Kalau boleh melihat dari sudut pandang saya, saya berpendapat kedua pendapat
itu benar dan ada benarnya.
Bagaimanapun sosok beliau itu turut dipengaruhi oleh latar belakangnya,dan
menjadi pertimbangan sebagian massa PDIP, baik kader maupun simpatisan.
Namun disisi lain , bahwa perjuangan dan represi yang dialaminya menjadi
nilai tambah dan simpati bagi massa lainnya.
Kalau secara logikanya, sosok seperti Ibu Mega menjadi pemimpin yang populer
justru karena kebodohan dan kepicikan penguasa Orba , yang justru menjadi
bumerang bagi mereka.

Jadi, yang penting realitanya sekarang sedikit banyak suara rakyat sudah
tampak\terlihat. Siapapun yang jadi pemimpin bangsa ini nantinya saya yakin
sulit sekali untuk menjadi kultus. Hal ini karena selain masyarakat kita
yang sudah melek demokrasinya (ingat jalannya kampanye putaran-1 di Jkt),
juga interaksi dengan dunia luar yang sudah begitu kuatnya, sulit
dihindarkan. Jadi koreksi atas kepemimpinan nasional akan datang dari luar &
dalam.
Terimakasih.



        -----Original Message-----
        From:   Dani [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
        Sent:   Wednesday, May 26, 1999 8:59 AM
        To:     [EMAIL PROTECTED]
        Subject:        Re: [Kuli Tinta] Feodalisme, KKN, Kultus Megawati

        �� wrote:

        > From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
        > Andaikan Bung Karno bukan Proklamator RI-- melainkan seorang
penjual
        > martabak
        > di pertigaan Depok-- apakah Megawati dielu-elukan rakyat?
        > ====================================================
        >
        > Tanggapan:
        >
        > Seandainya Megawati bukan ketua umum PDIP yang selalu diganjal
oleh
        > pemerintahan Orba -- melainkan hanya seorang putri Proklamator RI
        > seperti Sukma dan Rahma -- apakah Megawati dielu-elukan rakyat?
        >

        At least.. tidak semua orang "tahan" dan survive di"gencet"
ketidakadilan
        sekian lama..dan tidak semua orang yang tahan digencet itu
bisa/berani
        melawan..

        Kalau karena putri seorang proklamataor... mmh.. sepertinya tidak..
        karena kan masih banyak putra-putri Soekarno yang lain..
        dan mereka tidak dielu-elukan rakyat.. (Guntur misalnya???)

        Kalau Megawati anak seorang penjual martabak..
        mungkin justru pelatuk picu elu-annya bisa jadi lebih besar..
        pernah imagine seorang anak penjual martabak ternyata berani
        mempertahankan apa
        yang dia percaya meskipun digencet kiri-kanan-atas-bawah-etc???

        Mungkin ada hal lain yang menyebabkan dia dielu-elukan itu..
        Yah.. kalau dilihat dari sekian banyak orang yang dianggap tokoh
saat
        ini..
        tampaknya rakyat membutuhkan orang yang berani "membalas" gencetan
kroni2
        ORBA..
        Berani jadi "oposan" untuk menunjukkan hitam-putih..
        seperti Amien Rais.. Gus Dur.. Megawati.. dll
        yah.. rasanya itu sebab utama mengapa orang meng-elu-elukan mereka..
        Karena mereka termasuk orang-orang "LANGKA"
        yang membuat rakyat kagum karena saat orang-orang lain memilih diam
atau
        malah
        menyelamatkan diri jadi kroni ORBA eh mereka kok nekat konsisten
sama
        prinsipnya
        sampai sekarang..

        Rasanya itu yang bisa kita tangkap dari sebab-sebab rakyat
        mengelu-elukan.. memuja.. atau bahkan mengkultuskan (istilah itu
        sebenarnya "hanya" menunjukkan perbedaan sudut
pandang/paradigma/persepsi)
        beberapa makhluk "LANGKA" tersebut..




        
______________________________________________________________________
        To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
        To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

        Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!


        

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke