Anda ini enggak nangkep ya maksudnya..? Maksudnya, untunglah Mega tidak
ikut, karena ternyata debatnya tidak membicarakan soal-soal penting
kenegaraan, tapi soal rokok, angkot dll. Opportunity cost of timenya Mega
kebetulan tinggi, karena ia harus keliling ke pelosok-pelosok. Jadi,
daripada ikut debat yang tidak bermutu, lebih baik ke pelosok, bertemu
dengan rakyatnya langsung.

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: Arief Rakhmatsyah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 04 Juni 1999 11:22
Subject: Re: [Kuli Tinta] Kok "Menurut Saya"?


Kalo Mbak kita jadi ikut apakah debatnya terus jadi bermutu?


> Wah, bung [EMAIL PROTECTED]
> Kalau menuruti cara pikir Anda, bisa-bisa tai kucing rasa coklat nih.
>
> Melihat cara Anda mengkritik capres Mega, yah begitulah gambaran kapasitas
> politikus kita yang membuat PDIP bersyukur bahwa Mega nggak ikut debat
> capres yang lalu karena isinya nggak bermutu seperti yang dikatakan Kwik,
> koq debat capres isinya kritik merokok, kemampuan bahasa, dll.
>
> salam,
> tedy the kion
>
> > Nuniek Haryani ini masih jauh lebih baik dibandingkan dengan dewa Anda,
> > Megawati yang diam seribu bahasa. Jujur saja lah. Nuniek berani
> > tampil, walau
> > grogi, dengan apa adanya. Bukankah itu lebih baik dibandingkan
> > diam, lamban,
> > menggemukkan badan?
> > salam,
> > RAP





______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke