Salam,
Saya (seorang muslim) setuju dengan pendapat Bung Martin dan beberapa
hal yang saya ingin ingatkan kepada rekan-rekan semua (Muslin & Kristen)
:
* Hati-hati menerima semua informasi, baik dari media cetak &
media elektronik, fikirkan dengan bijaksana, logis atau tidak, cari info
lain, kalau perlu dari tangan pertama. (Ambon adalah salah satu daerah
yang terkenal tinggi toleransi beragamanya, kenapa rusuh ????????)
* Kerusuhan di Ambon yang sebenarnya berawal dari kerusuhan etnis
(suku Ambon dan pendatang Bugis, Buton,Jawa, Padang dll) tetapi terlihat
menjadi kerusuhan Agama karena agama mayoritas kedua etnis ini kebetulan
berbeda.
* Dari pola kerusuhan ini jelaslah bahwa agama sudah dipolitisir.
(Ingat kerusuhan awal, pada Idul Fitri kejadian pemicu di satu tempat,
tapi kerusuhan merebak di berbagai tempat dalam waktu yang bersamaan)
Rekayasa ????
Apa yang harus kita lakukan :
* Kalau tidak jelas berita dan permasalahan jangan ikut-ikutan
menjadi provokator, lebih baik diam, karena secara tidak sadar
berita-berita dari media-media tsb, bisa menjadi provokator.
* Mendengar berita kerusuhan tsb. jangan justru memperkeruh
suasana/ terpancing (spt ada masyarakat Islam Riau yang siap berangkat
ke Ambon untuk berjihad melawan orang Nasrani) itulah yang mereka
(provokator) harapkan. Justru per-erat toleransi beragama, jangan sampai
kerusuhan agama tsb datang ketempat kita.
* Tujuannya : Ambon rusuh- perang agama- Indonesia rusuh- Keadaan
Darurat Militer/Sipil-Status Quo-Rugi semua.
* Seluruh Ummat beragama (Islam, Kristen dll) bantu
saudara-saudara kita di Ambon dengan moril (doa) & material (dana), agar
kesusahan tsb cepat berakhir.
Salam
> ----------
> From: Martin Manurung[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, March 03, 1999 10:48 AM
> To: Kuli Tinta List
> Cc: Reformasi Total List
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Kesaksian Seorang Perwira TNI AD di
> Ambon
>
>
> Saya sangat menyesalkan dan tidak membenarkan kejadian-kejadian yang
> berlangsung di Ambon akhir-akhir ini.
>
> Tetapi, kepada rekan-rekan semua yang saya kasihi, hendaklah kita
> berhati-hati untuk tidak memperuncing permasalahan menjadi kasus
> pertentangan agama. Dr. Alwi Shihab mengatakan bhw kalau kerusuhan
> Ambon adl
> karena latar belakang agama, maka tidak baru sekarang dia pecah. Alwi
> Shihab
> mengatakan pula, bahwa kerusuhan Ambon lebih dilatarbelakangi faktor
> eksternal. Saya setuju dengan analisis Dr. Alwi ini.
>
> Sebagai bahan pembanding, ketika kerusuhan di Tasikmalaya lalu juga
> terjadi
> bermacam peristiwa biadab. Satu diantaranya ialah seorang pendeta dan
> keluarganya dikunci di dalam rumah, lalu rumah itu dibakar. Akhirnya
> pendeta
> dan keluarganya itu mati hangus terbakar di dalam rumahnya. Dari
> kesaksian
> penduduk setempat, yang membakar itu adalah orang-orang yang mengaku
> beragama Islam, karena mereka meneriakkan "Allahu Akbar" berkali-kali.
> Oh
> ya.., dimanakah aparat ketika kejadian tersebut berlangsung? Aparat
> ada
> tepat di depan orang-orang yang membakar rumah pendeta itu. Tapi,
> mereka
> tidak bertindak apa-apa.Mendengar hal itu, membuat panas orang-orang
> Kristen
> dan mereka berniat untuk membuka kasus itu secara besar-besaran.
> Tetapi,
> saya ketika itu mencegah dan mengatakan, "Tidak masuk di akal sehat
> saya
> bahwa saudara-saudaraku yang beragama Islam membunuh dan membantai
> orang
> sambil meneriakkan Allahu Akbar. Jadi, menurut saya, yang melakukan
> hal itu
> sengaja untuk menimbulkan kebencian di hati kita kepada
> saudara-saudara
> muslim. Karena itu, saya tidak sependapat bila hal itu dibuka secara
> besar-besaran, karena hanya akan menguntungkan si arsitek kerusuhan.
> Berarti, tujuannya untuk menimbulkan konflik Islam-Kristen menjadi
> tercapai.
> Menurut saya, biarlah kasus itu dituntut secara hukum, tanpa harus
> dipublikasikan besar-besaran."
>
> Artinya, diperlukan kearifan dan kejernihan memandang persoalan yang
> ada
> sekarang ini. Tentunya pula, perbuatan biadab yang dilakukan di Ambon
> itu
> tidak bisa dibenarkan, apapun alasannya. Karena itu, saya tetap
> mengharap
> agar aparat dan penegak hukum secara cepat memproses orang-orang yang
> telah
> melakukan tindakan biadab itu, apapun agamanya tanpa pandang bulu.
> Saya,
> walaupun beragama Kristen, tetap menuntut apabila yang melakukannya
> juga
> orang yang beragama Kristen, agar segera dihukum menurut peraturan
> yang
> berlaku.
>
> ------------------------Martin Manurung-----------------------------
> [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
> ____________________________________________
> "Love your enemies, do good to those who hate you"
>
> -----Original Message-----
> From: Beby Asvi Yunita <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
> Astaghfirullah Al Adziim...
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!