karena mungkin berbahaya mas...perempuan pada umumnya tidak memiliki kemampuan bela diri...sementara profesi tukang ojeg sangat rawan bahaya (mengantar penumpang ke daerah sepi misalnya) walaupun dari sisi lain keberadaan ojek perempuan sebenarnya sangat dibutuhkan untuk melayani perempuan juga. saya pribadi, sampai saat ini merasa risih untuk naek ojek, dan lebih memilih minta tolong saudara untuk mengantar, klo kepepet, y jalan kaki...alangkah indahnya klo ada ojek perempuan...so, menurut saya ya boleh2 aja perempuan jadi tukang ojeg tapi dengan beberapa syarat, diantaranya; menutup aurat sebagaimana syarat wanita berprofesi pada umumnya, melayani penumpang perempuan, membatasi diri dengan waktu dan tempat kerja...hal ini untuk menghindari mafsadah yang bisa timbul bagi tukang ojeg perempuan, jangan sampai alih2 mendapat sumber kehidupan malah kehilangan kehormatan bahkan nyawa melayang...
--- On Wed, 20/1/10, sofwan nadi <[email protected]> wrote: From: sofwan nadi <[email protected]> Subject: [kmnu2000] Kenapa Profesi Tukang Ojeg Perempuan kok diharamkan? To: [email protected] Date: Wednesday, 20 January, 2010, 8:01 AM Salam, Tahu dari www.lintasberita. com diberitakan bahwa komunitas pontren putri berfatwa mengharamkan perempuan jadi tukang ojeg. Silahkan telusuri melalui www.lintasberita. com Ojek Wanita, Melawan 'Haram' Demi Sesuap Nasi Semangat Lasmi sempat mengendur saat mengetahui adanya keputusan Forum Musyawarah Pondok Pesantren P... JAKARTA - Semangat Lasmi sempat mengendur saat mengetahui adanya keputusan Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri se-Jawa Timur (FMP3), yang salah satunya memfatwakan haram bagi perempuan untuk naik ojek atau berprofesi sebagai tukang ojek. “Lalu siapa yang mau nanggung hidup saya dan keluarga?” ujar pengojek perempuan yang biasa mangkal di kawasan Karet, Jakarta Pusat ini, saat ditemui okezone, Selasa (19/1/2010). Komentar: Proses fatwa yang melihat sebelah mata dari "cara pandang teks buku", yang menutup mata dari "cara pandang konteks masyarakat dan budaya" dapat menghasilkan ke-"tidak-memihak" -an produk fatwa kepada umat. Ajaran samawi datang untuk mengangkat umat manusia dari kesulitan hidup di dunia. Sehingga seyogyanya ulama datang untuk mengentaskan masyarakat dari kesulitan; atau paling tidak, tidak menambah-nambah kesulitan pada kehidupan masyarakat yang sudak cukup sulit. Inilah hikmah dibalik sabda "pertanda akhir zaman adalah ulama yang ditinggalkan umat" Memaknai sabda ini: Kenapa Ulama ditinggalkan ummat? Sebab Ulama tidak peduli ummat. Ulama lebih peduli dengan kesukaan pada diri mereka sendiri. [Non-text portions of this message have been removed] Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ [Non-text portions of this message have been removed]
