, menjadikan keturunan raja Galuh atau para
menak Galuh banyak yang kemudian memberikan nama anaknya dengan awalan huruf
G. Misalnya Ginandjar, Gandjar, Godi dan lainnya. Pengunaan huruf G, untuk
mengingatkan pada nama Galuh," tutur Nina.
.
Pada saat tampil sebagai pembicara Nina Lubis juga sempat menyatakan
dukungan dilakukannya perubahan nama Ciamis menjadi Galuh.Untuk perubahan
tersebut, harus melalui berbagai tahapan. Mulai dari proses persiapan,
selanjutnya dilakukan deklarasi. Dari deklarasi, kemudian yang ambil bagian
adalah wakil rakyat di DPRD Ciamis. Tahapan berikutnya adalah ditetapkan
dalam peraturan daerah (Perda) yang kemudian dimasukkan dalam lembaran
negara (LN).

"Apabila semua mendukung, proses tersebut mungkin tidak berlangsung lama.
Yang penting ada keinginan kuat dari seluruh elemen masyarakat, baik
pemerintah, wakil rakyat maupun bersama seluruh elemen warga. Saya kira
semua masyarakat juga mendukung adanya perubahan nama Ciamis menjadi Galuh,"
tuturnya. (A-101/das)***

web: http://www.pikiran-rakyat.com/node/118201


2010/7/19 mh <[email protected]>

> Keur usum garanti ngaran, baralik deui ka ngaran jaman bulukan, Ujung
> Pandang jadi Makasar,
> Irian jadi Papua, ayeuna Ciamis cenah rek balik deui ka Galuh.
> ============
> Wacana Kabupaten Galuh Kembali Bergulir
> Minggu, 18/07/2010 - 21:46
>
> NURHANDOKO/"PRLM"
> Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menerima penjelasan koleksi benda
> pusaka sejarah Galuh yang disimpan di Museum Galuh Pakuan. Museum yang baru
> diresmikan Minggu (18/7)di Jl KH A Dahlan No 40 Ciamis seberang Komplek
> Makam Jambansari.*
>
>

Kirim email ke