Kita bisa membandingkan kasus 12 Mei, dimana isu perkosaan massal yang sama
sekali tidak terbukti digembar-gemborkan di seluruh dunia,  gambar-gambar
tipuan murahan tentang perkosaan gampang didapat di internet, atau ketika
seorang relawan mati, seluruh Dunia menggugat HAM indonesia, LSM-LSM
berteriak-teriak tentang HAM, Suara Ibu Peduli nyaring terdengar,
dikoran-koran diblowup besar-besaran yang semua berita memojokkan kaum
Muslim, bahkan dengan tuduhan yang biadab bahwa mereka melakukan dengan
berteriak Allohu akbar?. Ketika terjadi peristiwa Ambon, Kupang, Banyuwangi,
atau di dunia seperti di Palestina, Kosova, Bosnia, Irak dll dimana korbanya
Muslim, dimana mereka???$#!!. Dimana Suara Ibu Peduli, LSM-LSM, Dunia Barat,
atau sang polisi Dunia apakah mereka sariawan atau sakit gigi ?#$?@!.
Marilah kita berpikir realistis, sebenarnya siapa yang berada dibalik semua
ini ?. Ketika Muslim minoritas, maka hak-hak mereka terpangkas, bahkan
cenderung "terbantai" secara phisik, dan ketika muslim mayoritas, toleransi
nampak sekali, apakah mereka merasa tidak aman ???. Betapa tidak adilnya
dunia ini !. Kami butuh jawaban jujur dari lubuk hati nurani yang terdalam,
karena dia tidak akan bohong. Kami hanya bisa memohon padaNya, kalaupun
didunia yang fana ini tidak ada keadilan, maka kelak akan ada pengadilan
yang seadil-adilnya dariNya.

-----Original Message-----
From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta List <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: Reformasi Total List <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, March 03, 1999 11:04 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Kesaksian Seorang Perwira TNI AD di Ambon


>Saya sangat menyesalkan dan tidak membenarkan kejadian-kejadian yang
>berlangsung di Ambon akhir-akhir ini.
>Tetapi, kepada rekan-rekan semua yang saya kasihi, hendaklah kita
>berhati-hati untuk tidak memperuncing permasalahan menjadi kasus
>pertentangan agama. Dr. Alwi Shihab mengatakan bhw kalau kerusuhan Ambon
adl
>karena latar belakang agama, maka tidak baru sekarang dia pecah. Alwi
Shihab
>mengatakan pula, bahwa kerusuhan Ambon lebih dilatarbelakangi faktor
>eksternal. Saya setuju dengan analisis Dr. Alwi ini.
>
>Sebagai bahan pembanding, ketika kerusuhan di Tasikmalaya lalu juga terjadi
>bermacam peristiwa biadab. Satu diantaranya ialah seorang pendeta dan
>keluarganya dikunci di dalam rumah, lalu rumah itu dibakar. Akhirnya
pendeta
>dan keluarganya itu mati hangus terbakar di dalam rumahnya. Dari kesaksian
>penduduk setempat, yang membakar itu adalah orang-orang yang mengaku
>beragama Islam, karena mereka meneriakkan "Allahu Akbar" berkali-kali. Oh
>ya.., dimanakah aparat ketika kejadian tersebut berlangsung? Aparat ada
>tepat di depan orang-orang yang membakar rumah pendeta itu. Tapi, mereka
>tidak bertindak apa-apa.Mendengar hal itu, membuat panas orang-orang
Kristen
>dan mereka berniat untuk membuka kasus itu secara besar-besaran. Tetapi,
>saya ketika itu mencegah dan mengatakan, "Tidak masuk di akal sehat saya
>bahwa saudara-saudaraku yang beragama Islam membunuh dan membantai orang
>sambil meneriakkan Allahu Akbar. Jadi, menurut saya, yang melakukan hal itu
>sengaja untuk menimbulkan kebencian di hati kita kepada saudara-saudara
>muslim. Karena itu, saya tidak sependapat bila hal itu dibuka secara
>besar-besaran, karena hanya akan menguntungkan si arsitek kerusuhan.
>Berarti, tujuannya untuk menimbulkan konflik Islam-Kristen menjadi
tercapai.
>Menurut saya, biarlah kasus itu dituntut secara hukum, tanpa harus
>dipublikasikan besar-besaran."
>
>Artinya, diperlukan kearifan dan kejernihan memandang persoalan yang ada
>sekarang ini. Tentunya pula, perbuatan biadab yang dilakukan di Ambon itu
>tidak bisa dibenarkan, apapun alasannya. Karena itu, saya tetap mengharap
>agar aparat dan penegak hukum secara cepat memproses orang-orang yang telah
>melakukan tindakan biadab itu, apapun agamanya tanpa pandang bulu. Saya,
>walaupun beragama Kristen, tetap menuntut apabila yang melakukannya juga
>orang yang beragama Kristen, agar segera dihukum menurut peraturan yang
>berlaku.
>
>------------------------Martin Manurung-----------------------------
>[EMAIL PROTECTED]  [EMAIL PROTECTED]
>Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
>____________________________________________
>"Love your enemies, do good to those who hate you"
>
>-----Original Message-----
>From: Beby Asvi Yunita <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
>Astaghfirullah Al Adziim...
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke