Bung Martin,
dalam agama Islam orang juga tidak bisa dengan sendirinya dikatakan
beriman sebelum diuji. Dan ujian itu di antaranya adalah berupa
perintah-perintah dan larangan-larangan yang terdapat dalam Qur'an dan
Hadits. Semakin tinggi kualitas seseorang dalam menjalankan
perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, orang itu
dikatakan semakin bertakwa, dan yang paling bertakwa memperoleh tempat
yang paling tinggi di sisi Allah. Jadi orang Islam yang beriman tidak
bisa asal saja "berbuat baik" sekehendaknya tanpa melihat
petunjuk-petunjuk dalam Qur'an. Misalnya, seseorang yang suka menolong,
setiap hari berbuat baik, tapi bila tidak pernah melaksanakan sholat 5
waktu, maka sia-sialah semua amalannya. Seperti debu di atas batu yang
tersiram air hujan. Habis, bersih.
Memilih pemimpin juga merupakan salah satu hal yang diatur dengan jelas
dalam Qur'an. Bukan cuma satu ayat Allah telah menegaskan hal itu.
Karena itu sebagai umat beragama yang baik, marilah kita saling
menghormati prinsip masing-masing. Anda dengan prinsip Anda, saya dengan
prinsip saya. Kalau Anda berprinsip tidak membedakan pemimpin
berdasarkan agama, silakan. Tapi bagi umat Islam, dosa hukumnya bila
memilih pemimpin dari selain Islam dengan meninggalkan orang-orang
muslim. Saya harap Anda juga menghargai prinsip itu.
O ya, sepertinya kita tidak akan mungkin berada pada kondisi yang
memaksa kita hanya memilih satu di antara dua orang dengan kriteria
seperti yang anda sebutkan pada alinea terakhir. Penduduk Indonesia ini
masih "sak jagat" kok.
> -----Original Message-----
> From: Martin Manurung [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, June 11, 1999 5:40 PM
> To: Kuli Tinta List
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Sudah Saatnya Kita Berbicara Kualitas
> dan BukanHanyaKuantitas
>
> Saya rasa Tuhan cukup bijaksana untuk tidak membeda-bedakan agama
> orang lain
> untuk menjadi pemimpin negara. Dalam agama saya, pernah dikatakan,
> "Tidak
> semua orang yang memanggil aku: 'Tuhan, Tuhan!' akan masuk ke dalam
> Kerajaan
> Sorga. Hanya mereka yang mengerjakan kehendak BapaKu di Sorga lah yang
> akan
> masuk ke dalam Kerajaan Sorga". Jadi, yang terpenting dari keagamaan
> kita
> adalah: BERBUAT BAIK.
>
> Kalau saya dihadapkan pada DUA pilihan; (1) Seorang calon pemimpin
> seagama
> dengan saya, tapi tidak berperilaku yang baik dan (2) Seorang calon
> pemimpin
> yang tidak seagama dengan saya, tapi berperilaku dengan baik. Maka
> saya akan
> dengan sangat pasti yakin memilih pemimpin yang tidak seagama dengan
> saya
> itu. Dan saya yakin, Tuhan juga pasti menyetujui pilihan saya itu.
>
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
> Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
> -----Original Message-----
> From: Eva Kurnia D <[EMAIL PROTECTED]>
> To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 11 Juni 1999 10:46
> Subject: RE: [Kuli Tinta] Sudah Saatnya Kita Berbicara Kualitas dan
> BukanHanyaKuantitas
>
>
> Kalau anda sendiri sudah mengatakan jelas bahwa orang yang berbeda
> agama
> tidak bisa menjadi pemimpin ritual suatu agama tertentu, tentunya
> Allah
> sudah tidak perlu lagi mengeluarkan perintah semacam itu. Tanpa
> diperintah pun orang sudah berpikir bahwa itu tidak mungkin khan ?
> Jadi kemungkinannya hanya satu, ya pemimpin negara itu.
>
>
> > -----Original Message-----
> > From: Phantom Stranger [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: Thursday, June 10, 1999 10:27 AM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] Sudah Saatnya Kita Berbicara Kualitas
> > dan BukanHanyaKuantitas
> >
> > From: Abdur Rahim <[EMAIL PROTECTED]>
> > > Al Maidah :51
> > > "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil
> orang-orang
> > Yahudi
> > > dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka
> adalah
> > > pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu
> > mengambil
> > > mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk
> > golongan
> > > mereka."
> > > [Masih banyak ayat lain, namun satu ayat di atas cukup mewakili]
> > --------------------------------------------------------------------
> > apa yang dimaksud dengan pemimpin disini?
> > apakah pemimpin agama, ataukah pemimpin negara?
> > kalo pemimpin agama ya jelas lah, ritualnya aja beda dll..
> >
> >
> >
> >
> >
> ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!