Anda benar, masalah hukum sangat penting. Tetapi bagaimana dengan
penerapan Hukum di-negara kita ? Sebelum ini banyak juga siswa
yang diciduk, dihukum untuk kemudian dilepaskan lagi.
Apakah tawuran menjadi reda ? Kelihatannya semakin marak.

Apa yang saya maksudkan hanyalah sederhana saja.
Saya tidak ingin ada Tawuran lagi nanti sore atau besok,
sehingga Adik/Kakak/Saudara/Tetangga kita tidak akan menjadi
korban yang 'mati-konyol'.

Bagimana caranya ?
Ya itu tadi, penghapusan pemakaian seragam. Bisa saja untuk sementara,
sambil menunggu kebijakan baru yang dilahirkan oleh Bapak Menteri,
atau Tokoh Pendidikan, atau oleh Tim Perumusan Penanggulangan masalah
Tawuran yang katanya telah dibentuk beberapa waktu yang lalu, dan telah
menghabiskan dana yang tidak sedikit.

Salam,
bRidWaN 


At 11:35 AM 7/28/99 +0700, Franca A.S. Wenas wrote:
>Apa yang anda katakan boleh jadi ada benarnya, tetapi itu baru atas dasar
>penglihatan saja. Ada sisi lain yang mungkin menyebabkan mereka akur,
>seperti mereka bukan seteru/musuh bebuyutan. 
>
>Pelepasan seragam juga tidak saya yakini sebagai pemecahan yang (relatif)
>langgeng, karena sifat remaja menjadi nakal/garang/bertingkah setelah mereka
>berkelompok, dan menimbulkan konflik setelah mereka bergesekan dengan
>(kelompok) yang lain.
>
>Memang ada faktor lain yang mempengaruhi kelakuan mereka, spt film, perilaku
>ortu & masyarakat (politikus/selebriti/pujaan), maupun pergaulan diantara
>mereka sendiri.
>Tapi langkah penanggulangannya bersifat preventif.
>
>Namun demikian tindakan nyata berupa hukuman tetap sangat penting untuk
>dijalankan.
>Hukuman yang nyata sesuai hukum & budaya kita, transparan disertai publikasi
>yang luas mungkin efektif, sehingga membuat preseden buruk bagi mereka untuk
>melakukan tawuran.
>Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Didunia ini bukan hanya ada
>mereka.
>
>Trim's,
>Fw.
>
>       -----Original Message-----
>       From:   bRidWaN [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>
>       Saya melihat jika mereka dg pakaian bebas bertemu di warung tenda,
>mall
>       atau bioskop, mereka tidak akan bertawuran. Aneh bukan ?
>
>       Bayangkan jika mereka memakai seragam "PUTIH ABU ABU"......
>
>       Kalau ada ide yang efektif, kira2 apa lagi. Selama bertahun-tahun, 
>       pihak yg berwenang terlihat tidak berhasil meredamnya, bukan ?
>
>       Salam,
>       bRidWaN
>
>       At 01:17 PM 7/27/99 +0700, Franca A.S. Wenas wrote:
>       >Rekan bRidWaN  :
>       >
>       >Ide itu pasti baik juga, cuma perlu dicari yang lebih effektif. 
>       >Penggunaan seragam yang bebas itu menghilangkan ketertiban dalam
>lingkungan
>       >sekolah , & juga akan memicu persaingan penampilan sesama siswa.
>Ini juga
>       >bisa menyebabkab siswa akan merasa semakin mudah tawuran karena
>dapat cepat
>       >berbaur dengan kerumunan masyarakat.
>       >
>       >Itu menurut saya,
>       >
>       >
>       >Fw.
>       >
>       
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke