Kawan Nasrul, Kitab Syekh Ihsan Jampes itu memang terkenal. Ada karya lain juga terbit menyusul, saya lupa namanya. Ciri-ciri utama karya Kyai Ihsan adalah kental dengan warna fiqh tasawufnya. Jadi menyandingkan aspek exoteric fiqh yang formalisitk dengan unsur esoteris fiqh yang sangat kaya dengan makna dan symbol, dimana untuk point belakang ini tidak banyak diekplorasi dalam kebanyakan kitab-kitab fikih. Inilah saya kira nilai lebih karya-karya KH Ihsan. Saya tidak tahu persis apakah tradisi menulis Kyai Ihsan menurun kepada generasi sesudahnya. Sekarang, Kyai sepuh atu generasi kedua setelah Kyai Ihsan di PP Jampes Kediri sudah tidak ada, setelah KH Abdul Malik [Gus Malik] meninggal dunia sekitar awal 2007 lalu.
Nasir --- In [email protected], Nasrul Afandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > 'Id milad SAW. > > Beberapa waktu lalu, ketika saya mau mengikuti diskusi tasawwuf, di perpustakan campusku, saya menemukan 2 jilid buku ''Sirajuttalibin" tertulis penulisnya dalah syeikh Ikhsan al-Jampesi al-Kadiri, sebagai sarah dari "Minhajul Abidin'' karya al-Ghozaly. > > Tampaknya yang beredar di Maroko itu cetakan lama,hanya tertulis mathba'ah Qohiroh(tanpa tahun) lagi. > > Ya, karena saya pernah lihat, kalau yang cetakan baru (sebuah penerbit di surabaya) itu cukup lebih bagus. > > > Ketika saya bercerita kepada kawan-kawan dan beberapa dosen(bukan orang Indonesia) atas buku tersebut, mereka seakan-akan tidak percaya(bahwa) itu karya orang Indonesia; dan memang identitas penulisnya gak ditulis al-Indonesi(umpamanya). Tapi hanya al-Jampasy al-Kadiri. > > Masih adakah generasi ilmiah Syeikh ikhsan Jampes? > > > > Nasrul > Pemuda NU 27 tahun, Mantan pembalap liar(Yamaha/Toyota) di jalur Cirebon -Indramayu, sering keluar masuk rumah sakit karena kecelakaan kendaraan(tapi wajahnya tetap ganteng) Kini sedang mengaji di Maroko. > > > > > > > > > > --------------------------------- > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
