mas riz,
anggaplah saya sebagai salesman sabun mandi cair
apakah saya akan menjual pisau itu di depan pagar sekolah?
tentu tidak, karena anak sekolah tidak perlu sabun mandi
cair. bukan berarti mereka tidak mandi, tetapi akan lebih
tepat kalau saya jualan alat tulis.

kasus I.
ok, berarti sabun mandi cair saya harus dijual di daerah
perumahan. nah di sini kita harus main2 dengan konsep
"sosial". kalau kita jualan sabun mandi cair di perumahan
kelas menengah, barangkali tidak akan terlalu laku. karena
mereka biasa menggunakan sabun batangan. agar laku, berarti
kita harus berpromosi. tidak cukup hanya door-to-door
menawarkan sabun cair tersebut dan kegunaanya. tapi kita
harus memainkan "citra" tersebut. misalnya kita bilang bahwa
sabun cair itu "untuk orang yang berpikir praktis", "untuk
orang yang selalu aktif dan dinamis", dll. jadi "citra" itu
yang kita bangun dahulu. beruntunglah sabun cair dicitrakan
oleh artis-artis cantik, dll. bagaimana bila sabun cair
diperankan oleh artis-artis antagonis? bagaimana dampaknya?
bisa-bisa kita jualan sampai pegel door-to-door, lakunya
hanya beberapa! jadi usaha itu harus dibarengi dengan
"citra".

kasus II.
ok, itu jika di perumahan yang mereka belum familiar dengan
sabun cair dan biasa menggunakan sabun batangan. tetapi
bagaimana jika ada suatu daerah yang orangnya justru
mandinya jarang pakai sabun? apakah cara jualan kita sama
dengan kasus di atas? tentu tidak. karena kita akan
mencitrakan "sabun" secara umum. barangkali mau jualan sabun
batangan atau sabun cair, kalau penduduk tersebut tidak
dijelaskan fungsi sabun, ya percuma saja. kalau "first
impression" dari penduduk tersebut tentang sabun adalah yang
cair, maka mereka akan lebih mengenal sabun sebagai bentuk
yang cair.

kasus III.
ok, dua kasus itu tidak terlalu sulit. tetapi tetap butuh
usaha yang lebih dari sekedar banting-tulang, jualan
sana-sini, memperluas "pemasaran" hingga ke pelosok-pelosok.
kasus ketiga (terakhir). kita harus jualan sabun cair ke
daerah yang penduduknya buta tentang sabun. pokoknya mandi
ya pake air. tiba-tiba, sebelum kita datang ke sana dan
menjelaskan fungsi sabun, mereka mendapat kabar (ntah
darimana), bahwa sabun itu haram karena dari lemak
babi(misalnya), sabun itu pemborosan, dll. apa yang terjadi?
jangankan sampai mereka membeli sabun itu, kita datang ke
daerah mereka saja bisa2 dianggap menyebarkan hal-hal yang
negatif. padahal niat kita hanya untuk jualan sabun, dan
sabun demi kebersihan dan kesehatan mereka. tetapi apakah
kita bisa paksakan pikiran kita dengan pikiran mereka?
apakah kita bisa jelaskan pengalaman kita menggunakan sabun
untuk membujuk mereka? tidak semudah itu! jangan-jangan
malah ketua penduduk di situ pengeluarkan anjuran kepada
anggotanya agar tidak usah membeli sabun! dalam kasus
inilah, kekuatiran saya lebih ditekankan. karena semua sudah
terlambat. sudah terbentuk citra yang salah tentang sabun,
sehingga boro-boro saya mau jualan sabun cair, lah mereka
sudah benci dengan sabun!

contoh-contoh kasus di ataslah yang mudah-mudahan bisa
menjadi gambaran betapa pentingnya "citra" internet itu
ditegakkan. selama ini yang saya lihat, apa-apa dihitung
dari angka. ada sekian pengguna internet, ada sekian warnet,
akan ada sekian warnet di daerah A, dst. dst. tetapi
sudahkah kita mengkaji dampaknya? apa yang terjadi kalau
semua orang sibuk berbisnis dan main kuantitatif, lalu lupa
dengan "citra" internet? bagaimana kalau sampai contoh kasus
III terjadi dengan jualan internet kita?

untuk kasus I, mudahlah kita bekerja. anggap saja kita
promosi internet di perguruan tinggi atau kota-kota besar.
beritahu saja nilai plus dari internet, maka tidak sulit
mengajak orang untuk menggunakan internet. bisa dengan
seminar, workshop, dll.

untuk kasus II, ini perlu sedikit berupaya. program
sekolah2000, JIS, pelatihan turun gunung, dll yang sifatnya
door-to-door akan bisa mendapatkan hasil yang kita harapkan.
memang butuh kesabaran, asalkan belum tercipta antipati
terhadap internet. bahkan program sekolah2000 pernah ke
pesantren, itu karena pesantren yang dikunjungi belum/tidak
antipati dengan internet. mereka belum tahu apa itu
internet. itu jauh lebih baik daripada mereka sudah tau
internet, tapi yang negatifnya. itulah yang terjadi pada
kasus III.

untuk kasus III, ini benar-benar sulit. karena citra
internet sudah buruk, maka jangankan kita mengadakan
workshop atau pelatihan door-to-door, mengajukan niat untuk
memperkenalkan internet saja mungkin sudah ditolak. bisa
penolakan tersebut oleh institusi pemerintah, agama,
pendidikan maupun masyarakat.

oleh karena itu, saya ingin sekali agar bapak-bapak atau
ibu-ibu yang berbisnis internet atau yang hidup dari jualan
internet, mulailah berpikir untuk mengkampanyekan atau
mengkomunikasikan Internet dengan benar. kesadaran inilah
yang perlu bersama-sama kita bangun. buat program-program
yang mendukung "sehatnya" Internet. sehingga kejadian pada
kasus III tidak akan terjadi di dunia Internet kita. 

mungkin sekarang belum terasa. paling hanya beberapa kasus
yang satu-dua saja di beberapa daerah:
a. aparat pemda mendatangi warnet untuk menanyakan surat
ijin hiburan
b. polisi meminta warnet untuk tidak menerima anak
berpakaian sekolah
c. ada kasus sweeping warnet saat bulan puasa
d. ada anak2 abg patungan ngakses warnet untuk buka situs
porno
e. ada warnet di daerah yang dianggap sebagai "tempat pijat"
f. ada ibu2 melarang anaknya mengakses internet di rumah
maupun di warnet
g. ada rumah tangga yang anti dengan internet
h. ada beberapa media massa yang getol memberitakan
pornografi di internet
i. mau cari artis indonesia bugil? di internet....
j. makin maraknya situs bugil yang berisi orang indonesia

ya ini sih cuman gejala. yang tidak mau kuatir, ya jangan
kuatir. yang mau tetap berbisnis, ya jangan pula tidak bisa
tidur malam ini. santai saja, bisnis anda akan tetap jalan.
toh yang mendapatkan citra "negatif" bukan bisnis anda. toh
anda hanya jualan akses Internet, jualan bandwidth,
menyewakan internet, e-commerce, ceramah tentang internet,
dll. pokoknya anda menjual produk internet dalam jumlah
banyak dan harga yang pantas!

lalu siapkah anda memikirkan bagaimana mempertahankan citra
Internet yang anda jual? siapkah memikirkan dampak dari
Internet tersebut kepada konsumen anda? siapkah anda
menghadapi kenyataan pada contoh kasus III, hanya gara-gara
kita "lupa" mensosialisasikan Internet?

mungkin ini posting saya yang kesekian yah. hehehehe... saya
sendiri mulai mikir2... apa saya yang terlalu paranoid. am I
facing the truth or creating a myth? ya saya hanya bisa
berpendapat, jika suatu saat nanti ternyata hal-hal yang
saya kuatirkan tidak terjadi, maka saya siap pasang badan
dan menyatakan minta maaf. tetapi jika terjadi, paling tidak
saya sudah mencoba untuk mengingatkan, setidaknya
mengingatkan diri saya sendiri.... :)

-dbu-
Pekerja TI Biasa

On Mon, 25 Feb 2002 14:08:53 +0700
 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: "donny b.u." <[EMAIL PROTECTED]>
> ....
> > berulang kali saya posting tentang pornografi dan
> terakhir
> > soal judi, konteksnya BUKAN "mempertanyakan" akibat
> dari
> > "konten" pornografi dan judi bagi pengguna Internet.
> tetapi
> > bagaimana agar CITRA Internet itu tidak kemudian
> menjadi
> > salah ketika sampai keterima di masyarakat awam non
> pengguna
> > Internet.
> >
> 
> Woalah, kalau ini konteksnya maka solusinya cuma satu,
> yaitu, bagaimana
> akses internet menjangkau mereka yang masih non pengguna.
> Dan sekarang Pak Onno, Pak Roy, Pak Michael, Pak Maryo,
> Pak Barata, Pak
> Husein, Pak Ase, Pak IMW dan lain-lain masih banyak tokoh
> yang tak akan
> cukup disebut disini, yang saat ini, detik ini sedang
> bertungkus lumus,
> kerja keras membanting tulang untuk membikin akses
> internet itu lebih
> terjangkau yang bisa medidik masyarakat umumnya supaya
> pandai, tidak hanya
> jadi pakar (pandai berkelakar) saja, tapi betul-betul
> memahami dan
> menggunakan internet dengan positif.
> Amin.
> Dan semua perlu waktu, tidak bisa pagi kedelai sore sudah
> jadi tempe.....
> ;o)
> 
> Wass,
> 
> Riz
_______________________________________________
Milis Komunitas Sekolah2000 (A.K.A [EMAIL PROTECTED])
Untuk posting kirim email ke : [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengubah mode langganan anda, berhenti langganan kunjungi:
http://milis.sekolah2000.org/mailman/listinfo/komunitas

Kirim email ke