jilbab dipakai orang nasrani dan yahudi itu urusan mereka
jilbab kemudian diperintahkan Allah pada orang islam itu urusan Allah, urusan 
kita adalah mentaati perintah Allah.
haji juga sejak jaman nabi ibrahim dan sampai sekarang jalan terus, menikahi 
kakak beradik pada waktu yang sama sudah ada sejak jaman nabi musa sekarang 
ndak boleh ....
intinya satu "taat pada Allah"
  ----- Original Message ----- 
  From: Jamaluddin Mohammad 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, January 10, 2007 7:03 AM
  Subject: Re: [kmnu2000] Dimanakah Doktrin Emansipasi Wanita Memposisikan 
Wanita Berjilbab?


  saya setuju jika jilbab sbg resistensi terhadap budaya
  Barat. tpi sya ga sepakat jika jilbab d jadikan
  identitas Islam. Jilbab sudah ada sbelum Islam. org2
  Yahudi-Nasrani jg memakai jilbab. Islam meniru mereka.
  kita sering berdebat soal jilbab, tpi kta lupa
  kegunaan jilbab. kita sering terjebak pd sarana,
  melupakan tujuan.
  --- [email protected] <[EMAIL PROTECTED]>
  wrote:
  > Berjilbab dalam ajaran umat Islam adalah hal yang
  > wajib bagi setiap muslimah (Muslim Wanita), perintah
  > mengenakan jilbab jelas tertulis ayatnya dalam
  Alquran
  > surah Al-Ahzab:59 dan surah An-nur:31. Walau tak
  > banyak wanita muslim di jaman sekarang yang
  mengenakan
  > jilbab akan tetapi dengan berbagai alasan apapun
  > mereka menolak perintah jilbab, perintah jilbab tadi
  > akan tetap berada dalam Alquran hingga akhir hayat,
  > karena secara tegas Allah sendiri yang berjanji
  > menjaga kitab suci yang telah diturunkannya sampai
  > akhirat nanti.
  > 
  > Sebenarnya jilbab tidak akan menjadi masalah yang
  > pelik jika setiap umat beragama mau menjalankan
  agama
  > mereka masing-masing serta menghargai ajaran agama
  > satu sama lain, sehingga tidak ada lagi yang
  > berpandangan miring tentang jilbab, namun ironisnya
  di
  > era globalisasi sekarang ini diskriminasi terhadap
  > jilbab ternyata semakin menjadi. Kelompok yang
  > mengatasnamakan diri mereka kaum emansipatoris
  > kewanitaan malah menganggap pakaian jilbab tidak
  > mewakili kaum wanita muslim untuk mengapresiasikan
  > kebebasan hak asasi mereka dalam berpakaian, padahal
  > diantara para muslimah di Indonesia, banyak sekali
  > yang berusaha untuk menjalan ajaran agama dengan
  benar
  > dan beristiqomah dalam mengenakan jilbab, tapi
  mengapa
  > mereka kaum feminisme dan emansipatoris wanita ini
  > seolah merendahkan dan menghalangi mereka dengan
  > jilbab mereka, seakan mereka tak tahu modernitas
  serta
  > cara berpakaian yang benar, padahal mereka juga
  wanita
  > Indonesia yang hanya ingin berusaha menjalankan
  ajaran
  > agama dengan sebenar-benarnya, dan tidak sedikit
  dari
  > mereka muslimah berjilbab ini adalah tokoh
  masyarakat,
  > cendekiawan serta ilmuwan negeri ini. Dimanakah
  > doktrin emansipasi wanita memposisikan muslimah yang
  > rela mengenakan jilbab atas kesadaran agama yang
  > mereka yakini?
  > 
  > Sebagai ilustrasi dan ini memang benar terjadi, saya
  > mempunyai dua orang kawan wanita yang memakai
  jilbab,
  > yang pertama adalah lulusan akademi perawat,
  sedangkan
  > yang kedua adalah lulusan farmasi. Masalah yang
  sedang
  > mereka hadapi adalah sama, yaitu ketika melamar
  kerja
  > di perusahaan yang memang sejalan dengan bidang
  > mereka, ternyata taruhannya untuk diterima adalah
  > dengan melepaskan jilbab. Hal itu tentu saja membuat
  > kaget saya. Padahal negara ini adalah negara
  beragama,
  > dan seluruh lapisan masyarakatnya bebas menjalankan
  > agama mereka dengan khusyu dan keimanan yang tinggi
  > tanpa ada intervensi dari agama lain. Kedua teman
  saya
  > yang berjilbab ini adalah orang beragama, mereka
  > berdua berusaha menjalankan ajaran agama serta
  > perintah Allah dalam Alquran, lantas mengapa pihak
  > perusahaan itu menyuruh mereka lepas jilbab? Padahal
  > jilbab adalah bagian dari ajaran Islam. Dengan
  alasan
  > agar berpenampilan official, bagian personalia
  > perusahaan-perusahaan tersebut menolak mereka,
  apakah
  > muslimah berjilbab seolah kuno, tidak tahu hal
  > perkantoran, pekerjaan, teknologi dan lain-lain?
  > 
  > Mengapa Indonesia yang katanya menghargai perbedaan
  > pendapat dan agama ini ternyata amat jauh kondisi
  > kebebasan beragamanya dari beberapa negara Arab yang
  > pernah saya kunjungi. Contoh Dubai, Kuwait, Saudi,
  dan
  > Mesir. Empat negara itu memang mayoritas penduduknya
  > beragama Islam, malah ada sebagian dari negara itu
  > yang memakai Islam sebagai asas dan sistem
  pemerintah
  > ketimbang Demokrasi Republik seperti Indonesia,
  namun
  > didalamnya juga ada rakyat yang beragama yahudi,
  > kristen, dan kristen koptik, tapi ternyata kebebasan
  > penduduknya menjalankan ajaran agama mereka lebih
  > bebas ketimbang di Indonesia. Di negara-negara itu
  > wanita berjilbab, bahkan sampai yang bercadar
  > sekalipun sangat biasa sekali masuk rumah makan
  > waralaba semacam kentucky, texas, dll. Terlebih di
  > mall atau pertokoan, rumah sakit, apartemen, bank,
  dan
  > segala macam tempat umum tanpa ada tudingan miring,
  > atau nada merendahkan, menghina, dan menjelekkan
  > sebagaimana yang kerap diterima di Indonesia. Malah
  > wanita-wanita berjilbab itu melakukan pekerjaan
  === Message Truncated === 

  __________________________________________________
  Do You Yahoo!?
  Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
  http://mail.yahoo.com 


   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke