Salam,
Tahu dari www.lintasberita.com diberitakan bahwa komunitas pontren putri
berfatwa mengharamkan perempuan jadi tukang ojeg. Silahkan telusuri melalui
www.lintasberita.com
Ojek Wanita, Melawan 'Haram' Demi Sesuap Nasi
Semangat Lasmi sempat mengendur saat mengetahui adanya keputusan Forum
Musyawarah Pondok Pesantren P...
JAKARTA -
Semangat Lasmi sempat mengendur saat mengetahui adanya keputusan Forum
Musyawarah Pondok Pesantren Putri se-Jawa Timur (FMP3), yang salah
satunya memfatwakan haram bagi perempuan untuk naik ojek atau
berprofesi sebagai tukang ojek.
“Lalu siapa yang mau nanggung
hidup saya dan keluarga?” ujar pengojek perempuan yang biasa mangkal di
kawasan Karet, Jakarta Pusat ini, saat ditemui okezone, Selasa
(19/1/2010).Komentar:
Proses fatwa yang melihat sebelah mata dari "cara pandang teks buku", yang
menutup mata dari "cara pandang konteks masyarakat dan budaya" dapat
menghasilkan ke-"tidak-memihak"-an produk fatwa kepada umat.
Ajaran samawi datang untuk mengangkat umat manusia dari kesulitan hidup di
dunia. Sehingga seyogyanya ulama datang untuk mengentaskan masyarakat dari
kesulitan; atau paling tidak, tidak menambah-nambah kesulitan pada kehidupan
masyarakat yang sudak cukup sulit. Inilah hikmah dibalik sabda "pertanda akhir
zaman adalah ulama yang ditinggalkan umat"
Memaknai sabda ini: Kenapa Ulama ditinggalkan ummat? Sebab Ulama tidak peduli
ummat. Ulama lebih peduli dengan kesukaan pada diri mereka sendiri.
[Non-text portions of this message have been removed]