Saudara Phantom yang baik,

Berkenaan dengan apa yang saudara tulis, saya hanya akan menulis
beberpa point berikut:

[1] Saudara Phantom, bila saudara pelajari kitab suci saudara,
    perintah dari Tuhan itu tidak akan berubah. Manusia tidak
    berhak merubah apa yang diperintahkan Tuhan. Contoh, bila
    ada larangan bebruat keji, itu berlaku sejak perintah
    keluar hingga akhir jaman nanti.

    Demikian juga dengan perintah yang saya fahami dalam Islam.
    Perintah itu berlaku sepanjang masa.

    Keadaan kehidupan manusia tidak akan menyebabkan perintah
    Tuhan berubah. Larangan berjina tetap berlaku meski masyarakat
    akan cenderung melakukan kumpul kebo. Perubahan kondisi
    masyarakat tidak akan menghubah hukum Tuhan. Tidak peduli
    manusia itu tinggal di belahan bumi mana.

    Manusia tidak berhak menyesuaikan apa yang pernah diperintah
    oleh Tuhan dengan keadaan masyarakat. Masyarakat lah yang
    harus melakukan penyesuaian agar hidupnya tetap klop dengan
    hukum Tuhan.

    Yang jadi masalah adalah manusia cenderung mengakali hukum
    Tuhan dengan berbagai alasan "conditional".
    Analogi saudara tentang Hukum Amerika yang tidak pas diterapkan
    di Indonesia, tidak saya terima. Sebab, hukum Amerika yang
    saudara bicarakan adalah hukum buatan manusia.
    Lihatlah dalam perjanjian lama. Sepuluh perintah yang diterima
    Moses, sampai sekarang tidak pernah berubah. Larangan berjina
    tidak akan dicabut meski manusia sekarang banyak berjina.
    Sebaliknya, bila hukum dibuat manusia, bisa berubah bergantung
    pada kondisi masyarakat dan kesepakatan manusia.
    Contoh, Gay dilarang dan dikutuk di militer US. Siapa yang
    ketauan gay, dipecat dari jabatannya. Tapi karena desakan
    masyarakat yang cenderung permisif dengan dalih "freedom"
    sekarang militer US membolehkan kaum gay bertahan di militer.

[2] Saudara Phantom yang baik,
    pemerintah kita bukan pemerintah Islam. Tapi pemerintah
    Pancasila. Untuk itu, memang tidak akan diberlakukan
    hukum Islam untuk mengatur negara.

    Namun demikian, saudara juga harus tahu bahwa orang Islam
    berhak menjalankan agamanya berdasarkan hukum agamanya.
    Spt halnya pemeluk agama lain diberi kebebasan menjalankan
    hukum agamanya. Dalam pengertian, ini, hukum Islam [misal
    hukum perkawinan, waris, hukuman untuk pencuri, penjina]
    hanya diterapkan kepada mereka yang beragama Islam.

    Cobalah kita lihat selama ini. Orang Islam mau melaksanakan
    hukumnya sendiri untuk orang Islam saja dipersulit.

HP_


>From: "Phantom Stranger" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Wanita Muslim Tidak Berkualitas sbg Presiden?
>Date: Mon, 7 Jun 1999 23:29:00 +0700
>
>From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
> > Tuhan tidak membedakan antara perempuan dan laki-laki. Yang
> > membedakan antara keduanya di hadapan Tuhan adalah karena
> > Taqwanya. Tawqa berarti patuh dalam menjalankan perintah
> > dan patuh dalam menjauhi larangannya.
>----------------------------------------
>pertanyaannya, apakah perintah itu berlaku sepanjang masa? jika iya, 
>mengapa?
>keadaan dulu dengan sekarang adalah berbeda dan keadaan Arab, Eropa, Timur
>Tengah, Indonesia juga tidak ada yang sama..apakah peraturan amerika bisa
>diterapkan di indonesia? belum tentu bukan?
>
>agama itu kan adalah hubungan Allah dengan individu..
>tiap individu adalah unik (tidak dapat dibanding2kan), itu menjelaskan 
>mengapa
>banyak agama2/aliran2..
>1 individu merasakan hubungan Allah yang khusus, lalu ia ingin individu 
>yang
>lain juga merasakannya..tapi ada juga yang tidak bisa merasakan hubungan 
>yang
>sama dengan cara yang sama..bukankah begitu?
>
> > A lebih bodoh dari yang mendapat tugas B. Kebetulan Tuhan
> > memberikan perintah-Nya bahwa laki-laki ditugasi untuk
> > memimpin. Ini bukan berarti wanita yang tidak ditugasi
> > memimpin tidak berkualitas. Saya ingatkan lagi, kualitas
> > manusia dihadapan Tuhan adalah karena taqwanya, bukan
> > diukur menurut standar manusia.
>---------------------------------
>tujuan dari memimpin kan untuk membawa yang dipimpin ke tingkat yang lebih
>baik..
>jika laki2 bisa dan perempuan juga bisa, maka apa alasannya harus laki2 
>yang
>memimpin?
>
>tapi saya mau tanya, mengapa pemerintahan kita ini harus memakai hukum 
>Islam?
>apakah pemerintahan kita adalah pemerintahan Islam?
>bukannya menentang Islam, tapi rasanya tidak apa2 kalo hukum pemerintahan 
>tidak
>dari agama manapun..
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>


_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke