ceuk Buya Hamka salah sahiji hartos tasyawuf nyaeta syifa nyaeta ubar
maksadna ubar keur hate, tah ieu link -na

http://www.youtube.com/watch?v=QjKcjerTsao&feature=related

http://www.youtube.com/watch?v=LWGyhSMTIPo&feature=related

http://www.youtube.com/watch?v=Nv5xr9ybT24

DIJAMIN TIIS CEULI HERANG PANON !!!!


On 3/7/12, Abbas <[email protected]> wrote:
> Ayeuna kang ahsa nawiskeun buku ieu; sae oge.
> Tah ayeuna mah sok atuh tasawwuf nu laangsung ti
> kang Ahsa nyaalira; diantos pisan.
>
> --- In [email protected], Ahsa <albanduni@...> wrote:
>>
>> Judul : Buku Saku Tasawuf
>> Penulis :Haidar Bagir
>> Penerbit : Arasy Mizan
>> Cetakan : I, April 2005
>> Tebal : 245 halaman
>> Â
>> Mendengar kata tasawuf, yang terbetik dalam benak adalah sesuatu yang
>> berat. Sesuatu yang jauh, yang tidak terjangkau oleh akal awam kita.
>> Berpakaian serba putih, memelihara jenggot panjang dan menjauhi kehidupan
>> dunia, hidup dalam kekurangan ekonomi alias miskin dan berpakaian lusuh.
>> Gambaran itulah yang kerap dimunculkan, saat mendengar kata tasawuf, dan
>> juga sufi (para pelaku tasawuf).
>> Ini masih ditambah lagi dengan pernyataan-pertanyaan ganjil atau nyleneh
>> yang seringkali susah dipahami dan terkesan melanggar keyakinan umum kaum
>> Muslim. Seperti ucapan Al Hajjaj dan Ba Yazid Al-Busthami, misalnya
>> `’Akulah Sang Kebenaran† (ana Al-Haqq) atau `’Tak ada apapun dalam
>> jubah â€" yang dipakai oleh Busthami â€" selain Allah.â€
>> Lalu, bagaimana dengan pengalaman spiritual seseorang yang merasa dekat
>> dengan Allah SWT sehingga mengaku bertemu Malaikat Jibril? Mendapat wahyu
>> ataupun hal-hal gaib, pengalaman yang tak dialami oleh orang kebanyakan.
>> Apakah dia juga sufi dan merupakan hasil dari menekuni jalan tasawuf?
>> Untuk menjawab berbagai pertanyaan itu, Haidar Bagir, membahasnya dalam
>> buku saku berukuran kecil sehingga mudah dibawa ke manapun.
>> Dalam buku ini, Ketua Pusat Pengembangan Tasawuf Positif IIMAN ini
>> menjelaskan dengan bahasa lugas dan relatif mudah dimengerti, mengenai
>> tasawuf dan seluk beluknya.
>> Haidar juga `mengampanyekan’ tasawuf positif yang berdampak nyata dalam
>> kehidupan pelakunya sehari-hari. Pemahaman yang benar mengenai tasawuf
>> positif, akan melahirkan seorang sufi yang berakhlak baik. Ia memberikan
>> contoh mengenai banyaknya pengalaman spiritual Lia Aminuddin, yang mengaku
>> sebagai Imam Mahdi. Soal seringnya Lia bercengkerama dengan Malaikat
>> Jibril, menurut Haidar, hanya dia dan Rabb-nya yang tahu. Yang lebih
>> penting, penulis buku ini mempertanyakan, apakah semua pencapaian
>> spiritual itu, membuat Lia menjadi orang yang sangat concern dengan kaum
>> dhuafa dan kaum mustadh’afin atau tidak?
>> Tasawuf positif adalah sebuah pemahaman atas tasawuf yang berupaya
>> mendapatkan manfaat dari segala kelebihan dalam hal pemikiran dan disiplin
>> yang ditawarkannya seraya menghindari ekses-eksesnya, sebagaimana
>> terungkap dalam sejarah Islam. Selain itu, betapapun diembel-embeli
>> istilah `positif’ , tasawuf ini tetap mempromosikan konsep Allh dalam
>> dua perwujudan, yakni perwujudan keindahan dan cinta (jamal) di samping
>> perwujudan keagungan dan kedahsyatan (jalal).
>> Tema tersebut menggambarkan bahwa metode tasawuf merepresentasikan sifat
>> Islam yang, selain berorientasi syariat, juga menekankan metode cinta.
>> Selama ini kita menganggap bahwa cinta kasih itu kaitannya dengan agama
>> Nasrani, sedangkan Islam identik semata-mata dengan syariah, ketaatan pada
>> hukum, disiplin pada hukum. Hal ini, menurut penulis, merupakan akibat
>> dari pemahaman secara eksklusif atas aspek jalal (tremendum) Allah. Kita
>> `lupa’ pada satu aspek lainnya.
>> Membaca buku ini, kita diajak untuk mendalami sejarah tasawuf,
>> perjalanannya, kemabukan yang dialami sufi dan penyebabnya serta manfaat
>> dari menekuni jalan tasawuf dalam kehidupan modern kita saat ini. Tujuan
>> terpenting dari perjalanan itu adalah lahirnya akhlak yang baik dan
>> menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.
>> Buku ini mudah dipahami bagi para pemula, meskipun akan lebih baik, jika
>> penulisan kalimat-kalimatnya tidak terlalu panjang. Terlepas dari
>> kekurangan tersebut, buku ini memberikan manfaat bagi orang yang selama
>> ini penasaran dengan tasawuf dan hanya mempunyai sedikit waktu untuk
>> membacanya. (Jumat, 12 Agustus 2005/www.republika.co.id)
>>
>>
>> =>http://albanduni.wordpress.com =>http://ahmadsahidin.wordpress.com
>>
>
>
>


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke