Hemmm...

Mega bukan pejuang wanita - itu pasti.
PDI Perjuangan dalam semua aspek & konsepnya tidak pernah mengistimewakan
kaum wanita coba simak sendiri di http://megawati.forpresident.com/
Jelas berbeda dengan Ratna Sarumpaet dll - yang mengatasnamakan wanita
peduli - Ini jelas-jelas suatu gerakan untuk memperjuangkan kaum wanita.

Pembelaan gender terhadap kaum wanita bukankah akan menjadi dispensasi dan
diskriminasi gender terhadap kaum pria?
Soal komentar Mega  "Perempuan tidak boleh jadi Presiden itu pelecehan
harkat wanita" bukankah itu suatu hal yang hakiki - siapapun bisa menjadi
presiden...

You wrote:
Bahkan saat para pendukungnya melucuti pakaian para perempuan pun dia
hanya bisa "plonga-plongo". Ngomong sepatah kalimat "Jangan anarkis.",
dan lihatlah hasilnya. Apakah pendukung PDI-P menghentikan aksi
kekerasannya ? Sekali lagi : NO. Lihatlah yang barusan terjadi di
Semarang dan Jember.

Tidak ada bukti kongkrit apakah pelakunya benar-benar orang PDI Perjuangan
hanya karena memakai logo & kaos PDI Perjuangan - tidakkah terlalu
berlebihan jika menafsirkan hal-hal semacam itu sebagai aksi orang-orang
PDI-P jika hanya merugikan diri sendiri?

Siapapun tidak akan setuju tindakan pelucutan semacam itu - saya juga tidak.
Tetapi ini gelanggang politik dimana setiap tindakan yang diambil pastilah
beresiko - termasuk hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebelum  terima uangnya untuk menghadiri temu kader + harus memakai
atributnya ataupun diarahkan oleh atasan, camat dll - tolong dipertimbangkan
masak-masak akibatnya.

Mana pernah dia mengusung dan memperjuangkan aspirasi perempuan ?
|Tidak ada.

Secara khusus tidaklah mungkin mengistimewakan suatu gender ataupun golongan
sebagai aspirasi partai - karena bagaimanapun suatu partai harus berusaha
mengayomi seluruh rakyat Indonesia.

|Kalau satu-satunya calon presiden perempuan Indonesia seperti ini,
|sebagai perempuan saya jauh lebih senang kalau presiden Indonesia
|laki-laki.


Itu terserah anda...
Siapapun berhak memilih kandidatnya tanpa melihat semata-mata karena jenis
kelamin.
Yang lebih penting adalah melihat keseluruhan aspek seorang kandidat ataupun
partai yang ada.
Perbedaan cara memandang pasti ada - itu salah satu cara menjadi lebih
dewasa yang sering ditiadakan oleh orde baru.
Kalau menurut anda tidak ada yang layak - pilih golput, karena inipun suatu
pilihan.

Saya pribadi tidak pernah apriori terhadap semua kandidat dari partai
manapun - yang penting setelah menjadi presiden dia bukan lagi milik partai
karena dia harus bisa menjadi milik rakyat.

Salam,
Jopie



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke