Saya kira analisa antum benar sekali.
Lebih gawat lagi, ternyata NU maupun Muhammadiyah mengalami krisis 
kepemimpinan. Pak Hasyim dituding kurang bersih, Gus Dur dituding 
diktator, sementara Rais Aam sebagai penjaga gawang NU malah 
dikeluhkan Gus Dur tidak mengambil tindakan apa2. Untung Rais Aam 
nggak mengeluh lagi ke mana2, hehehe. Sudah krisis kepercayaan, 
krisis institusional pula. Di kubu Muhammadiyyah, opini Syafii 
Maarif untuk tidak menerjunkan Muhammadiyyah dalam politik malah 
diabaikan anak mudanya sama sekali dan malah didukung oleh Tanwir. 
Apalagi dengan adanya krisis Bank Persyarikatan, saya kira akan juga 
lambat laun mengguncang Muhammadiyyah yang punya banyak layanan 
sosial ini.
Posisi NU dan Muhammadiyyah dalam pandangan saya teramat penting di 
Indonesia, terutama dalam memberikan arah kultur religi kepada 
bangsa Indonesia. Jika rakyat tak percaya lagi kepada NU dan 
Muhammadiyyah, akan terjadi beberapa kemungkinan:

1. Rakyat akan abai saja dengan fenomena tersebut, karena baik 
kultur tradisional Islam maupun modernis-nasional Islam sudah 
membumi. Kultur ini tidak tergantung lagi pada struktur seperti NU 
atau Muhammadiyyah. Muhammadiyyah memang dulu diilhami Wahabi, tapi 
dibanding gerakan yang "murni" Wahabi dari Saudi seperti Salafy, 
misalnya, jelas Muhammadiyyah lebih membumi, atau

2. Kultur dan struktur ternyata saling mempengaruhi, sehingga 
gonjang-ganjing ini sangat mempengaruhi pola keberagamaan rakyat. 
Kemungkinan kecil, mereka akan bertransformasi menjadi abangan. 
Kemungkinan besar, mereka akan "pindah" ke jamaah yang "lebih 
jelas". Kemungkinan kedua ini bisa mengakibatkan NU dan Muhammadiyah 
kehilangan 50% jamaahnya, inipun kalau dihitung worst casenya.

Kita tentu saja tidak menginginkan ciri khas Indonesian Muslim - 
atau juga Muslim Asia Tenggara - ini yang selama ini dijaga oleh 
kultur tradisonal NU dan Muhammadiyyah akan pudar, digantikan oleh 
ideologi yang lebih keras. Ideologi keras yang semuanya 
menuju "pemurnian" akan dapat tumbuh dengan subur di lingkungan 
penuh keputus-asaan dan ketidakpercayaan. Radikalisme - tidak 
seperti dugaan banyak orang - bukan berbanding lurus dengan 
kemiskinan atau bahkan kebodohan, tapi merupakan fungsi dari tuna 
peranan institusi yang ada. Kalau negara tidak mampu menengahi 
pertikaian, akhirnya kelompok2 radikal yang maju. Kalau negara tidak 
mampu mengatasi korupsi, akhirnya kelompok2 itu juga yang 
akan "menyelamatkan" sebagai ratu adil. Mandulnya peranan NU dan 
Muhammadiyyah akan berakibat fatal.

Saya kurang percaya kepada teori provokasi, di mana penganut teori 
ini percaya, bahwa provokasi seperti yang dilakukan Islib di NU atau 
JIMM di Muhammadiyyah diperlukan agar masyarakat "terbangun" dari 
tidurnya. Sebaliknya, provokasi model ini selain tidak menyentuh 
akar permasalahan rakyat dan rentan kritik terutama soal dana asing, 
juga malah mengundang bangkitnya teman2 yang sedikit radikal. Mereka 
merasa telah dipanggil zaman untuk "kembali ke Alquran dan Hadis" 
dengan cara yang semurni2nya. Bisa dengan cara 'uzlah, 
mengeksklusifkan diri, atau malah berbaur tapi dengan mempertahankan 
ideologi aslinya. Secara umum krisis kepercayaan tidak hanya terjadi 
di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Bahkan di Saudi yang 
cenderung homogen, dengan kontrol negara di mana2, melahirkan 
pembangkang misterius bernama Usamah bin Ladin.

Krisis kepercayaan ini pernah terjadi di dunia Kristen, ketika kaum 
Protestan menolak kekuasaan Paus di Roma, namun mereka dengan cepat 
mengorganisir diri kembali masing2. Sebaliknya dengan dunia Islam, 
karena mereka sempat dihancurkan oleh kolonialisme Eropa dan mencari-
cari cara untuk bangkit - dari yang revivalis hingga yang liberalis -
 upaya mengorganisir ini terbentur pada kenyataan bahwa masyarakat 
Islam yang membentang dari Maghreb hingga Nusantara itu tidak lagi 
homogen seperti yang dibayangkan. Saya sebetulnya membayangkan, agar 
otoritas keagamaan Muslimin itu mengakui wilayah budaya yang ada dan 
tidak lagi Arab-sentris. Seharusnya bukan hanya bahasa Arab saja 
yang menjadi bahasa wajib di dunia Muslim, melainkan juga Persi, 
Urdu, Turki, dan tentu saja Melayu. Ingat bahwa bahasa Melayu adalah 
lingua franca kepulauan nusantara sejak berabad-abad, tempat tinggal 
lebih dari 200 juta Muslimin. Tanpa adanya pengakuan 5 otoritas 
keagamaan itu dan membiarkan terjadinya Arab-sentris padahal di 
wilayah berbahasa Arab sendiri terdapat banyak pendapat yang juga 
belum membuahkan suatu otoritas yang dipatuhi oleh semua, kita akan 
terjebak ke suatu otoritas semu. Otoritas semu adalah suatu keaadaan 
di mana, kita merasa ada satu otoritas walaupun dalam kenyataannya 
otoritas itu hanya dipegang oleh kelompok2.

Kembali ke situasi Indonesia, saya masih merasa, bahwa satu2nya 
jalan menyelamatkan NU adalah penyerahan total kepada Allah, masing-
masing melakukan pertobatan, tunduk pada orang2 saleh. Ini warisan 
ulama, sayang jika kita biarkan begitu saja...

Salam,
Nano

--- In [EMAIL PROTECTED], "Si Fu Lan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> harus ditegaskan, ternyata laju arus 'Islam Moderat' hanya sampai 
dalam tataran wacana, dan sama sekali belum menyentuh alam bawah 
sadar (baca: mental) kita, apalagi menyentuh rakyat nyata. bagaimana 
tidak, NU yang konon sebagai lokomotif penggeret wacana 'dialog 
antar peradaban, dialog antar umat beragama' ternyata tak bisa 
mewujudkan iklim dialog dan harmonitas dalam tubuhnya (keluarganya) 
sendiri.
> 
> hemat saya, penting, bahwa suatu perubahan--rekonstruksi, bahkan 
revoluis--jelas harus berangkat dari mental. mengapa Eropa bisa 
sampai pada puncak revolusinya? sebab mental orang Eropa jelas lain 
dengan mental orang Jawa, Madura, Indonesia. contoh kecil, tentang 
konflik Eropa. masalah konflik, Eropa kurang dahsyat apanya: wong 
sampe meledak perang dunia satu dan dua. tapi, negara2 yang dahulu 
saling perang ternyata urung dan cepat2 berekonsiliasi: kembali 
bergandengan tangan dan guyub dalam sebuah institusi besar berujud 
supra nation Uni Eropa. orang Eropa segera melek dan sadar jika 
larut2 dalam konflik hanya buang2 tenaga dan hanya perbuatan anak 
kecil yang justeru menjadikan mereka lupa akan masalah yang 
sebenarnya tengah mereka hadapi. lha sementara orang Indon (baca: 
NU); malah seolah menikmati dan semakin larut dalam konflik yang 
berkepanjangan, dan yang ada adalah dendam dan dendam kesumat yang 
dipelihara.
> 
> yang patut menjadi catatan besar, bahwa islam moderat tidak 
sekedar suram masa depannya, tetapi lebih jauh akan menemui ajalnya 
(the end of history of islamic progressif) JIKA orang2nya sendiri 
hanya bisa 'sok' moderat dalam tulisan an sich, tetapi dalam 
realitanya sama sekali tak mencerminkan apa yang digagasnya. bahkan 
seratus delapan puluh derajat terbalik.    
> 
> salam hangat penuh cinta
> 
> Ahmad Ginandjar Sya'ban :-) 
> ............^^I'm in Love^^............
> 
> Best Regards
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "Estananto" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, December 21, 2004 3:33 PM
> Subject: [kmnu2000] Masa Depan Islam Moderat Suram?
> 
> 
> | 
> | 
http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/12/tg
l/21/time/14561/idnews/259833/idkanal/10
> | 
> | Setelah NU gonjang ganjing dengan keributan yang
> | berkisar seputar tuduhan politik uang, ternyata
> | Muhammadiyyah yang anggotanya juga puluhan juta
> | tersangkut kasus Bank Persyarikatan.
> | 
> | Bagaimana masa depan Islam moderat di Indonesia?
> | 
> | Salam,
> | Nano
> | 
> | 
> | 
> | 
> | 
> | 
> | ___________________________________________________________ 
> | Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 250MB Speicher kostenlos - 
Hier anmelden: http://mail.yahoo.de
> | 
> | 
> | ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ------------------
--~--> 
> | $4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
> | http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/.DlolB/TM
> | -----------------------------------------------------------------
---~-> 
> | 
> | 
_____________________________________________________________________
_
> | http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa 
NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> | ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> | Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu 
hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
> | [EMAIL PROTECTED] 
> |  
> | Yahoo! Groups Links
> | 
> | 
> | 
> |  
> | 
> | 
> | 
> |





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/.DlolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke