salam mas ekki, yg saya tahu medco energi int'l indonesia tbk adalah pemain oil and gas akan sangat riskan jika bermain ke PLTN, memang lewat anak perusahaan medco power indonesia menggarap proyek PLT panas bumi spt di lahendong, garut. tapi itu kapasitas juga kecil paling banter 150 MW. dan saya nggak yakin dengan kemampuannya bisa menggarap proyek PLTN. medco lebih banyak bergerak di konstruksi rig offshore dan angkutan crude oil. mungkin ada swasta yg lebih mumpuni selain medco? memang diakui banyak ahli2 nuklir kita (baik yg master maupun doktor) yg jobless, itulah yg harusnya dipikirkan oleh pemerintah sebaik2nya. maksudnya begini jangan sampai membuat project negara spt IPTN yg sekarang nasib karyawan dan asetnya akhirnya tersia2kan, bahkan ratusan master dan doktor ahli auronetika yg telah dihasilkan mjd 'terbuang'. sekiranya project PLTN ini diserahkan ke PLN akan lebih semrawut karena PLN salah satu bumn yg korup, lihat saja kasus dirutnya yg tersangkut korupsi dalam pengadaan PLTD. bgm dengan BATAN atau universitas? sanggupkah? PLTN memang sebuah kebutuhan tapi untuk pembangunannya sekarang ini jangan dulu...:-)) syaikhul
-----Original Message----- From: ekki kurniawan [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, June 18, 2007 5:57 PM To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Subject: RE: [kmnu2000] Diskusi PLTN masih panjang! Maaf, bila berbeda pendapat. Salam lagi Mas Syaikhul Amin, terimakasih atas balasannya. Ya, mas, saya ingat kata2 Presiden Iran waktu berkunjung ke Jakarta : "Kalau energi nuklir ini buruk, kenapa kalian (negara2 Eropa, Amerika yang menentang nuklir iran) mengembangkannya." "Kalau energi nuklir ini baik, kenapa kami tak boleh mengembangannya" Nuklir hanya bagian dari energi mix yang ada, bukan solusi total untuk mengatasi kekurangan keseluruhan energi, karena masih banyak sumber energi lainya. jadi Why not! kita manfaatkan, apalagi pihak goverment sudah merencanakan jauh2, dan rencana Indonesia mengoperasikan PLTN 2016-17 sudah terdaftar di IAEA dan diketahui diseluruh dunia.Saya merasa bangga akan hal ini, yang berarti Indonesia menjadi negara Asean pertama yang punya PLTN, semoga sahaja berjalan lancar,amin..InshaAllah. Dan kalau program lancar ini maka akan banyak wisatawan2 asing berdatangan ke Indonesia yang ingin tahu PLTN. Itukan jadi devisa buat negara, Macam di Iran, yang saya dengar dari pengajian ustaz jalal, paling tidak ada 1200/hari wisatawan asing yang datang ke negaranya untuk memantau PLTN Iran, sekaligus rekreasi ke negri mullah. Disamping itu kehadiran PLTN diharapkan akan menyedot tenaga kerja, karena sudah banyak sarjana,master bahkan doktor di bidang tenaga nuklir ini yang "nganggur". He he. Mas! ada banyak pihak swasta yang tertarik dg PLTN (pembangkit listrik tenaga"neutron" he he) diantaranya PT MEDCO , ini beritanya : Jawara Minyak Bakal Terjun Ke Bisnis Pembangkit Nuklir Agustina Triyudhi Astuti, Umar Idris posted by kontan on 06/02/07 Pemerintah berencana membangun banyak proyek pembangkit untuk memenuhi kebutuhan listrik. Tak terkecuali energi nuklir yang mulai dilirik. Lagipula, sejumlah negara seperti Jepang dan Korea Selatan, juga menawarkan proyek pembangkit nuklir. Rupanya, proyek nuklir itu juga menarik PT Medco Energi. Seberapa seriuskah Medco membangun reaktor pembangkit nuklir? Berikut liputannya. KEHADIRAN nuklir di bumi Indonesia bak harga mati alias tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tanpa energi alternatif tersebut 15 tahun lagi setrum di negara ini bakal byar-pet. Soalnya, pemakaian listrik dari tahun ke tahun makin kencang saja. Rata-rata meningkat enam persen saban tahunnya. Tapi, pertumbuhan yang begitu cepat, tidak seimbang dengan penambahan kapasitas listrik. Apalagi, sumber energi yang selama ini kebanyakan dari minyak dan gas suatu saat bakal ludes. Walau masih melimpah ruah, batu bara juga tidak bisa terus-terusan jadi andalan. "Mau tidak mau nuklir ke depannya diperlukan untuk memberikan kontribusi pada kebutuhan energi kita yang setiap tahun terus meningkat," kata Direktur Pembangkit dan Energi Primer PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ali Herman Ibrahim kepada KONTAN, Kamis (31/5) lalu. Pemerintah pun tidak main-main guna mewujudkan mimpi membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Buktinya, negara membentengi betul proyek ambisius ini lewat Undang-Undang Nomor 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025. Juru bicara Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Ferhat Aziz mengatakan paling tidak pada 2015 sampai 2019 nanti PLTN sudah bisa memainkan peranan dalam sistem listrik nasional. "Pada 2025 menyumbang 4% atau setara 4.000 megawatt (MW) dari total kebutuhan," ujarnya. Rencananya, dua dari enam pembangkit nuklir yang dipatok bakal dibangun pada 2010 mendatang. Harapannya, pembangkit itu bakal beroperasi tujuh tahun kemudian. Tender pembangunan reaktor senilai US$ 1,6 miliar ini akan mulai 2008, yang bisa memasok kebutuhan listrik Jawa-Bali. BATAN sudah menyiapkan Sistem Energi Nuklir (SEN) yang bakal dipakai sebagai panduan dalam melaksanakan dan mengembangkan sumber daya atom itu. Bahkan, kajian lokasi pembangunan di Muria, Jawa Tengah sudah selesai sejak 1996 lalu. Tapi, sekarang masih diperbarui, misalnya, aspek seismologi dan vulkanologi. PLN jauh-jauh hari sudah memperhitungkan pemakaian energi nuklir sebagai sumber penghasil listrik. Pada 1980-an perusahaan setrum pelat merah ini sudah melakukan studi. Bagaimana cara mengoperasikan dan pengelolaan bahan bakar, misalnya. Jadi, "Kami siap bila PLTN jadi ada," kata Ali. Tak mau ketinggalan kereta. PT Medco Energi Internasional Indonesia Tbk., juga langsung tancap gas. Mereka juga sudah melakukan studi kelayakan, bahkan sampai terbang ke Prancis dan Korea Selatan segala. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk belajar teknologi setrum nuklir. Sebab, kedua negara itu sudah memanfaatkan nuklir sebagai sumber energi penghasil setrum. "Sebagai perusahaan energi kalau mau memimpin jangan sampai ketinggalan kereta," kata Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro. Sehingga, dia bilang, semua jenis energi mesti dipelajari. Apalagi, 15 tahun lagi tanpa nuklir kebutuhan listrik Jawa-Bali akan memble. Yang pasti, Hilmi menegaskan, Medco Energi sangat berminat dengan proyek PLTN tersebut. Hanya, mereka belum memutuskan lantaran mesti menyelesaikan studi dulu. Lagian, pembangunan pembangkit nuklir harus bareng pemerintah, tidak mungkin jalan sendiri. Hilmi menambahkan, Indonesia mesti berkaca pada negara-negara yang sudah sukses memanfaatkan nuklir sebagai energi alternatif. Contohnya, Prancis yang 80% kebutuhan listriknya berasal dari PLTN. "Saya pikir pemenuhan kebutuhan listrik yang paling murah itu, ya energi nuklir," ujarnya. Menurut Kepala Pengembangan Proyek Nuklir PT Medco Power Indonesia, Arnold Soetrisnanto, sudah banyak tawaran investor asing yang masuk. Sebut saja, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Prancis. "Yang paling kenceng dan gencar ialah Korea," ujarnya. Cuma, Arnold mengungkapkan, masih ada yang mengganjal keinginan Medco Energi main di PLTN. "Kami masih menunggu adanya peraturan presiden," kata bekas Direktur BATAN ini. Tapi, kalau pun pemerintah melarang, artinya mesti dikuasai oleh PLN, Medco Energi rela melepas proyek itu. Toh, Arnold mengatakan masih ada kesempatan menjadi kontraktor pembangunan PLTN itu yang mengerjakan procurement, engineering dan konstruksinya. Siapapun nanti yang berhak mendapat kue bernama pembangkit nuklir itu, Arnold meminta peraturan presiden tersebut rampung tahun ini juga. Soalnya, pembangunan reaktor membutuhkan waktu paling tidak 10 tahun. "Jadi, tidak bisa menunggu lagi, harus cepat," ujarnya sembari bilang Divisi Nuklir Medco sudah ada sejak Februari lalu. --> --> ---ek-- Syaikhul Amin - MTD < [EMAIL PROTECTED] <mailto:Syaikhul%40capcx.com> com> wrote: salam mas ekki, saya salah seorang dari warga negara Indonesia yang tidak setuju dengan pembangunan PLTN, apalagi setelah kejadian lapindo brantas. bisakah memberi suatu premis yang baru bahwa energi itu tidak sekedar cleaness tapi membuat bangsa ini menjadi lebih beradab? data terbaru indonesia juara 1 korupsi se asia. kalaupun akan dibangun siapa yang paling pas membangun, merawat dan mengoperasikannya?. sepanjang yg saya tahu jika diserahkan ke PLN akan lebih berbahaya... swasta? nggak ada yg sanggup, paling2 swasta asing... atau? syaikhul Recent Activity * 4 New <http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/members;_ylc=X3oDMTJmMDVuaWRyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzExODIxNzQ4MjE-> Members Visit <http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000;_ylc=X3oDMTJlZWdjb2JyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE0OTM5NTYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTM2MzgyBHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTE4MjE3NDgyMQ--> Your Group Yahoo! Finance It's <http://us.ard.yahoo.com/SIG=12j4l68fk/M=493064.10729649.11333340.8674578/D=groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1182182021/A=4507179/R=0/SIG=12de4rskk/*http://us.rd.yahoo.com/evt=50284/*http://finance.yahoo.com/personal-finance> Now Personal Guides, news, advice & more. Yahoo! HotJobs Be <http://us.ard.yahoo.com/SIG=12jhi3m0g/M=493064.10729661.11333352.8674578/D=groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1182182021/A=3848549/R=0/SIG=10o5tjndh/*http://www.hotjobs.com> Discovered! ? Upload your resume Employers find you Yahoo! Mail You're <http://us.ard.yahoo.com/SIG=12ja2rngp/M=493064.10729665.11333356.8674578/D=groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1182182021/A=3848569/R=0/SIG=12jcbehhh/*http://us.rd.yahoo.com/evt=42410/*http://advision.webevents.yahoo.com/handraisers> invited! Try the all-new Yahoo! Mail Beta . <http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=1493956/grpspId=1705136382/msgId=23019/stime=1182174821/nc1=4507179/nc2=3848549/nc3=3848569> [Non-text portions of this message have been removed]
