Salam,
Saya pikir para pelajar hendaknya tetap memakai baju seragam, ada efek
psikologi dalam sistem pendidikan yang akan memberi efek tidak baik jika
pelajar tidak berseragam. karena berseragam juga merupakan suatu bentuk
pendidikan,
Anda pernah lihat ketika di jalan Sudirman seorang anak SMA (pokoknya
seragam putih abu 2x lah,) dengan tenang berjalan ditengah-tengah pada hari
sabtu dengan memainkan dan memutar-mutar goloknya, sementara itu
berpuluh-puluh temannya berjalan perlahan dibelakang sang jagoan dengan
menenteng berbagai senjata tajam dan tongkat. Sementara itu dalam jarak
kurang lebih 300 m didepannya tampak gerombolan pelajar lainnya,.ngeriiii
banget.
Dari berbagai kasus tawuran tampak jelas ketidakpedulian masyarakat
sekitar, mereka menonton saja dengan penuh ketakutan, saya pikir jika
masyarakat dan orang-orang dewasa yang ada disekitar turun tangan melerai
dan menghajar anak-anak bengal itu mereka akan berpikir dua kali untuk
melakukan tindakan yang sama,.
Suatu contoh: Seorang teman didalam bus patas AC dirampok oleh lima orang
pelajar SMA (pokoke putih abu-abu lah) dengan tenang dan aman, anda tahu apa
yang dilakukan oleh penumpang lain ketika teman saya berteriak minta tolong,
mereka diam saja dan melihat dalam tatapan kosong, cuek dan egois. Mereka
itu seakan berkata, selama gue kagak kena rampok, buat ape gue susah
nolongin orang lain)
Jadi, untuk menangkal tawuran dan kejahatan pelajar dan lainnya, kita
sebagai masyarakat harus bersikap peduli terhadap sekitar kita, coba anda
bayangkan jika semua orang dewasa baik itu yang bermobil, diangkutan umum,
yang berdiri dijalan-jalan, ramai-ramai menghajar anak-anak bengal itu, mana
berani mereka melakukan hal tsb. Tapi apa mungkin ya, karena kehidupan
perkotaan sungguh memiliki rasa ke-egoisan yang tinggi,.dan sudah terjangkit
sikap hemangnya ike vikirin,.
Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan rasa kepedulian terhadap orang lain
yang mendapat musibah,
mungkin mulai dari ketika menemui orang yang mobilnya kempes di jalan, orang
menyeberang jalan,
dsb,.
Tapi saya yakin sikap-sikap seperti itu bukanlah hal yang mustahil lah,.
-----Original Message-----
From: Franca A.S. Wenas <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, July 27, 1999 2:05 PM
Subject: [Kuli Tinta] TAWURAN LAGI LAGI TAWURAN
>Cukup, cukuuuuuuuuuuuuuup sudah !. Kok statistiknya cenderung meningkat
>akhir-akhir ini.
>
>Kami mau sedikit sumbang pikiran.
>Kenakalan remaja melalui tawuran itu bisa disebabkan oleh hal-hal yang
>berbau kesetiakawanan, rasa keadilan & rasa sok jagoan tanpa (mau)
>mengerti/memahami permasalahan yang sebenarnya, benar atau tidak.
>Kebenaranyapun diukur menurut otak & emosi mereka. Selain itu juga faktor
>historis yang tidak dapat dihilangkan, sekali sudah bermusuhan, akan tetap
>musuh.
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!