>From: "Phantom Stranger" <[EMAIL PROTECTED]>
>From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
>
> >     Keadaan kehidupan manusia tidak akan menyebabkan perintah
> >     Tuhan berubah. Larangan berjina tetap berlaku meski masyarakat
> >     akan cenderung melakukan kumpul kebo. Perubahan kondisi
> >     masyarakat tidak akan menghubah hukum Tuhan. Tidak peduli
> >     manusia itu tinggal di belahan bumi mana.
>------------------------------
>tapi adakah kemungkinan bahwa perintah Tuhan (yang tertentu) berlaku untuk 
>saat tertentu?

HP:
Saudara Phamtom, diskusi ini sudah sangat spesifik untuk dibahas
dalam forum kuli tinta. Mudah-mudahan saudara setelah ini tidak
akan bertanya yang lebih spesifik lagi. Sebab, kalau sudah
menyangkut keyakinan, kadang terasa "ganjil" bagi pemeluk agama
lain. Untuk jawaban di atas, yang saya ketahui, Tuhan tidak
memberikan batasan tentang lifespan hukum yang diturunkannya.
Mengingat, spt yang difirmankan-Nya, risalah Nabi Muhammad
adalah risalah yang terakhir dari serangkain utusan sejak
Nabi Adam-Nabi Isa, ditutup Nabi Muhammad [sekali lagi
ini jangan ditanyakan lebih lanjut, itulah yang orang Islam
yakini dari apa yang Allah firmankan].

Kalau saudara menunjuk perintah Allah kepada Nabi Nuh untuk
membuat kapal di atas bukit, menunjuk perintah Allah kepada
Moses untuk mempimpin bangsa Israel keluar dari Egypt, dan
menunjuk pada perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk
mengorbankan putranya, memang perintah itu hanya berlaku
sekali.

> >     Lihatlah dalam perjanjian lama. Sepuluh perintah yang diterima
> >     Moses, sampai sekarang tidak pernah berubah. Larangan berjina
> >     tidak akan dicabut meski manusia sekarang banyak berjina.
>----------------------------------
>ya benar..
>tapi kalo masalah pria wanita? 10 perintah Allah sepertinya berlaku 
> >global, tapi kalo untuk hal2 yang detil bagaimana? pandangan kita 
> >terhadap pria wanita sepertinya tidak sama dengan jaman dulu..

HP:
Sekali lagi, saya katakan, manusia mengalami perubahan. Tetapi
ketetapan Allah tidak boleh dirubah. Demikian juga dalam memandang
pria dan wanita. Kalau hukum Allah dirubah-rubah karena manusia
yang mengalami perubahan, nanti akan akan sejuta Al Qur'an
menjelang hari kiamat. Sebab, tiap generasi yang mengalami
perubahan akan merevisi kitab sucinya.

Sepuluh perintah Allah itu memang berlaku global. Essensinya adalah
itu perintah Allah. Dan kita harus patuh pada apa yang diperintahkan.
Lalu mengapa kita akan mencoba "mengakali" perintah Allah yang lain?
Tidak saudara. Itu tidak bisa demikian. Kita harus take the Law of
God as it is. Tidak dipilih-pilih mana yang menguntungkan diambil
mana yang merugikan disingkirkan.

>     pemerintah kita bukan pemerintah Islam. Tapi pemerintah
>     Pancasila. Untuk itu, memang tidak akan diberlakukan
>     hukum Islam untuk mengatur negara.
>--------------------------------------
>oohh begitu..soalnya dari posting2 di milis lain, keliatannya banyak >orang 
>yang menginginkan agar pemerintah memakai hukum Islam..

HP:
Saya kira disinilah yang sering menjadi salah faham bagi anak
bangsa yang kebetulan non-muslim. Ummat Islam juga tidak akan
meminta pemerintah menerapkan hukum Islam. Pada jaman Rassul
pun, orang-orang Jahudi dan Kristen tetap menggunakan hukumnya
masing-masing yang bersumber pada Taurat dan Injil.

Di Indonesia, yang diminta oleh ummat Islam adalah, berilah
kesempatan pada ummat Islam agar ummat Islam bisa menerapkan
hukum Islam untuk kalangan Islam. Dalam kaitan ini, ummat
Islam tetap akan tunduk pada hukum negara dalam kaitannya
hidup bernegara dengan ummat lain. Ini yang dicontohkan
Nabi Muhammad pada jaman dulu.


>     Cobalah kita lihat selama ini. Orang Islam mau melaksanakan
>     hukumnya sendiri untuk orang Islam saja dipersulit.
>------------------------------
>dipersulitnya gimana? apa bisa kasi contoh?

HP:
Saudara Phamtom mungkin tidak tahu kalau perintah berhijab
[berkerudung] ada dalam al Qur'an. Wanita muslim yang taat
dan tahu, tentu akan melaksanakan perintah itu. Namun demikian,
saudara juga tahu...berapa banyak siswi SMA atau SMP yang
dikeluarkan dari sekolahan gara-gara berhijab. Ini contoh
sederhana yang mudah dapat dilihat. Dan, yang bikin sedih,
tidak sedikit kepala sekolah yg mimpin sekolah negeri itu
adalah orang Islam sendiri. Kalau yang kepala sekolah itu
non-muslim saya bisa memahami [ketidaktahuan mereka].

Saudara mungkin juga tahu, ditangkapinya para ustad yang
berkotbah di masjid karena menyeru agar judi dibubarkan.
Judi, dilarang agama. Kewajiban pemimpin ummat adalah
menyeru kepada kebaikan dan mengajurkan dihentikannya
maksiat. Kalau maksiat minimal, siapa juga yang untung?
Tapi...pemerintah [lewat kodim dan polisi kecamatan]
mengharuskan ustad minta ijin dulu sebelum kotbah.
Bila ketentuan itu dilanggar, pak kiai ditangkap dan
dipenjara tanpa proses hukum. Ini sesuatu yang waktu
itu dirasakan sangat menyakitkan hati ummat Islam.

Inilah contoh-contoh kecil pelecehan hak-hak beragama oleh
negara [sekolahan] kepada ummat Islam. Yang lebih serius banyak.
Itulah dalam masa reformasi ini saya melihat geliat kekuatan
ummat Islam untuk memperjuangkan hak-hak beragama ini.
Setidaknya, mereka berjuang agar negara tidak membatasi ruang
gerak ummat Islam dalam menjalankan perintah agama.

Mohon untuk selanjutnya saudara Phantom tidak bertanya hal-hal
yang specific. Saya bukan ahli agama Islam. Saya sudah katakan,
saya masuk Islam belum lama.

Kalau apa yang saya sampaikan ini keliru menurut ajaran agama
Islam, ini semata-mata krn pemahaman saya. Artinya, Islam tidak
harus spt yang saya fahami.

HP_


_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke