Moqsith: Teks Qur'an saja tak 
Cukuphttp://www.jurnalismewarga.com/agama/964_moqsith%3A+teks+qur%26%23039%3Ban+saja+tak+cukup.html

Yogyakarta-- Community for Religion and Social engineering (CRSe) dan
BEMJ Tafsir Hadist Fak. Ushuluddin bekerjasama dengan Jaringan Islam
Liberal (JIL) mengadakan launching dan diskusi buku “Metodologi Studi
al-Qur’an” di ruang Theatrical Fak. Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga
(21/12/09). Diskusi ini menghadirkan narasumber Dr. Abd. Moqsith
Ghazali (JIL), Jadul Maula dan Dr. M. Nur Ichwan.


Cara penafsiran terhadap al-Qur’an, demikian Dr. Abd. Moqsith
Ghazali, tidak cukup hanya terpaku pada teks saja, tetapi juga harus
memperhatikan asbab al-nuzul, kontekstualisasi makna dan maqashid
al-syariah (tujuan syariat). Memang, lanjut Moqsith, para ulama klasik
berhasil memberikan rumusan-rumusan dalam penafsiran, tetapi rumusan
tersebut perlu mendapat revisi dan perbaikan disana-sini. Karena
itulah, buku yang ditulis bertiga ini, Abd. Moqsith Ghazali, Lutfi
Assyaukanie, dan Ulil Absar Abdallah, ingin memberikan kerangka dasar
dalam melakukan penafsirkan al-Qur’an.

Namun demikian, menurut Jadul Maula, buku ini tengah menyerang
kelompok-kelompok yang menafsirkan al-Qur’an secara literal. Karena
itulah, Jadul Maula menilai bahwa buku ini penting dengan mengajukan
catatan bahwa teks (nash) al-Qur’an tetap diperlukan.
Komentar:
Saya belum baca buku Mas Muqsith ini. 
Kalau dari tulisan di jurnalismewarga.com, nampaknya oke juga. Tapi denger dari 
kawan-kawan agak "negatif", gitu. Sampai-sampai teman bilang: "kok Mas Muqsith 
dkk bisa se-vulgar gitu, padahal kan santri totok, kaya kita"

Jadi penasaran juga.... soalnya saran di buku ini nampak senada dengan prinip 
berfikir Pak Latif. 

Dalam catatan pribadi saya, cara tafsir seperti itu memang perlu. Makanya saya 
bisa mengerti cara berfikir Pak Latif. Tapi, saya perlu juga meneliti apa 
bedanya pemikiran Mas Muqsith dalam tulisan ini dengan saya sendiri. Dan apa 
bedanya dengan Pak Latif.

Teman-teman, ada yang sudah baca dengan buku ini? Tolong apa kesan Njenengan?



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke