That's right..
Cuma sayangnya ada orang yang lebih mengutamakan simbol-simbol daripada
menjalankan substansi ajaran agamanya. Penekanan pada simbol itulah yang
melahirkan fanatisme sempit dan bahkan peperangan. Ingat: tidak ada konflik
yang lebih kejam dan lebih biadab daripada konflik karena agama.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: Ita & Felix <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 15 Juni 1999 21:16
Subject: Re: [Kuli Tinta] Sudah Saatnya Kita Berbicara Kualitas dan
BukanHanyaKuantitas
Bila pemeluk Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha mau menjalankan
ajaran agama masing2 dengan baik, saya kira tidak akan ada masalah dalam
perbedaan agama.
-----Original Message-----
From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta List <[EMAIL PROTECTED]>
Date: martes, 15 de junio de 1999 16:09
Subject: Re: [Kuli Tinta] Sudah Saatnya Kita Berbicara Kualitas dan
BukanHanyaKuantitas
>Ya..., kita bisa berbeda. Seperti juga banyak sekali sahabat saya yang
>pemeluk Islam yang taat tapi mampu menarik esensi dari kehidupan beragama.
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!