saya setuju jika jilbab sbg resistensi terhadap budaya
Barat. tpi sya ga sepakat jika jilbab d jadikan
identitas Islam. Jilbab sudah ada sbelum Islam. org2
Yahudi-Nasrani jg memakai jilbab. Islam meniru mereka.
kita sering berdebat soal jilbab, tpi kta lupa
kegunaan jilbab. kita sering terjebak pd sarana,
melupakan tujuan.
--- [email protected] <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Berjilbab dalam ajaran umat Islam adalah hal yang
> wajib bagi setiap muslimah (Muslim Wanita), perintah
> mengenakan jilbab jelas tertulis ayatnya dalam
Alquran
> surah Al-Ahzab:59 dan surah An-nur:31. Walau tak
> banyak wanita muslim di jaman sekarang yang
mengenakan
> jilbab akan tetapi dengan berbagai alasan apapun
> mereka menolak perintah jilbab, perintah jilbab tadi
> akan tetap berada dalam Alquran hingga akhir hayat,
> karena secara tegas Allah sendiri yang berjanji
> menjaga kitab suci yang telah diturunkannya sampai
> akhirat nanti.
> 
> Sebenarnya jilbab tidak akan menjadi masalah yang
> pelik jika setiap umat beragama mau menjalankan
agama
> mereka masing-masing serta menghargai ajaran agama
> satu sama lain, sehingga tidak ada lagi yang
> berpandangan miring tentang jilbab, namun ironisnya
di
> era globalisasi sekarang ini diskriminasi terhadap
> jilbab ternyata semakin menjadi. Kelompok yang
> mengatasnamakan diri mereka kaum emansipatoris
> kewanitaan malah menganggap pakaian jilbab tidak
> mewakili kaum wanita muslim untuk mengapresiasikan
> kebebasan hak asasi mereka dalam berpakaian, padahal
> diantara para muslimah di Indonesia, banyak sekali
> yang berusaha untuk menjalan ajaran agama dengan
benar
> dan beristiqomah dalam mengenakan jilbab, tapi
mengapa
> mereka kaum feminisme dan emansipatoris wanita ini
> seolah merendahkan dan menghalangi mereka dengan
> jilbab mereka, seakan mereka tak tahu modernitas
serta
> cara berpakaian yang benar, padahal mereka juga
wanita
> Indonesia yang hanya ingin berusaha menjalankan
ajaran
> agama dengan sebenar-benarnya, dan tidak sedikit
dari
> mereka muslimah berjilbab ini adalah tokoh
masyarakat,
> cendekiawan serta ilmuwan negeri ini. Dimanakah
> doktrin emansipasi wanita memposisikan muslimah yang
> rela mengenakan jilbab atas kesadaran agama yang
> mereka yakini?
> 
> Sebagai ilustrasi dan ini memang benar terjadi, saya
> mempunyai dua orang kawan wanita yang memakai
jilbab,
> yang pertama adalah lulusan akademi perawat,
sedangkan
> yang kedua adalah lulusan farmasi. Masalah yang
sedang
> mereka hadapi adalah sama, yaitu ketika melamar
kerja
> di perusahaan yang memang sejalan dengan bidang
> mereka, ternyata taruhannya untuk diterima adalah
> dengan melepaskan jilbab. Hal itu tentu saja membuat
> kaget saya. Padahal negara ini adalah negara
beragama,
> dan seluruh lapisan masyarakatnya bebas menjalankan
> agama mereka dengan khusyu dan keimanan yang tinggi
> tanpa ada intervensi dari agama lain. Kedua teman
saya
> yang berjilbab ini adalah orang beragama, mereka
> berdua berusaha menjalankan ajaran agama serta
> perintah Allah dalam Alquran, lantas mengapa pihak
> perusahaan itu menyuruh mereka lepas jilbab? Padahal
> jilbab adalah bagian dari ajaran Islam. Dengan
alasan
> agar berpenampilan official, bagian personalia
> perusahaan-perusahaan tersebut menolak mereka,
apakah
> muslimah berjilbab seolah kuno, tidak tahu hal
> perkantoran, pekerjaan, teknologi dan lain-lain?
> 
> Mengapa Indonesia yang katanya menghargai perbedaan
> pendapat dan agama ini ternyata amat jauh kondisi
> kebebasan beragamanya dari beberapa negara Arab yang
> pernah saya kunjungi. Contoh Dubai, Kuwait, Saudi,
dan
> Mesir. Empat negara itu memang mayoritas penduduknya
> beragama Islam, malah ada sebagian dari negara itu
> yang memakai Islam sebagai asas dan sistem
pemerintah
> ketimbang Demokrasi Republik seperti Indonesia,
namun
> didalamnya juga ada rakyat yang beragama yahudi,
> kristen, dan kristen koptik, tapi ternyata kebebasan
> penduduknya menjalankan ajaran agama mereka lebih
> bebas ketimbang di Indonesia. Di negara-negara itu
> wanita berjilbab, bahkan sampai yang bercadar
> sekalipun sangat biasa sekali masuk rumah makan
> waralaba semacam kentucky, texas, dll. Terlebih di
> mall atau pertokoan, rumah sakit, apartemen, bank,
dan
> segala macam tempat umum tanpa ada tudingan miring,
> atau nada merendahkan, menghina, dan menjelekkan
> sebagaimana yang kerap diterima di Indonesia. Malah
> wanita-wanita berjilbab itu melakukan pekerjaan
=== Message Truncated === 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke