Mas Amin Riza,

Menurut saya, Mega menggunakan isu gender hanya untuk mendukung
kekuasannya. Buktinya, dulu waktu jaman orde baru dan Mega "dikuyo-kuyo"
lantas banyak orang bersimpati padanya salah satunya khan karena dia
perempuan. Sekarang dengan melontarkan masalah harkat wanita pula dia
berusaha memojokkan pada penyerangnya.
Tapi apakah dia seorang pejuang harkat perempuan ? NO !!!
Bahkan saat para pendukungnya melucuti pakaian para perempuan pun dia
hanya bisa "plonga-plongo". Ngomong sepatah kalimat "Jangan anarkis.",
dan lihatlah hasilnya. Apakah pendukung PDI-P menghentikan aksi
kekerasannya ? Sekali lagi : NO. Lihatlah yang barusan terjadi di
Semarang dan Jember.
Tidak kurang dari para pejuang perempuan seperti Nursyahbani, Ratna
Sarumpaet, dan Debra Yatim pun sudah patah arang karena kelakuan Mega
ini. Mana pernah dia mengusung dan memperjuangkan aspirasi perempuan ?
Tidak ada.
Kalau satu-satunya calon presiden perempuan Indonesia seperti ini,
sebagai perempuan saya jauh lebih senang kalau presiden Indonesia
laki-laki.

Regards,

Eva

> -----Original Message-----
> From: Amin Riza [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, May 11, 1999 4:32 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Cc:   [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [Kuli Tinta] Smart move, Mbak Mega
> 
> Tenang mas Bambang, dalam dunia kungfu, pendekar yang piawai hanya
> sedikit bergerak tetapi memberi efek mematikan bagi penyerangnya yang
> beringas.
> Begitu juga mbak Mega-mu. Setelah dikeroyok dengan isue senyum, bobo
> siang, debat Capres, sampai ayat Qur'an, dia cuma bikin satu statemen
> di Kendari, yang menohok semua pengeroyoknya :
> "Perempuan tidak boleh jadi Presiden itu pelecehan harkat wanita"
> Pada saat pemilih dari gender perempuan sekarang mencapai 57%,
> bukankah ini "smart move"?
> 
> Komentar Anda ?
>  
> 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke