Untuk kasus ini mungkin agak lain.....
Taufik Kemas sejak jaman dahulu memang telah menjadi
tokoh/politikus dari Partai tsb, sebelum berkenalan
dengan sang isteri.........

---
At 01:54 PM 6/1/99 EDT, [EMAIL PROTECTED] wrote:
>In a message dated 6/1/99 10:26:50 AM !!!First Boot!!!, 
>[EMAIL PROTECTED] writes:
>
><< 
> Eh, perasaan kok belum ada yang ngebahas tentang banyaknya caleg berbau
> KKN di tubuh PDI-P, ya ? Bahkan suami sang Ibu Ketua sendiri pun ikut
> serta dalam daftar tsb, dan kayaknya belum (atau nggak) diubah. Saya
> pengin tau nih tanggapan rekan-rekan netters ttg hal ini. Masih pantes
> nggak PDI-P disebut partai reformis ?
> 
>  >>
>Subj:  Re: [bincang] Pabottingi: PDI Mega Anti Reformasi
>Date:  6/1/99 5:27:00 PM !!!First Boot!!!
>From:  MADHANp
>To:    [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>
>Kalau menggunakan istilah Samson Kaber dari PDI-P Washington DC, ''Ah, itu 
>kan hanya gosip.''
>
>Jika saya orang PDI-P, apa tanggapan saya?
>1. Saya berterima kasih sekali karena diingatkan oleh tokoh sekaliber
Mochtar 
>Pabottingi. Jika Anda rajin membaca jurnal-jurnal dan analisis politik
maupun 
>kolom (ini biasanya berat, tapi sebenarnya nikmat lho), Anda bakal tahu
bobot 
>MP. Ini bukan gosip, lho.
>Apalagi kritikan EEP.
>
>2. Saya tidak akan manut, pasrah bongkokan memberhalakan atau mengultus 
>partai apalagi figur. Juga tidak akan reaktif apalagi meraung-raung 
>(menangis-nangisss seperti  anak kecil) nyebut-nyebut Megawati dan PDI-P 
>reformis.
>
>3. Saya akan pertanyakan soal ini secara obyektif kepada DPP PDI--P. Jika 
>tidak mendapat tanggapan obyektif pula, makaakan saya katakan goodbye 
>Megawati dan PDI-P nya. Lebaik baik gabung PRD atau Partai Krisna.. 
>
>4. Lebih baik dicaci-maki karena mencari  kebenaran daripada terpaksa
berlaku 
>hamba sahaya. Saya tak mau hidup di dunia  yang tak sampai seabad ini harus 
>diisi dengan kekonyolan dan kekeliruan sesat. Otak kita dipakai untuk 
>berpikir, bukan untuk jadi budak politik.
>
>Salam merdeka, dan mari tetap berpikir kritis.
>
>Salam,
>ramadhan pohan
>(penyimak piggiran)
># # #
>In a message dated 6/1/99 2:32:23 PM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED] 
>writes:
>
>4. 
><< Apa bener ya ??
> 
> Moga aja nggak deh ..
> kalo beneran terjadi bisa serem juge ..
> Artikel ini mirip sekali dengan hal-2 yang di bahas di "santiaji" yang di 
> laksanakan kemarin.
> 
> Faran
> 
> ------------------------------------------------
> Pabottingi: PDI Mega Anti Reformasi
> Reporter Budi Sugiharto
> detikcom, Surabaya. PDI Perjuangan sudah loncat pagar. Dulu mengaku 
> reformis, ternyata tindak-tanduknya anti reformasi. "Saya sangat khawatir 
> dengan langkah PDI Perjuangan yang sudah lompat pagar," kata pengamat LIPI 
> Mochtar Pabottingi di Surabaya, Selasa (1/6/1999).
> 
> Reformasi itu jelas dalam tindakan dan pemikirian. Dan ternyata, pemikiran 
> PDI Perjuangan seperti dalam programnya tidak mau mencabut dwi fungsi ABRI 
> dan tak mau mengamandemen (mengubah) UUD 45. Padahal amandemen itu perlu, 
> menurut Mochtar untuk menciptakan rasionalitas perundang-undangan dan 
> supremasi hukum.
> 
> Pendapat Mochtar ini bukan satu-satunya pengamat yang mengatakan demikian. 
> Sebelumnya, pengamat politik yang lagi naik daun Eep Saifulloh Fatah pun 
> menilai bahwa Mega pro status quo karena tindakannya. Begitu pula Hermawan 
> Sulistio mengatakan demikian. Sedang Nurcholish Madjid secara tersamar
bahwa 
> yang dimaksud status quo bukan pada organisasinya tapi pemikirannya.
> 
> Dengan tidak maunya mengamandemen UUD 45, yang memiliki banyak kelemahan, 
> maka peluang Megawati untuk menjadi diktator besar. Ia bisa menumbuhkan 
> otoritarianisme baru karena dalam UUD pasal 7 misalnya, Presiden dipilih 
> lima tahun sekali, tapi tak jelas untuk berapa kali masa jabatan. Dan masih 
> banyak kelemahan lainnya sebab UUD memang dibuat dalam masa darurat.
> 
> "Saya tidak sependapat dengan pernyataan Megawati yang mengatakan bahwa tak 
> mau mengubah UUD 45 karena alasan demi persatuan bangsa. Saya harap itu 
> hanya taktik PDI perjuangan saja untuk memenangkan pemilu. Tapi, kalau 
> ternyata amandemen dan pencabutan dwi fungsi ABRI tidak terlaksana, maka 
> terbukti PDI Perjuangan sudah meloncat pagar sebagai yang anti reformasi," 
> katanya. "Dulu mengaku partai reformis, ternyata tindakannya menjadi anti 
> reformis," tambahnya agak kesal.
> 
> Apakah kemenangan PDI Perjuangan akan memunculkan Rezim Orba Seri II, 
> Mochtar mengatakan mungkin saja. Namun, menurut peneliti senior LIPI ini, 
> banyak sekali peluang tampilnya Rezim Orba seri II. Antara lain melalui 
> ICMI, Golkar, Parpol yang melanggengkan dwifungsi ABRI, Utusan Daerah di 
> MPR, dan partai-partai kecil yang melanggengkan status quo.
> 
> Tentang adanya politisasi agama oleh kelompok Habibie bahwa kalau bukan 
> orang Islam yang memimpin negara akan rusak, menurutnya partai Islam jika 
> mendukung Habibie salah kaprah. Sebab hal ini mengesankan bahwa orang Islam 
> dan non Islam harus berhadapan. Padahal, menurut Mochtar, orang Islam dan 
> non Islam harus bergandeng tangan membangun pemerintahan yang berkualitas.
> 
> 
> Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999
> 
>  >>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke