Walah2, gini lho, yg saya bahas soal ghiroh adalah pak hasyim, kan ada
yg mbandingin dg g.dur, yg seolah-olah p.hasyim gak progresip gara2
gak ikutan dukung ahmadiyah. Jd disini letak kata2 ghirohnya.

Soal kekerasan saya juga gak se7, selama masih bs diajak ngomong bin
musyawarah.

On 6/5/08, Ahmad Badrudduja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ghirah Islamiyah bagus. Tetapi yang memiliki ghirah bukan hanya orang-orang
> yang selama ini berteriak-teriak membela Islam seperti FPI. Orang-orang yang
> memperjuangkan pluralisme seperti Gus Dur juga punya ghirah Islamiyyah juga.
>
> Ini yang perlu diluruskan. Selama ini masyarakat salah kaprah menganggap
> bahwa mereka yang paling teriak keras Allahu Akbar, merekalah yang paling
> dianggap memiliki ghirah Islamiyyah.
>
> Sementara kelompok-kelompok yang mengikuti ide-ide Gus Dur dianggap pro
> kelompok non-Islam, tak memiliki ghirah sama sekali.
>
> Menurut saya, ini adalah anggapan yang sama sekali tak tepat. Ghirah
> mempunyai banyak bentuk. Apapun bentuknya, ghirah harus dilaksanakan dengan
> cara dan metode yang benar. Kalau ghirah disalurkan dengan cara seperti FPI
> atau ormas-ormas Islam radikal itu, ya justru malah menjadi boomerang bagi
> Islam sendiri. Artinya, menjadi senjata yang makan tuan.
>
> AHMAD
>
>
>
>
>
>
>
> Muhammad Kholil Hamzah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>    Ghiroh Islamiyah, progresip dan toleran jangan disalah artikan.
>  Orang punya Ghiroh Islamiyah jangan bilang gak toleran. Karena smua
>  ada tempatnya. Saya kira kita harus bijak mensikapi
>
>  On 6/3/08, Hatim Gazali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  > Kayaknya pak hasyim perlu banyak belajar dan membaca buku lagi sebelum
>  > berkomentar. Aku kangen dengan pemimpin NU yang progresif seperti yang
>  > pernah ditunjukkan oleh Gus Dur. Adakah yang bisa mewakili Gus Dur di
> PBNU?
>  >
>  >
>  > Nur Rochman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  >           Kalau memang Kyai Hasyim punya bukti penodaan dan penistaan
> agama,
>  > maka sudah sepatutnya beliau mengadukan Ahmadiyah ke Pengadilan, yo opo
> Pak
>  > Kyai kok malah pernyataannya seperti ini njenengan ini pemimpin umat
> bukan
>  > ketua umum parpol seharusnya cukup ngerti kasus monas itu jelas ada
>  > kekerasaan secara terorganisir oleh sekelompok orang dalam sebuah negara
>  > yang menyatakan sebagai negara hukum.
>  >
>  > Apakah benar bahwa Ahmadiyah itu menodai agama islam, bagaimana dengan
>  > kelompok yang melakukan kekerasaan atas nama agama islam........itu bukan
>  > penodaan agama pak kyai........???
>  >
>  > Regards
>  >
>  > 03/06/2008 14:42 WIB
>  > PBNU: FPI & AKKBB Keliru Meletakkan Konotasi Ahmadiyah
>  > Nurul Hidayati - detikcom
>  >
>  > Jakarta - Bagaimana PBNU, ormas Islam terbesar di Tanah Air memandang
> rusuh
>  > Monas 1 Juni? Mereka berpandangan, baik FPI maupun AKKBB, keliru memaknai
>  > Ahmadiyah.
>  >
>  > "Kelompok yang berada di Monas (FPI dan Aliansi Kebangsaan untuk
> Kebebasan
>  > Beragama dan Berkeyakinan/AKKBB) keliru meletakkan konotasi Ahmadiyah
> ini,
>  > sehingga mereka mengatakan bahwa Ahmadiyah ini adalah masalah kebebasan
>  > beragama dan berkeyakinan," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dalam
>  > pernyataan tertulis yang dikirimkan pada detikcom, Selasa (3/6/2008).
>  >
>  > Hasyim menuturkan, sebenarnya, masalah Ahmadiyah ini bukan masalah
> kebebasan
>  > beragama dan berkeyakinan, tetapi ada masalah penodaan agama tertentu,
> dalam
>  > hal ini adalah Islam.
>  >
>  > Menurutnya, kalau Ahmadiyah lahir sebagai agama tersendiri, itu tidak
>  > masalah. Tapi kalau dia (Ahmadiyah) mengaku Islam, lalu nabinya ada dua,
> itu
>  > masalah dalam konteks ke-Islam-an, tidak dalam konteks agamanya
> (Ahmadiyah).
>  >
>  > "Saya kira, dalam agama lain pun demikian. Misal, jika ada orang Kristen
> dan
>  > saya orang Islam, tentu ia harus rela, karena hal itu adalah masalah
>  > kebebasan beragama. Tapi, jika ada orang Kristen mengaku orang Kristen,
> tapi
>  > salibnya tidak ada Yesus-nya, tapi gambar orang lain, dia tersinggung
>  > enggak? Berarti itu adalah penodaan terhadap intern Kristen sendiri,"
> beber
>  > Hasyim.
>  >
>  > Jadi, imbuh Hasyim, ini adalah masalah meletakkan Ahmadiyah dalam konteks
>  > kebebasan beragama, padahal ini konteksnya adalah pembelokan dari agama
>  > tertentu. Lain kalau dia (Ahmadiyah) sebagai agama sendiri, itu malah
> bebas,
>  > dalam konteks konstitusi Indonesia.
>  >
>  > "Jadi, hendaknya dibedakan antara kebebasan beragama dan berkeyakinan
> dengan
>  > masalah penodaan terhadap agama tertentu. Lalu, terjadi kekaburan atas
> dua
>  > hal yang saya sebutkan tadi," ungkapnya.
>  >
>  > Hasyim juga menyatakan, pihak yang menyerang telah melakukan kesalahan di
>  > mana kekerasan dilakukan tanpa prosedur hukum yang berlaku. Apa pun
>  > alasannya, hal itu tidak dapat dibenarkan di dalam negara hukum seperti
>  > Indonesia ini.
>  >
>  > Pemerintah sendiri, lanjut Hasyim, sampai hari ini lebih banyak berwacana
>  > daripada melakukan tindakan prevensi dan represi. Prevensi artinya
> mencegah
>  > agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Represi agar bisa
> menekan
>  > mereka gerakan yang bertentangan dengan hukum negara. ( nrl / asy )
>  >
>  > [Non-text portions of this message have been removed]
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  >
>  > [Non-text portions of this message have been removed]
>  >
>  >
>
>
>
>
>
> Ahmad Badrudduja
>
> Inna ikhtilaf al-mukhtalifin fi al-haqq la yujibu ikhtilaf al-haqq fi
> nafsihi
> Kebenaran tak menjadi banyak hanya karena orang-orang berbeda pendapat
> -- Ibn al-Sid al-Batalyawsi (w. Valencia 1127 M)
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>

Kirim email ke