Mas Donny, Internet itu merupakan barang baru yang masih Fresh From The Oven, jadi semuanya masih menakjubkan, kalau sudah kayak teknologi televisi .... who cares ??? Kan biasanya kalau masih baru selalu jadi ajang pro dan kontra, jadi pusat perselisihan.
Kan dengan televisi kita bisa nonton film porno, kita bisa juga tarohan disana, sudah tentu dengan bantuan pesawat telepon (empat tahun lalu, saya pernah masuk ke dalam satu ruangan di salah satu hotel, isinya menayangkan meja rolet, lalu pemirsanya melakukan taruhan, dan gambar ini katanya di broadcast dari Taiwan), dan bisa bikin hal-hal negatif lain ..... tapi sudah nggak aneh lagi .... ! Jadi ... kita tunggu saja waktunya bergulir ..... kalau sudah saatnya, semuanya akan 'back to normal' lagi .... nggak usah dipikirin susah-susah, mending mikir bagaimana mengatasi kesulitan yang sudah bisa kita cari jalan keluarnya. Opa At 01:45 PM 2/25/2002 +0700, donny b.u. wrote: >ya saya yakin, seyakin-yakinnya... pornografi, judi dan hal >lainnya yang negatif di internet, tidaklah dalam kondisi >gawat darurat, dalam artian, yang tergantung dengan konten >negatif tidaklah banyak, yang saban hari buka2 situs porno >dan situs judi juga tidak sebanyak kita-kita yang membuka >situs positip, belum ada bukti orang kecanduan pornografi >dan judi di internet atau internet menyebabkan kecanduan >pornografi dan judi! > >saya yakin hal itu, sebagaimana rekan2 meyakini. > >tapi konteksnya adalah PRESEPSI orang awam tentang Internet, >atau CITRA Internet bagi orang awam! > >berulang kali saya posting tentang pornografi dan terakhir >soal judi, konteksnya BUKAN "mempertanyakan" akibat dari >"konten" pornografi dan judi bagi pengguna Internet. tetapi >bagaimana agar CITRA Internet itu tidak kemudian menjadi >salah ketika sampai keterima di masyarakat awam non pengguna >Internet. > >kalau orang awam sampai salah mempresepsikan Internet, >misalnya dengan dikaitkan pada pornografi dan judi, maka itu >akan menjadi penghalang/penghambat (barrier to entry) >peningkatan penetrasi Internet. kekuatiran saya adalah >presepsi masyarakat awam dapat mempornokan internet dan >mentabukan warnet >(http://www.ictwatch.com/article.php?sid=40&mode=thread&order=0&thold=0). > >jadi saya mencoba menegaskan, konteksnya bukan pada >"konten"nya, bukan pada "teknis filter", dll. tetapi >bagaimana kita bisa memberikan pemahaman yang berimbang >tentang Internet kepada masyarakat awam non-pengguna >Internet. > >mengapa harus ke masyarakat awam non-pengguna Internet? > >a. karena kita harus meningkatkan penetrasi penggunaan IT, >tentu saja targetnya adalah mereka yang belum menggunakan >IT, dalam hal ini internet. > >b. karena kita harus memberikan "first impression" yang >tepat kepada pengguna Internet yang masih "baru" > >c. karena jumlah masyarakat non-pengguna Internet jauh lebih >banyak daripada pengguna Internet. ini berarti mereka yang >"paham isi internet" jauh lebih sedikit dari mereka yang >tidak tau internet atau tau dari media massa atau >kabar-kabar burung. nah kalau media massa menulis hal yang >negatif tentang Internet, atau kabar2 burung tentang >internet hanya bagian negatifnya saja, maka sebagian besar >yang berpikiran negatif tentang internet akan jauh lebih >banyak daripada mereka yang berpikiran positip. walhasil, >pemerintah dan institusi pendidikan dan agama akan lebih >mendengar suara mayoritas. > >ini lah sebenarnya konteks yang ingin saya coba sampaikan. >saya tidak kuatir dengan "konten" dan "filter" di Internet, >karena kepedulian saya tidak pada mereka yang "telah" >menggunakan Internet. kepedulian saya adalah pada "citra" >internet dan "presepsi masyarakat" tentang internet. > > >Saya hanya ingin suatu saat nanti ada ibu rumah tangga di >suatu daerah kelas menengah-ke bawah yang buta IT, berkata >kepada anaknya, "nak pergilah ke warnet, carikan ibu >resep-resep masakan. karena ibu baca di majalah A, di >internet bisa mencari resep2 masakan,". atau "nak, besok >kita pasang Internet yah. soalnya ibu dengar dari orang dan >di radio, Internet bisa buat nambah pengetahuan. pakailah >ISP B, karena dia bisa membimbing menggunakan Internet >secara benar". > >kalaupun ternyata upaya pengharuman citra Internet tersebut >sudah terlambat, saya hanya ingin, jika suatu saat nanti ada >pihak yang berkata, "INTERNET ITU NEGATIF!", maka kita bisa >bersama-sama menjawab "Internet itu ada positip dan ada >negatif. Kami sudah mempersiapkan cara-cara menangkal yang >negatif, dan kami bisa menyediakan hal-hal positip yang >lebih banyak daripada yang negatif! > >jadi back to basic (yang kerap saya tulis)... >perlu ada kerjasama dengan ISP-ISP (APJII) >perlu ada kerjasama dengan warnet-warnet (Awari & Komitel) >perlu ada kerjasama dengan institusi pendidikan, agama dan >pemerintah. > >jadi kita harus mempromosikan citra positip Internet, >daripada terlambat. dan promosi itu bukan buat kita2 >pengguna Internet, tetapi kepada mereka non-pengguna >Internet.... > >nah kalau kita selalu berpikir bisnis, untung-rugi dan >kuantitatif... gimana mau mikirin citra...... khan sudah >terbukti, membangun sarana fisik tanpa dibarengi pembangunan >mental SDM penggunanya, hasilnya akan acak-adut :D > >-dbu- >Pekerja TI Biasa >_______________________________________________ >Milis Komunitas Sekolah2000 (A.K.A [EMAIL PROTECTED]) >Untuk posting kirim email ke : [EMAIL PROTECTED] >Untuk mengubah mode langganan anda, berhenti langganan kunjungi: >http://milis.sekolah2000.org/mailman/listinfo/komunitas _______________________________________________ Milis Komunitas Sekolah2000 (A.K.A [EMAIL PROTECTED]) Untuk posting kirim email ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk mengubah mode langganan anda, berhenti langganan kunjungi: http://milis.sekolah2000.org/mailman/listinfo/komunitas

