Kalau anda sendiri sudah mengatakan jelas bahwa orang yang berbeda agama
tidak bisa menjadi pemimpin ritual suatu agama tertentu, tentunya Allah
sudah tidak perlu lagi mengeluarkan perintah semacam itu. Tanpa
diperintah pun orang sudah berpikir bahwa itu tidak mungkin khan ?
Jadi kemungkinannya hanya satu, ya pemimpin negara itu.


> -----Original Message-----
> From: Phantom Stranger [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, June 10, 1999 10:27 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: [Kuli Tinta] Sudah Saatnya Kita Berbicara Kualitas
> dan BukanHanyaKuantitas  
> 
> From: Abdur Rahim <[EMAIL PROTECTED]>
> > Al Maidah :51
> > "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
> Yahudi
> > dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah
> > pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu
> mengambil
> > mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk
> golongan
> > mereka."
> > [Masih banyak ayat lain, namun satu ayat di atas cukup mewakili]
> --------------------------------------------------------------------
> apa yang dimaksud dengan pemimpin disini?
> apakah pemimpin agama, ataukah pemimpin negara?
> kalo pemimpin agama ya jelas lah, ritualnya aja beda dll..
>  
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke