Ada-ada saja Bung Riza ini...:)
Dan.....memang itulah kejadiannya saat ini.

Kita tidak harus saling menyalahkan, yang 
saya pikirkan adalah 'MEREDAM'-nya.
Jangan tunggu sampai ada korban berikutnya.


At 09:04 AM 7/28/99 +0700, riza pahlawan wrote:
>Siapa bilang pihak yang berwenang tidak berhasil meredam, buktinya 
>di koran2 anak-anak yang tawuran di tangkepin lalu OrTu nya dipanggil.
>lalu negosiasi..... (sesuai dengan jabatan babenya) dan keluar lagi 
>lah anak2 tsb dari tangkepan yg berwenang dan anak2 yang tawuran keluar 
>dengan bangganya..... hee... Seterusnya akan berbuat yg sama lagi untuk
>tawuuraaann.
>Nah bagaimana ini???  siapa yang harus disalahkan?? anak-anak tawuran, 
>OrTu atau pihak yang berwenang??? 
>salam.


>Saya melihat jika mereka dg pakaian bebas bertemu di warung tenda, mall
>atau bioskop, mereka tidak akan bertawuran. Aneh bukan ?
>Bayangkan jika mereka memakai seragam "PUTIH ABU ABU"......
>Kalau ada ide yang efektif, kira2 apa lagi. Selama bertahun-tahun,
>pihak yg berwenang terlihat tidak berhasil meredamnya, bukan ?
>
>Salam,
>bRidWaN
>
>At 01:17 PM 7/27/99 +0700, Franca A.S. Wenas wrote:
>>Rekan bRidWaN  :
>>
>>Ide itu pasti baik juga, cuma perlu dicari yang lebih effektif.
>>Penggunaan seragam yang bebas itu menghilangkan ketertiban dalam
>lingkungan
>>sekolah , & juga akan memicu persaingan penampilan sesama siswa. Ini juga
>>bisa menyebabkab siswa akan merasa semakin mudah tawuran karena dapat
>cepat
>>berbaur dengan kerumunan masyarakat.
>>
>>Itu menurut saya,
>>Fw.
>>    Bapak/Ibu dan Rekan-Rekan Yth.
>>
>>    Tawuran telah terjadi sejak beberapa tahun, dan akhir
>>    akhir ini semakin marak saja terjadi di-Jakarta,
>>    dan konon telah memakan korban kurang lebih 20 Pelajar
>>    dan puluhan Pelajar lainnya luka-luka berat dan ringan.
>>
>>    Pihak Pemerintah bukannya tinggal diam dalam menangani
>>    hal ini, bahkan ada Tim Penanggulangan Tawuran segala
>>    yang terdiri dari orang orang pintar dengan gelar
>>    se-abreg. Polisi juga telah melakukan antisipasi,
>>    diantaranya menjaga 25 Simpul Rawan Tawuran dan
>>    belasan Halte Bis tempat seringnya tawuran. Anggaran
>>    konon telah keluar milyaran rupiah. Dan itupun masih
>>    dikeluhkan akan kurangnya/minimnya Biaya Operasi.
>>
>>    Apakah yang telah mereka lakukan itu effektif ??
>>    Program yang mereka jalankan adalah Temu wicara,
>>    Seminar, Rasia senjata tajam dan hal 'klasik' lainnya.
>>
>>    Bersama ini saya ingin menghimbau, dan untuk dapat
>>    diteruskan kepada pihak yang berwenang, agar segera
>>    diambil keputusan :
>>
>>       MEMPERBOLEHKAN PELAJAR TIDAK MEMAKAI SERAGAM !
>>
>>    Saya percaya bahwa hal ini paling tidak akan mengurangi
>>    kemungkinan adanya Tawuran yang lebih parah lagi.
>>    Mereka adalah 'Tunas Bangsa', dan diantara mereka
>>    banyak yang bersaudara, bertetangga.
>>    Tetapi hanya karena masalah kelompok dan kebanggaan
>>    akan sekolah serta turun menurunnya rasa permusuhan
>>    sajalah, yang mengakibatkan adanya Twauran-tawuran ini.
>>
>>    Semoga himbauan ini akan terdengar oleh Pihak yang
>>    berwenang, dan dapat segera ditindak lanjuti.
>>
>>    Jangan menunggu sampai Anak/Adik/Kakak/Saudara/
>>    Tetangga kita akan menjadi korban berikutnya.
>>    Salam,
>>    bRidWaN
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke