Salam

Sekedar kilas info, bagi yg tertarik.

Nasrul
(Rakyat Jawa Barat)


http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/15/0100256/jppr.pilkada.jabar.bisa.bermasalah

Selasa, 15 April 2008 | 01:00 WIB  JAKARTA, SELASA-Banyaknya masyarakat yang 
tidak terdaftar sehingga tak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Jawa 
Barat, amat berpotensi untuk menjadi masalah.
"Soal ini kemungkinan besar akan dipersoalkan, terutama oleh pasangan calon 
yang kalah. Pasalnya, kami memperkirakan partisipasi masyarakat hanya sekitar 
65 persen, sedangkan angka golput berkisar 35 persen," ungkap Koordinator 
Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Jeirry Sumampouw, di 
Jakarta, Senin (14/4) malam.
Saat ini saja, menurut JPPR, mulai ada komplain dari banyak tempat, karena 
rakyat di wilayahnya tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). "Dan tak 
sedikit yang  tidak menerima kartu pemilih atau undangan untuk memilih," 
tambahnya.
Dari pemantauan kualitatif timnya, ada lokasi tertentu yang hanya didatangi 
antara 50 hingga 60 persen pemilih, dan paling tinggi hanya 70 persen saja. 
"Hal ini disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, banyak masyarakat yang tidak 
terdaftar di DPT. Kedua, banyak masyarakat yang terdaftar di DPT, tapi tidak 
memiliki kartu pemilih dan undangan, sehingga tidak bisa mencoblos. Ketiga, 
sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kurang. Dan keempat, kegiatan 
pemilihan hari Minggu, sehingga banyak masyarakat yang keluar kota, tak ada di 
tempat dan memilih untuk pergi berekreasi atau mengurus usahaketimbang memilih 
di TPS," ungkap JPPR.
Selain itu, ada fakto kelima, yakni profil calon dan program yang mereka 
tawarkan kurang begitu dikenal oleh masyarakat. "Tetapi bagaimana pun 
masyarakat yang sudah menentukan pilihan (yang berkesempatan memilih), harus 
dihargai hasil jerih payahnya sekarang. Sebab, kemenangan di Pemilihan Kepala 
Daerah (Pilkada) ini, merupakan kemenangan rakyat, bukan kemenangan salah satu 
pasangan kandidat atau Parpol tertentu," kata Jeirry Sumampouw.
Dari pemantauan JPPR selanjutnya, jalannya pemungutan dan penghitungan suara  
berlangsung baik serta aman. "Tidak ada masalah dan pelanggaran berarti yang 
mengganggu proses Pilkada pada hari H. Masyarakat dapat menyalurkan hak 
politiknya secara bebas, transparan dan dalam suasana yang kondusif," papar 
Jeirry Sumampouw lagi.(ANT)
  




 


        

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke