Bung Hercule, Anda masuk kedalam pembahasan segmen khilafiyah (debatable),
karena beberapa ayat yang lain dalam Al Qur'an menetralisir keharusan itu.
Bacalah posting bung Abdullah Hasan agar Anda tidak kebablasan.
Amin Rais sendiri dalam kesempatan lain memberi pernyataan berbeda pula.
Yang Anda kutip adalah pernyataan AR yang lama, sudah diperbaiki beberapa
kali.
Nampaknya negeri ini akan bergantung pada squad Mega dan Amin untuk
mengatasi keterpurukannya, karena Golkar most likely tidak diterima dalam
aliansi itu. Kecuali ada perkembangan dramatis dalam perolehan suara dalam
Pemilu.
Perolehan PAN terdongkrak keras oleh fatwa MUI, tetapi nggak apalah. Nggak
perlu diributkan lagi. That's history already. We think forward, for the
better New Indonesia society.
>From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Wanita Muslim Tidak Berkualitas sbg Presiden?
>Date: Sun, 06 Jun 1999 10:32:53 PDT
>
>Saudara Daniel,
>
>Kalau kita berbicara apa yang diperintahkan Tuhan, memang kadang
>telihat aneh. Saya tidak salahkan kesimpulan Saudara yang menyebut
>perempuan muslim tidak berkualitas. Keputusan yang saudara ambil
>itu tentunya benar menurut perspektif saudara.
>
>Tuhan tidak membedakan antara perempuan dan laki-laki. Yang
>membedakan antara keduanya di hadapan Tuhan adalah karena
>Taqwanya. Tawqa berarti patuh dalam menjalankan perintah
>dan patuh dalam menjauhi larangannya.
>
>Terkait dengan taqwa, Tuhan memberikan guideline untuk hidup.
>Dengan guideline itulah manusia Islam dinilai taqwanya menurut
>standar nilai Tuhan [bukan menurut standar manusia]. Manusia
>laki-laki dan perempuan yang diakui sama oleh Tuhan diberi
>tugas masing-masing. Ini bukan berarti yang mendapat tugas
>A lebih bodoh dari yang mendapat tugas B. Kebetulan Tuhan
>memberikan perintah-Nya bahwa laki-laki ditugasi untuk
>memimpin. Ini bukan berarti wanita yang tidak ditugasi
>memimpin tidak berkualitas. Saya ingatkan lagi, kualitas
>manusia dihadapan Tuhan adalah karena taqwanya, bukan
>diukur menurut standar manusia.
>
>Secara akademik, kenyataannya perempuan tidak berbeda dengan
>laki-laki. Sepanjang mereka diberi kesempatan yang sama untuk
>menempuh pendidikan, mereka akan sama-sama berkembang. Ini
>hukum alam. Tidak peduli apakah perempuan itu beragama Islam
>atau beragama lain.
>
>Dari sini [pandangan manusia] kita bisa melihat bahwa wanita
>dan laki-laki tidak ada perbedaan kualitas. Demikian juga dengan
>wanita muslim.
>
>Saya sangsi dengan kesimpulan saudara Daniel dengan kalimat ini
>
>"...Perempuan oleh Islam katanya dilarang sebagai pimpinan
> pemerintahan. Alasannya katanya, perempuan (Islam) tidak
> becus menjadi pimpinan..."
>
>Kalau saudara Daniel pernah membaca kitab sucinya orang Islam,
>saudara akan tahu, bahwa apa yang saudara katakan itu tidak benar.
>Orang Islam hanya mengikuti apa yang diperintahkan Tuhannya. Bahwa
>laki-laki ditugasi menjadi pemimpin. Bukan karena perempuan tidak
>becus.
>
>Secara sederhana dapat dianalogikan sebagai berikut. Ketika USDA
>[united states depatment of agriculture] membuka lowongan pekerjaan,
>mereka menetukan syarat sbb: punya master degree, GPA >3.6, punya
>pengalaman kerja, masternya harus dalam bidang agricultural sciences.
>
>Ketika saya melamar, semua terpenuhi. Dan saya diterima. Tapi ketika
>akan diadakan penandatangan kontrak, mereka jadi tahu kalau saya
>bukan US citizen. Padahal pekerjaan itu hanya untuk US Citizen.
>Akibatnya, saya tidak jadi mendapat pekerjaan yg bergaji $2500/bulan
>itu.
>
>Dalam kasus ini, saya tidak diterima bukan karena saya bodoh atau
>tidak becus. Tapi UU Amerika memang tidak membolehkan saya bekerja.
>
>Demikian halnya dengan kasus wanita jadi pemimpin dalam Islam.
>Tuhan yang melarang, bukan manusia yang menentukan. Kalau saudara
>bertanya mengapa begitu? Tanya saja pada Tuhan. Sebagai orang
>yang bertaqwa, tentunya orang Islam akan berusaha menjalankan
>semua perintah Tuhan dengan baik, dan menjauhi apa yang
>dilarangnya.
>
>Pada jaman dulu, ada kasus ketika perempuan menjadi pemimpin
>sholat untuk laki-laki dalam sebuah keluarga [kaum]. Ini
>terjadi karena semua laki-laki dalam keluarga itu baru
>masuk Islam, sehingga tidak becus dalam melafalkan ayat-
>ayat. Dan, seorang perempuan yang sudah dalam Islamnya
>diijinkan memimpin sholat kaum itu.
>
>Bila saudara Daniel tahu, dalam sholat...urutan siapa yang
>menjadi imam adalah sebagai berikut...[1] paling berpengatahuan
>dalam agama, [2] paling baik bacaannya, [3] paling bisa dipercaya.
>Laki-laki menjadi imam laki-laki dan perempuan; perempuan menjadi
>imam perempuan; bila semua laki-laki tidak becus, baru perempuan
>memimpin laki-laki.
>
>Saudara Daniel tentu ingat...Amien Rais tidak pernah mengatakan
>wanita tidak boleh jadi presiden, tapi dia bilang; "wanita baru
>jadi pemimpin kalau tidak ada lagi laki-laki yang becus jadi
>pemimpim." Amien Rais tahu betul Islam itu spt apa. Dan, karena
>dia pimpinan partai politik dan ingin berpolitik dengan santun,
>cara menolak kepemimpinan perempuan juga sangat cerdas.
>
>Kalau saudara Daniel menyimpulkan bahwa Islam melakukan diskriminasi
>gender, saya sarankan membaca buku "Gender accros religion".
>Dalam buku itu dibahas dengan detail bagaimana tiap agama
>memperlakukan wanita. Setelah membaca buku itu, saudara akan tahu
>bahwa kesimpulan saudara Daniel di atas keliru.
>
>Salam,
>HP_
>
>
>
>>From: "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: [Kuli Tinta] Wanita Muslim Tidak Berkualitas sbg Presiden?
>>Date: Sun, 06 Jun 1999 11:44:50 +0700
>>
>>Perempuan oleh Islam katanya dilarang sebagai pimpinan pemerintahan.
>>Alasannya katanya, perempuan (Islam) tidak becus menjadi pimpinan. Padahal
>>dalam kenyataan seorang perempuan mampu untuk menjadi pimpinan
>>pemerintahan, apakah itu sebagai presiden, ataukah sebagai Perdana
>>Menteri.
>>Demikian hal semacam ini tidak menjadi tabu di negara-negara yang
>>mayoritas
>>penduduknya beragama Kristen atau non-muslim lainnya. Kita mengambil
>>sedikit contoh saja, seperti "wanita besi" dari Inggris atau PM Margareth
>>Thatcher, kemudian ada Presiden Philipina Ny. Qorazon Aquino. Bahkan
>>sebenarnya, Islam pun (pernah) punya PM dari Pakistan yang sangat ulet dan
>>solid sampai sekarang.
>>
>>Kalau memang wanita (muslim) tidak boleh menjadi presiden karena katanya
>>tidak becus, atau apapun alasannya, berarti jelas ada diskriminasi gender,
>>dan berarti pula secara tidak langsung mengakui kualitas wanita (muslim)
>>kalah dengan perempuan-perempuan di negara-negara non-muslim. Bagaimana
>>ini? Ada yang bisa jelaskan? Pak Abdullah Hasan di Kuli-Tinta, mungkin?
>>
>>Daniel H.T.
>>
>>
>>
>>______________________________________________________________________
>>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>_______________________________________________________________
>Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!