mau coba bagi pendapat untuk mengatasi tawuran :
Kalau kita kaji masalah tawuran adalah masalah klasik namun akhir akhir ini
statistik
nya meningkat pesat yang harus kita cermati yaitu :
- dampak krisis ekonomi yang terjadi yang berdampak pada keluarga
   .. uang jajan berkurang
   .. pertengkaran yang terjadi meningkat antara keluarga(ibu&ayah)
   .. Kurangnya perhatian dari Keluarga
   .. mencari perhatian pada tempat yang salah
   .. dsb dsb,

Keadaan politik yang terjadi ;

   .. sering membaca atau mendengar berita yang menyesatkan dan
membingungkan serta
     membodohi rakyat ,sehingga membuat dirinya semakin pesimis dalam menjalani
     hidup(masa depan bukan tujuan utama)
   .. mencoba menghilangkan persoalan dengan membuat persoalan baru
     (orang Tua di PHK,, etc)
   

menurut saya cara mengatasinya adalah ;

    .. sekolah      :
      .. usahakan tidak ada pelajaran yang lowong harus ada guru pengganti
,serta pela-
         jaran extrakulikuler yang teratur (seminggu 3 atau 4 Xali)

      .. Memberikan hukuman yang berat dimulai dari
Sekolah,Disiplin,Mentaati Peratu-
        ran sekolah,

      .. Rutinitas pengecekan pada tas dan perlengkapan sekolah yang dibawa
         apabila diketemukan benda benda terlarang hukum seberat mungkin
         sebagai pelajaran bagi siswa lainnya .

      .. Guru harus memberi Panutan yangt terpuji,sebagai pelopor
disiplin,bukan hanya
         sekedar tulisan,slogan yang mati .
        (usahakan jangan mengajar sambil merokok,datang lebih awal,mengikuti
peraturan
         yang dibuat bersama tanpa dibedakan antara murid dan guru,)

      .. Memberikan tegora yang keras kepada orang tua murid apabila sekali
lagi  
        diketemukan benda benda terlarang,merusak,berkelahi,menganiaya,langsung
        dikeluarkan dari sekolah,

apabila hal tersebut dijalankan oleh tiap sekolah dengan sungguh
sungguh,maka saya
yakin dan percaya tawuran akan berkurang dengan drastis,
.... untuk masalah baju seragam adalah bukan jawaban ;
karena :
apabila tingkat sekolah banyak pelajaran yang lowong ,extrakulikuler tidak ada,
peraturan hanya selogan,
maka mereka para pelajar akan sering terlihat bergerombol di Mall Mall atau
pusat keramaian,bertemu dengan gerombolan pelajar lain yah akhirnya tawuran
lagi, dan mereka tidak ada yang mau mengalah,mereka kan mempengaruhi teman
satu sekolahnya
untuk bersama tawuran lagi(apabila beberapa kali bertemu maka tanpa baju
seragampun
mereka akan mengenali lawan lawannya .

akhirnya masalah tawuran bukan hanya baju segaram semata ynbg harus dihilangkan
sat kata yang harus di camkan D I S I P L I N .
Orang Tua,
Guru,
Murid,
Petugas Hukum.

sekian,

Mohon Komentarnya .......................................
(kita harus akui jarang sekali terdengar tawuran antara pelajar Sekolah Khatolik
 karena mereka menerapkan disiplin yang ketat dan baik, ada juga beberapa
sekolah
 Islam y6ang Baik, maka persoalan tawuran adalah persoalan kita
semua....................












>Saya pikir para pelajar hendaknya tetap memakai baju seragam, ada efek
>psikologi dalam sistem pendidikan yang akan memberi efek tidak baik jika
>pelajar tidak berseragam. karena berseragam juga merupakan suatu bentuk
>pendidikan,
>
>Anda pernah lihat ketika di jalan Sudirman seorang anak SMA (pokoknya
>seragam putih abu 2x lah,) dengan tenang berjalan ditengah-tengah pada hari
>sabtu dengan memainkan dan memutar-mutar goloknya, sementara itu
>berpuluh-puluh temannya berjalan perlahan dibelakang sang jagoan dengan
>menenteng berbagai senjata tajam dan tongkat. Sementara itu dalam jarak
>kurang lebih 300 m didepannya tampak gerombolan pelajar lainnya,.ngeriiii
>banget.
>
>Dari berbagai kasus tawuran tampak jelas ketidakpedulian  masyarakat
>sekitar, mereka menonton saja dengan penuh ketakutan, saya pikir jika
>masyarakat dan orang-orang dewasa yang ada disekitar turun tangan melerai
>dan menghajar anak-anak bengal itu mereka akan berpikir dua kali untuk
>melakukan tindakan yang sama,.
>
>Suatu contoh: Seorang teman didalam bus patas AC dirampok oleh lima orang
>pelajar SMA (pokoke putih abu-abu lah) dengan tenang dan aman, anda tahu apa
>yang dilakukan oleh penumpang lain ketika teman saya berteriak minta tolong,
>mereka diam saja dan melihat dalam tatapan kosong, cuek dan egois. Mereka
>itu seakan berkata, selama gue kagak kena rampok, buat ape gue susah
>nolongin orang lain)
>
>Jadi, untuk menangkal tawuran dan kejahatan pelajar dan lainnya, kita
>sebagai masyarakat harus bersikap peduli terhadap sekitar kita, coba anda
>bayangkan jika semua orang dewasa baik itu yang bermobil, diangkutan umum,
>yang berdiri dijalan-jalan, ramai-ramai menghajar anak-anak bengal itu, mana
>berani mereka melakukan hal tsb. Tapi apa mungkin ya, karena kehidupan
>perkotaan sungguh memiliki rasa ke-egoisan yang tinggi,.dan sudah terjangkit
>sikap hemangnya ike vikirin,.
>
>Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan rasa kepedulian terhadap orang lain
>yang mendapat musibah,
>mungkin mulai dari ketika menemui orang yang mobilnya kempes di jalan, orang
>menyeberang jalan,
>dsb,.
>
>Tapi saya yakin sikap-sikap seperti itu bukanlah hal yang mustahil lah,.
>-----Original Message-----
>From: Franca A.S. Wenas <[EMAIL PROTECTED]>
>To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>;
>[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tuesday, July 27, 1999 2:05 PM
>Subject: [Kuli Tinta] TAWURAN LAGI LAGI TAWURAN
>
>
>>Cukup, cukuuuuuuuuuuuuuup sudah !. Kok statistiknya cenderung meningkat
>>akhir-akhir ini.
>>
>>Kami mau sedikit sumbang pikiran.
>>Kenakalan remaja melalui tawuran itu bisa disebabkan oleh hal-hal yang
>>berbau kesetiakawanan, rasa keadilan & rasa sok jagoan  tanpa (mau)
>>mengerti/memahami permasalahan yang sebenarnya, benar atau tidak.
>>Kebenaranyapun diukur menurut otak & emosi mereka. Selain itu juga faktor
>>historis yang tidak dapat dihilangkan, sekali sudah bermusuhan, akan tetap
>>musuh.
>>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke