Astaghfirullah Al Adziim...




-----Original Message-----
From: rm <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, March 02, 1999 9:04 AM
Subject: [Kuli Tinta] Kesaksian Seorang Perwira TNI AD di Ambon


>----------
>
>[INDONESIA-L] MARINA - Kesaksian Seorang Perwira TNI AD di Ambon
>
>From: [EMAIL PROTECTED]
>Date: Sat, 27 Feb 1999 02:52:37 +0700
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Kesaksian Seorang Perwira TNI AD di Ambon
>
>Ada pola-pola khusus yang diterapkan para perusuh. Kalau
>kampung yang akan diserang penduduknya heterogen, mereka hanya
>merusak rumah musuhnya. Sebaliknya, kalau homogen (kebanyakan
>orang Islam), mereka membakar dan menjarahnya. Soal lainnya,
>di kota terpancang banyak spanduk seperti "Muhammad Banci",
>"Bugis, Buton, Makasar Segera Tinggalkan Kota Ambon", atau
>"Anda Telah Memasuki Wilayah Israel". Rumah-rumah orang
>Ambon digambari salib dan Bintang Daud.
>
>Mereka punya skenario cukup matang. Misalnya, sebelum beraksi
>mereka membuat killing ground untuk tentara yang tewas. Salah
>satu caranya, dengan memancing satu regu tentara yang sedang
>berjaga. "Pembuat kerusuhan ada di sana, Pak, di daerah Gudang
>Arang," kata seorang perusuh. Tentara segera berlari ke sana.
>Nah, prajurit yang lari paling belakang disikat pakai parang.
>Tangannya yang lepas dikubur, sedangkan badannya dihanyutkan
>ke sungai. Jadi, ini bukan perkara kriminal.
>
>Gerombolan penyerang juga memakai atribut khusus. Di hari
>pertama, misalnya, mereka memakai ikat kepala warna merah.
>Mereka juga menggunakan telik sandi yang biasa digunakan tentara.
>Caranya, mereka mencegat orang-orang dan menanyakan mereka
>dengan kata sandi, "Inggris atau Korea?"
>
>Inggris berarti Islam (diambil dari huruf I). Korea berarti Kristen
>(disandi dari K). Orang yang ditanya harus menjawab, "Korea."
>Kalau diam saja, apalagi menjawab "Inggris", ia dianggap musuh
>dan ditebas sampai mati. Lainnya, mereka menggunakan parang
>yang telah diasah tajam dan lancip. Lalu, panah api dan panah
>bermata dua.
>
>Di hari ketiga, mereka mengganti ikat kepalanya dengan warna ungu.
>Kata sandinya berubah juga, menjadi Terang (untuk Islam alias
>musuh) dan Garam (untuk Kristen). Di hari keempat, kala ultimatum
>tembak di tempat diumumkan ABRI, dalam penggeledahan
>ditemukan peluru senapan dari para penyerang asal Ambon.
>Yang membawa orangnya hitam, tegap, bertato, dan logat
>bicaranya campuran Ambon dan Jakarta.
>
>_________________________________________________________
>DO YOU YAHOO!?
>Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke