Selasa, 05 Juli 2011
 Herdiwan,” Akan Dibahas di Kongres Bahasa Sunda”  *Kujang Belum Jadi Ikon
Jabar*
  MARTADINATA,(GM)-
Hingga kini, ikon Jawa Barat belum juga ditentukan. Padahal, dari beberapa
kali pembahasan para tokoh Jawa Barat, ikon Jabar mengerucut ke senjata
kujang dari sekitar 150 yang diajukan.

"Memang hingga kini ikon Jabar belum ditentukan, saya juga tidak tahu
kenapa," ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Herdiwan yang
ditemui di kantornya, Senin (4/7).

Karena itu, Herdiwan menegaskan, akan mengusulkan ikon Jabar berupa senjata
kujang ini ke Kongres Bahasa Sunda di Kota Bogor, 11-13 Juli mendatang.
Menurut Herdiwan, diajukannya ikon tersebut semata-mata untuk mendapat
masukan maupun apresiasi dari para tokoh Jabar yang hadir dalam kongres
tersebut.

"Saya akan mencoba agar ikon Jabar ini bisa dibahas juga di Kongres Bahasa
Sunda. Apakah akan diterima atau tidak, tergantung para tokoh yang hadir,"
tambahnya.

Disebutkan Herdiwan, dari para tokoh yang sebelumnya membahas ikon Jabar,
salah satunya Hidayat Suryalaga (alm.), setuju jika kujang dijadikan ikon
Jabar. Pasalnya menurut hasil pertemuan sebelumnya, hampir di semua
kabupaten kota terdapat kujang.

"Kujang sudah dijadikan senjata khas dari Jawa Barat sehingga bisa ditemui
di seluruh kabupaten dan kota," tambahnya.

*Penegasan*

Dibawa ke Kongres Bahasa Sunda agar mendapat penegasan dari para tokoh yang
hadir di sana. Pemerintah sendiri, dalam hal ini Gubernur Jabar, tidak bisa
menentukan atau memilih ikon Jabar.

"Gubernur hanya mengesahkan saja setelah mendapat persetujuan dari DPRD
Jabar, apabila ikon Jabar itu sudah dipilih para tokoh dan masyarakat,"
tambahnya.

Namun dalam pelaksanaannya ketika ada acara di suatu daerah, ikon senjata
kujang ini harus didampingi ikon dari kabupaten kota. Herdiwan mencontohkan,
ketika ada acara di Cirebon yang dihadiri pejabat dari pusat maupun luar
negeri, maka pemberian cenderamata ikon Jabar harus didampingi dengan ikon
Cirebon, yakni batik cirebon.

"Begitu pun jika ada acara di daerah lain, maka senjata kujang ini harus
didampingi ikon dari daerah yang bersangkutan," tambahnya.

Herdiwan berharap, penentuan ikon Jabar ini tidak berlarut-larut agar
identitas Jabar lebih terlihat. Ini berbeda dengan daerah lain, seperti Bali
dengan singa barongnya, Sumatra Barat dengan rumah gadang, Aceh dengan
senjata rencong, Banten dengan badak serta daerah lainnya.

"Di Jabar terlalu banyak yang diajukan untuk jadi ikon, seperti wayang
golek, gobang, kujang, batik cirebon, dan sebagainya. Namun dari hasil
pembahasan, mengerucut pada kujang," ujar Herdiwan. (B.81)**
http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110705074804&idkolom=tatarbandung

Kirim email ke