----------
[INDONESIA-L] MARINA - Kesaksian Seorang Perwira TNI AD di Ambon
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Sat, 27 Feb 1999 02:52:37 +0700
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Kesaksian Seorang Perwira TNI AD di Ambon
Ada pola-pola khusus yang diterapkan para perusuh. Kalau
kampung yang akan diserang penduduknya heterogen, mereka hanya
merusak rumah musuhnya. Sebaliknya, kalau homogen (kebanyakan
orang Islam), mereka membakar dan menjarahnya. Soal lainnya,
di kota terpancang banyak spanduk seperti "Muhammad Banci",
"Bugis, Buton, Makasar Segera Tinggalkan Kota Ambon", atau
"Anda Telah Memasuki Wilayah Israel". Rumah-rumah orang
Ambon digambari salib dan Bintang Daud.
Mereka punya skenario cukup matang. Misalnya, sebelum beraksi
mereka membuat killing ground untuk tentara yang tewas. Salah
satu caranya, dengan memancing satu regu tentara yang sedang
berjaga. "Pembuat kerusuhan ada di sana, Pak, di daerah Gudang
Arang," kata seorang perusuh. Tentara segera berlari ke sana.
Nah, prajurit yang lari paling belakang disikat pakai parang.
Tangannya yang lepas dikubur, sedangkan badannya dihanyutkan
ke sungai. Jadi, ini bukan perkara kriminal.
Gerombolan penyerang juga memakai atribut khusus. Di hari
pertama, misalnya, mereka memakai ikat kepala warna merah.
Mereka juga menggunakan telik sandi yang biasa digunakan tentara.
Caranya, mereka mencegat orang-orang dan menanyakan mereka
dengan kata sandi, "Inggris atau Korea?"
Inggris berarti Islam (diambil dari huruf I). Korea berarti Kristen
(disandi dari K). Orang yang ditanya harus menjawab, "Korea."
Kalau diam saja, apalagi menjawab "Inggris", ia dianggap musuh
dan ditebas sampai mati. Lainnya, mereka menggunakan parang
yang telah diasah tajam dan lancip. Lalu, panah api dan panah
bermata dua.
Di hari ketiga, mereka mengganti ikat kepalanya dengan warna ungu.
Kata sandinya berubah juga, menjadi Terang (untuk Islam alias
musuh) dan Garam (untuk Kristen). Di hari keempat, kala ultimatum
tembak di tempat diumumkan ABRI, dalam penggeledahan
ditemukan peluru senapan dari para penyerang asal Ambon.
Yang membawa orangnya hitam, tegap, bertato, dan logat
bicaranya campuran Ambon dan Jakarta.
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!