Salah satu jalan keluarnya, aktivitas internet harus sejalan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama di bidang ekonomi dan pendidikan.
Untuk sampai ke sana, jalan masih panjang dan berliku karena tantangan yang dihadapi juga begitu luas. Jadi kalau ada persepsi negatif dari internet, saya mah wajar saja karena yang banyak dipublikasikan juga aktivitas ini yang notabenenya tidak dilakukan semua orang. Terpaksa kita harus menerima kenyataan bahwa waktu juga yang akan membuktikan manfaat internet bagi masyarakat. Salam, FES --- "donny b.u." <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ya saya yakin, seyakin-yakinnya... pornografi, judi > dan hal > lainnya yang negatif di internet, tidaklah dalam > kondisi > gawat darurat, dalam artian, yang tergantung dengan > konten > negatif tidaklah banyak, yang saban hari buka2 situs > porno > dan situs judi juga tidak sebanyak kita-kita yang > membuka > situs positip, belum ada bukti orang kecanduan > pornografi > dan judi di internet atau internet menyebabkan > kecanduan > pornografi dan judi! > > saya yakin hal itu, sebagaimana rekan2 meyakini. > > tapi konteksnya adalah PRESEPSI orang awam tentang > Internet, > atau CITRA Internet bagi orang awam! > > berulang kali saya posting tentang pornografi dan > terakhir > soal judi, konteksnya BUKAN "mempertanyakan" akibat > dari > "konten" pornografi dan judi bagi pengguna Internet. > tetapi > bagaimana agar CITRA Internet itu tidak kemudian > menjadi > salah ketika sampai keterima di masyarakat awam non > pengguna > Internet. > > kalau orang awam sampai salah mempresepsikan > Internet, > misalnya dengan dikaitkan pada pornografi dan judi, > maka itu > akan menjadi penghalang/penghambat (barrier to > entry) > peningkatan penetrasi Internet. kekuatiran saya > adalah > presepsi masyarakat awam dapat mempornokan internet > dan > mentabukan warnet > (http://www.ictwatch.com/article.php?sid=40&mode=thread&order=0&thold=0). > > jadi saya mencoba menegaskan, konteksnya bukan pada > "konten"nya, bukan pada "teknis filter", dll. tetapi > bagaimana kita bisa memberikan pemahaman yang > berimbang > tentang Internet kepada masyarakat awam non-pengguna > Internet. > > mengapa harus ke masyarakat awam non-pengguna > Internet? > > a. karena kita harus meningkatkan penetrasi > penggunaan IT, > tentu saja targetnya adalah mereka yang belum > menggunakan > IT, dalam hal ini internet. > > b. karena kita harus memberikan "first impression" > yang > tepat kepada pengguna Internet yang masih "baru" > > c. karena jumlah masyarakat non-pengguna Internet > jauh lebih > banyak daripada pengguna Internet. ini berarti > mereka yang > "paham isi internet" jauh lebih sedikit dari mereka > yang > tidak tau internet atau tau dari media massa atau > kabar-kabar burung. nah kalau media massa menulis > hal yang > negatif tentang Internet, atau kabar2 burung tentang > internet hanya bagian negatifnya saja, maka sebagian > besar > yang berpikiran negatif tentang internet akan jauh > lebih > banyak daripada mereka yang berpikiran positip. > walhasil, > pemerintah dan institusi pendidikan dan agama akan > lebih > mendengar suara mayoritas. > > ini lah sebenarnya konteks yang ingin saya coba > sampaikan. > saya tidak kuatir dengan "konten" dan "filter" di > Internet, > karena kepedulian saya tidak pada mereka yang > "telah" > menggunakan Internet. kepedulian saya adalah pada > "citra" > internet dan "presepsi masyarakat" tentang internet. > > > Saya hanya ingin suatu saat nanti ada ibu rumah > tangga di > suatu daerah kelas menengah-ke bawah yang buta IT, > berkata > kepada anaknya, "nak pergilah ke warnet, carikan ibu > resep-resep masakan. karena ibu baca di majalah A, > di > internet bisa mencari resep2 masakan,". atau "nak, > besok > kita pasang Internet yah. soalnya ibu dengar dari > orang dan > di radio, Internet bisa buat nambah pengetahuan. > pakailah > ISP B, karena dia bisa membimbing menggunakan > Internet > secara benar". > > kalaupun ternyata upaya pengharuman citra Internet > tersebut > sudah terlambat, saya hanya ingin, jika suatu saat > nanti ada > pihak yang berkata, "INTERNET ITU NEGATIF!", maka > kita bisa > bersama-sama menjawab "Internet itu ada positip dan > ada > negatif. Kami sudah mempersiapkan cara-cara > menangkal yang > negatif, dan kami bisa menyediakan hal-hal positip > yang > lebih banyak daripada yang negatif! > > jadi back to basic (yang kerap saya tulis)... > perlu ada kerjasama dengan ISP-ISP (APJII) > perlu ada kerjasama dengan warnet-warnet (Awari & > Komitel) > perlu ada kerjasama dengan institusi pendidikan, > agama dan > pemerintah. > > jadi kita harus mempromosikan citra positip > Internet, > daripada terlambat. dan promosi itu bukan buat kita2 > pengguna Internet, tetapi kepada mereka non-pengguna > Internet.... > > nah kalau kita selalu berpikir bisnis, untung-rugi > dan > kuantitatif... gimana mau mikirin citra...... khan > sudah > terbukti, membangun sarana fisik tanpa dibarengi > pembangunan > mental SDM penggunanya, hasilnya akan acak-adut :D > > -dbu- > Pekerja TI Biasa > > _______________________________________________ Milis Komunitas Sekolah2000 (A.K.A [EMAIL PROTECTED]) Untuk posting kirim email ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk mengubah mode langganan anda, berhenti langganan kunjungi: http://milis.sekolah2000.org/mailman/listinfo/komunitas

