9 Penjelasan Tifatul Soal BlackBerry

Selasa, 11 Januari 2011 | 13:51 WIB

*TEMPO Interaktif*, *Jakarta* - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul
Sembiring kembali angkat bicara soal kontroversi pemblokiran layanan
internet BlakcBerry. Dalam akun Twitter-nya, @tifsembiring, Tifatul
menjelaskan sembilan hal terkait polemik tersebut.

Di antara sepuluh tersebut, Tifatul menyebut ada sekitar 3 juta pelanggan
Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry, di Indonesia. Dari jumlah
tersebut, RIM menangguk untuk pemasukan bersih Rp 2,268 triliun per bulan.

"Salahkah kita meminta "JATAH" buat NKRI seperti tenaga kerja, konten lokal,
hormati dan patuhi ketentuan Hukum dan UU di RI yg berdaulat ini," kata
Tifatul lewat akun Twitter-nya, Selasa (11/1).

Berikut sembilan penjelasan Tifatul yang terbaru di akun Twitter-nya.

*1. Tweeps yg budiman, berikut saya akan jelaskan beberapa hal terkait
kontroversi peringatan kpd RIM yg mengoperasikan BlackBerry di INA*
*
*
*2. Data Pakar IT: ada 3 juta pelanggan RIM/BB di Indonesia. 2 jt resmi dan
1 jt black market.*
*
*
*3. Dg rata2 menagih $ 7 USD/org/bulan. RIM menangguk pemasukan bersih Rp
189 Milyar/bln atau RP 2,268 Trilyun/thn. Uang rakyat INA utk RIM*
*
*
*4. CATAT : RIM Tanpa bayar pajak sepeserpun kepada RI, tanpa bangun
infrastruktur jaringan apapun di RI. Seluruh jaringan adalah milik 6
operator di INA.*
*
*
*5. Salahkah kita meminta "JATAH" buat NKRI spt. Tenaga Kerja, konten lokal,
hormati dan patuhi ketentuan Hukum dan UU di RI yg berdaulat ini*
*
*
*6. Semua operator yg lain sudah menjalankan dan mematuhi UU dan peraturan
RI, spt: bayar BHP frekw, pajak, rekrut naker, CSR, bantu korban2*
*
*
*7... Merapi, korban Mentawai, korban Wasior, bencana2 lainnya dan blokir
pornografi. *
*
*
*8. Kelirukah kita jika minta RIM menjalankan UU dan aturan yg sama? Apakah
RIM perlu diberi keistimewaan dan perkecualian?*
*
*
*9. Saya sdh baca komentar2, haruskah kita selalu me-runduk2 kpd asing?
Arogankah kalau mengingatkan asing agr hormati hukum dan UU di INA.*
*
*
*10. Ini u/kepentingan yg lebih luas. Diberi sepotong "kue kecil" lantas
mati2an bela asing. Minta hak yg besar u/ bangsa yg terhormat ini.*
*
*
*11. Mudah2an tweeps budiman maklum adanya.*


Sebelumnya, Tifatul mengultimatum RIM untuk mematuhi ketentuan menutup
saluran pornografi. Jika dalam dua minggu tak dipenuhi, pemerintah akan
menutup saluran jaringan RIM. "Tak ada jalan lain, pokoknya siapa saja yang
melanggar, ya, harus diberi sanksi," ujarnya akhir pekan lalu.

Setelah mendapat ancaman pemblokiran, RIM, perusahaan Kanada yang
mengeluarkan layanan Blackberry, menegaskan mematuhi keinginan pemerintah
untuk melakukan penyaringan konten pornografi di servernya.

Dalam keterangan resminya RIM mengatakan akan tunduk terhadap aturan
pemerintah. RIM menegaskan akan bekerja sama dengan para operator di
Indonesia untuk menempatkan prom, penyaring solusi yang sesuai untuk para
pelanggan Blackberry di Indonesia. "Sesegera mungkin," demikian tulis RIM
dalam pernyataannya yang diterima Tempo, Senin (10/1).

*PGR
http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2011/01/11/brk,20110111-305348,id.html
*

Kirim email ke