Saya sangat menyesalkan dan tidak membenarkan kejadian-kejadian yang
berlangsung di Ambon akhir-akhir ini.
Tetapi, kepada rekan-rekan semua yang saya kasihi, hendaklah kita
berhati-hati untuk tidak memperuncing permasalahan menjadi kasus
pertentangan agama. Dr. Alwi Shihab mengatakan bhw kalau kerusuhan Ambon adl
karena latar belakang agama, maka tidak baru sekarang dia pecah. Alwi Shihab
mengatakan pula, bahwa kerusuhan Ambon lebih dilatarbelakangi faktor
eksternal. Saya setuju dengan analisis Dr. Alwi ini.
Sebagai bahan pembanding, ketika kerusuhan di Tasikmalaya lalu juga terjadi
bermacam peristiwa biadab. Satu diantaranya ialah seorang pendeta dan
keluarganya dikunci di dalam rumah, lalu rumah itu dibakar. Akhirnya pendeta
dan keluarganya itu mati hangus terbakar di dalam rumahnya. Dari kesaksian
penduduk setempat, yang membakar itu adalah orang-orang yang mengaku
beragama Islam, karena mereka meneriakkan "Allahu Akbar" berkali-kali. Oh
ya.., dimanakah aparat ketika kejadian tersebut berlangsung? Aparat ada
tepat di depan orang-orang yang membakar rumah pendeta itu. Tapi, mereka
tidak bertindak apa-apa.Mendengar hal itu, membuat panas orang-orang Kristen
dan mereka berniat untuk membuka kasus itu secara besar-besaran. Tetapi,
saya ketika itu mencegah dan mengatakan, "Tidak masuk di akal sehat saya
bahwa saudara-saudaraku yang beragama Islam membunuh dan membantai orang
sambil meneriakkan Allahu Akbar. Jadi, menurut saya, yang melakukan hal itu
sengaja untuk menimbulkan kebencian di hati kita kepada saudara-saudara
muslim. Karena itu, saya tidak sependapat bila hal itu dibuka secara
besar-besaran, karena hanya akan menguntungkan si arsitek kerusuhan.
Berarti, tujuannya untuk menimbulkan konflik Islam-Kristen menjadi tercapai.
Menurut saya, biarlah kasus itu dituntut secara hukum, tanpa harus
dipublikasikan besar-besaran."
Artinya, diperlukan kearifan dan kejernihan memandang persoalan yang ada
sekarang ini. Tentunya pula, perbuatan biadab yang dilakukan di Ambon itu
tidak bisa dibenarkan, apapun alasannya. Karena itu, saya tetap mengharap
agar aparat dan penegak hukum secara cepat memproses orang-orang yang telah
melakukan tindakan biadab itu, apapun agamanya tanpa pandang bulu. Saya,
walaupun beragama Kristen, tetap menuntut apabila yang melakukannya juga
orang yang beragama Kristen, agar segera dihukum menurut peraturan yang
berlaku.
------------------------Martin Manurung-----------------------------
[EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
____________________________________________
"Love your enemies, do good to those who hate you"
-----Original Message-----
From: Beby Asvi Yunita <[EMAIL PROTECTED]>
Astaghfirullah Al Adziim...
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!