Dikritisi Penamaan Tempat Berbahasa Inggris
Rabu, 13 Juli 2011 | 11:26 WIB

*BOGOR, TRIBUN* - Selain mengomentari masalah kurangnya kesadaran masyarakat
Sunda akan pentingnya Basa Sunda, Prof Dr Yus Rusyana pun mengkritisi
kondisi sekarang yang lebih banyak menggunakan bahasa Inggris. Seperti pusat
perbelanjaan Kebon Kalapa sekarang menjadi International Trade Center (ITC),
nama jalan yang digunakan di komplek-komplek perumahan termasuk nama komplek
perumahannya sedikit yang menggunakan bahasa Sunda.

"Bahkan nama-nama kegiatan atau program pemerintah pun banyak yang pakai
bahasa Inggris seperti Car Free Day," kata Yus Rusyana saat memaparkan
makalahnya yang berjudul  "Ngahadirkeun Basa Sunda dina Kahirupan Ayeuna"
pada pleno hari ke-3, Kongres Basa Sunda IX di Hotel Grand Jaya Raya,
Cipayung, Kabupaten Bogor, Rabu (13/7).

Maraknya penggunaan bahasa Inggris itu, dikatakan Yus Rusyana karena
masyarakat menilai sebagai tuntutan budaya globalisasi. Padahal, sebaiknya
masyarakat jangan terjebak dengan budaya global.

"Karena budaya global itu kalau dilihat adalah budaya barat yang hanya
melingkupi keduniawian saja, sementara budaya Sunda selain melingkupi
keduniawian juga mencakup akhirat," ujarnya. *(ddh)
*

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://jabar.tribunnews.com/57080/Dikritisi Penamaan Tempat Berbahasa
Inggris

Kirim email ke