Saudara Daniel yang baik,
Apa yang saya sampaikan adalah menurut apa yang saya fahami tentang
perintah Allah dalam kitab sucinya orang Islam. Saya belajar agama
bukan dari Pak Aburrahman Wahid atau Kiai sebuah pondok pesantren.
Tetapi saya belajar sendiri dari al Qur'an dan Hadist.
FYI, saya besar di lingkungan gereja. I was born A chritian.
Saya belajar Islam dengan serius belum lama. It started when
I was in colloge. Dan saya tidak ingin mempunyai afiliasi
dengan orang-orang dalam belajar agama. Apalagi bila orang
dimaksud terlibat dalam kegiatan politik.
Tentang perbedaan apa yang saya fahami dengan apa difahami pak
Aburrahman Wahid, saya kira saya tidak akan memberikan komentar.
Pak AW memang sering membuat saya bingung. Frankly. Misalhnya,
usahanya mengganti ucapan Assalu'alaikum wr.wb. dengan kata
selamat pagi, atau selamat sore. Belum lagi tentang "nasehat-
nasehat" politiknya yang sering tidak akurat.
Jadi benar sekali saudara Daniel, bahwa ada perbedaan pemahaman
atau penafsiran di kalangan Islam. Kalau tidak, saudara tidak
akan mengenal Syiah, Sunni. Di sunni sendiri ada empat pendapat
yang bersumber dari 4 ulama besar jaman dulu. Pak AW, termasuk
Sunni, saya tidak tahu mahdab [aliran] apa.
Dan, saya...saya ingin beragama Islam spt orang-orang Amerika
sini. Tidak mengenal Sunny/Syiah, tidak mengenal 4 aliran.
Yang ada adalah Islam.
Tentang pertanyaan saudara berkaitan denan Benazir Butho,
saya harus jujur bahwa saya tidak punya informasi untuk menjawab.
Sangat riskan buat saya untuk berspekulasi. Untuk menjawab
pertanyaan saudara diperlukan dua informasi kunci:
[1] Wajah politik Pakistan yang sesungguhnya.
[2] Informasi pemahaman agama Islam yang komplit.
Keudanya belum saya miliki saat ini. Jadi saya minta maaf kalau
terpaksa mengecewakan saudara Daniel
HP_
>From: "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Wanita Muslim Tidak Berkualitas sbg Presiden?
>Date: Mon, 07 Jun 1999 20:21:08 +0700
>
>At 10:32 06/06/99 PDT, Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >Saudara Daniel,
> >
>
> >
> >Saya sangsi dengan kesimpulan saudara Daniel dengan kalimat ini
> >
> >"...Perempuan oleh Islam katanya dilarang sebagai pimpinan
> > pemerintahan. Alasannya katanya, perempuan (Islam) tidak
> > becus menjadi pimpinan..."
> >
> >Kalau saudara Daniel pernah membaca kitab sucinya orang Islam,
> >saudara akan tahu, bahwa apa yang saudara katakan itu tidak benar.
> >Orang Islam hanya mengikuti apa yang diperintahkan Tuhannya. Bahwa
> >laki-laki ditugasi menjadi pemimpin. Bukan karena perempuan tidak
> >becus.
> >
>
>Terima kasih atas penjelasan dari saudara,
>tapi perlu saya tekankan di sini bahwa dalam posting saya itu saya tidak
>mengambil kesimpulan, tetapi lebih tepat minta penjelasan.
>
>Tentang "ketidakbecusan perempuan" ini, sebenarnya saya baca dari
>keterangan salah satu tokoh Islam Indonesia, saya lupa siapa. Katanya
>perempuan tidak diperkenankan menjadi presiden, karena tugas perempuan itu
>menjadi ibu rumah tangga, mengurus keluarga, dan cepat menangis kalau
>menghadapi persoalan. "Masa kita punya presiden yang menangis kalau
>menghadapi masalah?" Begitu kira2 yg diucapkan waktu itu. Bagi saya alasan
>ini tentu terasa mengada-ada.
>
>Penjelasan Sdr. Hercule ini berbeda dng yang dijelaskan oleh Pak Hasan
>Abdullah yang rupanya sealiran dng Islamnya NU Gus Dur(?). Tetapi memberi
>wawasan kepada saya tentang cara pandang posisi perempuan yg ternyata
>berlainan di kalangan orang Islam sendiri.
>
>Lalu, bagaimana dengan Benazir Bhuto yang pernah dua kali menjadi PM
>Pakistan? Padahal Pakistan termasuk negara Islam? Sdr. Hercule bisa
>menjelaskan?
>
>
>Daniel H.T.
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!