Sekedar "camilan" bacaan.

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=19020

SOREANG, (PR).-
 Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Bandung dibakar. Tidak ada 
korban dalam peristiwa itu, tetapi dua sepeda motor Yamaha Vega dan satu sepeda 
motor Honda Supra X ikut terbakar. Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kab. Bandung 
Arifin Sobari menduga ada unsur politis di balik peristiwa tersebut.
 Peristiwa pembakaran itu terjadi Senin (14/4) ketika seorang pria berinisial 
DT (28) melemparkan tiga atau empat botol bensin ke kantor itu, lalu 
melemparkan karung terigu yang telah dia bakar. Pada saat DT melakukan aksinya, 
fungsionaris DPD PKS Kab. Bandung sedang melakukan rapat di dalam kantor yang 
beralamat di Jln. Terusan Kopo No. 193, KM 12,3 Kec. Katapang, Kab. Bandung
 Empat warga yang berada di seberang kantor DPD PKS segera menangkap pelaku 
yang terlihat tidak berupaya segera pergi dari tempat itu. Menurut seorang 
saksi, Luki Keretaperdana, saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan.
 Aktivis PKS yang sedang berada di dalam kantor segera keluar ruangan begitu 
mendengar suara ledakan dan benda terbakar. Mereka ikut mengamankan DT dan 
sempat menanyai pria itu.
 "Dia tidak membawa identitas dan tidak mau menjawab apa pun. Hanya mengaku 
berasal dari Arjasari," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kab. Bandung Arifin 
Sobari.
 Menurut seorang saksi mata, H. Aten, DT datang ke depan kantor DPD PKS dengan 
menggunakan Vespa biru. Setelah melemparkan botol bensin dan menyalakan api, DT 
tidak langsung pergi, tetapi diam beberapa saat. Menurut Aten, ketika DT hendak 
pergi, mesin Vespa-nya mati, dan akhirnya dia ditangkap warga.
 Hal yang agak berbeda diutarakan Luki, yang mengaku pertama kali menangkap DT. 
Menurut Luki, sebelum melakukan aksinya, DT terlebih dulu diam di depan jongko 
di seberang kantor DPD PKS. Setelah jalanan tampak lengang, DT mulai 
mengeluarkan botol dari karung, dan melemparkan botol itu ke arah kantor DPD 
PKS.
 Menurut Luki, DT menyempatkan diri melihat api membakar bagian depan kantor 
itu. Saat itulah, Luki menghampirinya dan mencegahnya pergi.
 Setelah ditanyai oleh kader PKS, DT dibawa ke Polsek Katapang. Aparat Polres 
Bandung pun diturunkan untuk menginterogasi DT, dipimpin langsung Kapolres AKBP 
Ahmad Dofiri. Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Suprihadi Usman sempat datang ke 
Polsek Katapang, dan melihat lokasi kejadian.
 Ahmad Dofiri mengatakan, motif pembakaran masih diselidiki oleh polisi. Untuk 
sementara, kata Dofiri, DT mengaku melakukan pembakaran itu karena kecewa. 
 Bukan orang asing
 DT ternyata bukan orang yang asing di mata wartawan yang biasa meliput di Kab. 
Bandung. Kepada beberapa wartawan, dia pernah mengaku sebagai Ketua Aliansi LSM 
Kab. Bandung. Tetapi, DT juga pernah mengaku sebagai wartawan . Dia juga sering 
terlihat mengunjungi DPRD Kab. Bandung.
 DT diketahui pernah bergabung dengan berbagai partai politik besar, dan aktif 
di lembaga kepemudaan. Dia juga sempat memancing keributan di gedung DPRD Kab. 
Bandung karena sikapnya yang tidak sopan.
 Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kab. Bandung Arifin Sobari mengatakan, peristiwa 
pembakaran itu bernuansa politis. Pasalnya, kata Arifin, DT tampak merencanakan 
aksi pembakaran itu.
 "Kita lihat sendiri, dia sengaja mengecat ulang motor Vespa-nya. Pelat nomor 
motornya dicabut. Motornya dia pereteli, dan dia tidak membawa identitas. 
Ketika kami tanyai, dia juga tidak mau membuka mulut," kata Arifin.
 Arifin meminta agar polisi mengungkap motif sebenarnya dari pembakaran itu, 
dan mengungkap orang-orang yang terlibat dalam aksi DT. Menurut keterangan 
warga sekitar, DT tidak sendirian dalam melakukan aksinya. Dia ditemani dua 
orang yang mengendarai sepeda motor bebek, dan mereka terlihat membawa botol 
berisi bensin. Namun, dua orang itu segera melarikan diri ketika kantor PKS 
terbakar.
 Hilangkan dokumen?
 Ketika ditemui seusai berkunjung ke kantor Redaksi Pikiran Rakyat, calon 
Gubernur Jawa Barat yang diusung PKS Ahmad Heryawan enggan mengomentari 
pembakaran kantor DPD PKS Kab. Bandung. "Saya tidak akan menuduh pihak mana 
pun. Pelaku hanya oknum yang mungkin memiliki kekecewaan. Semua saya serahkan 
kepada kepolisian untuk mengusutnya sampai tuntas," katanya.
 Sementara Sekretaris DPW PKS Jabar Yudi Widiana Adia menyatakan, saat ini tim 
Hade sedang mengumpulkan berkas jenis C-1 sebagai dokumen resmi saksi di 
pengadilan. "Dari kejadian ini, ada indikasi menghilangkan dokumen C-1 dengan 
berbagai cara," katanya.
 Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ginandjar Kartasasmita menyesalkan 
kejadian tersebut. Menurut Ginandjar, kejadian itu merupakan tindakan anarkis 
dan menunjukkan masih ada ketidaksiapan berdemokrasi. 
 Ginandjar mencurigai, ulah itu dilakukan orang yang mau mengacau dan memancing 
di air keruh dengan mengadu domba. Ia berharap, pihak keamanan bisa mengambil 
langkah tegas. "Jangan biarkan masalah itu berlarut-larut dan tidak tuntas 
karena bisa berdampak ke pilgub dan pilkada di daerah lain, serta pemilu dan 
pilpres tahun depan," ujarnya.
 Kantor PKS dijaga
 Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol. Drs. Bambang Suparsono memerintahkan untuk 
menerjunkan polisi guna menjaga beberapa kantor sekretariat PKS, di antaranya 
sekretariat DPD PKS Jawa Barat Jln. Soekarno-Hatta Bandung. 
 Sementara Gubernur Jabar Danny Setiawan menyesalkan terjadinya pembakaran 
kantor DPC PKS Kab. Bandung. Menurut dia, hal itu bisa mencederai suasana 
kondusif, damai, dan demokratis yang sudah tercipta pada Pilgub Jabar.
 Sebagai kandidat, Danny menegaskan bahwa cara-cara tercela semacam itu, tidak 
dilakukan Da’i. Sebaliknya, mereka selalu mengedepankan etika dan sikap 
gentleman dalam bertindak. (A-72/A-124/A-132/A-158/A-136/CA-164/CA171/CA-178)***
   Penulis:




 


        

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke