Yang pasti, siapa yang menanam padi akan mendapatkan
beras, dan siapa yang menanam jagung ya akan mendapat
jagung. Engga mungkin sebaliknya, kan ?
Salam,
bRidWaN
At 10:16 AM 8/25/99 JAVT, Yap C. Young wrote:
>Dulu ada buku terkenal : Siapa menabur angin, menuai badai.
>Entah apakah itu relevan dengan deretan fakta belakangan ini.
>
>Yap
>>From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
>>Date: Tue, 24 Aug 1999 02:28:14 -0700 (PDT)
>>
>>--- Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> >
>> > Diam-diam Partai Amanat Nasional (PAN) terancam
>> > perpecahan. Kubu Faisal Basri berhadapan
>> > dengan Kubu AM Fatwa. Hebatnya, tabloid AMANAT
>> > sendiri, corong resmi PAN, yang membuka
>> > kemelut ini. Demikian berita dari Tabloid DETAK
>> > terbaru.
>> >
>>
>>Di posting-postingku yang lalu, perkiraan ini sudah aku 'baca',
>>peluangnya untuk terjadi sangat besar sekali. Yang sudah terbukti
>>adalah Golkar yang berselisih sendiri.
>>
>>Pergulatan politik di kubu-kubu tersebut bergerak sangat cepat, karena
>>memang Sidang Umum MPR tinggal beberapa hari lagi. Kemungkinan pecah
>>dalam waktu dekat sangat tinggi, dibanding untuk bersekutu. Maklum,
>>tingkat saling 'olok' di antara mereka sudah sedemikian dalam melukai
>>masing-masing, sehingga sudah tak cukup waktu untuk menyembuhkannya.
>>
>>Bagaimana pun, kesempatan untuk tampil membela dan menjadikan negeri
>>ini ke arah yang benar sudah jadi obsesi. Itu sebabnya, jika ada
>>gelagat sedikit saja yang agak melenceng, maka kecurigaan pun cepat
>>muncul, yang repotnya sulit untuk dicoba disederhanakan kembali.
>>
>>Melihat sepakterjang orang-orang PAN, setidaknya Faisal Basri masih ada
>>hal-hal tertentu yang cukup bermutu, untuk diajak dalam rombongan
>>mereka yang bisa memperbaiki carut-marut bangsa ini. Kualitas Faisal
>>Basri, yang sudah sangat alergi terhadap Habibie, mana mungkin bisa
>>berendeng bareng dengan AM Fatwa, yang sudah kehilangan harapan itu.
>>Sehingga sudah sangat sulit bagi Faisal Basri, dengan modal
>>intelektualitas yang berkadar tinggi itu, untuk bisa tenteram berada
>>dalam kubu yang patut dipertanyakan itu. Lebih-lebih dengan manuver mas
>>Amien yang bahkan membingungkan orang dalam poros tengah sendiri,
>>seperti yang diutarakan oleh Yusril.
>>
>>Saat ini, yang masih konsisten dengan gerakan awal perjuangan mereka,
>>cuma tinggal PDI Perjuangan, PKB, dan TNI. Selebihnya, selain terlalu
>>kecil sehingga tak perlu masuk hitungan, juga sedang mengalami masalah
>>internalnya yang tak gampang diurai. Golkar, meski kelihatan konsisten,
>>tetapi itu hanya di permukaan saja. Berbagai terpaan skandal, bagi
>>kelompok profesional dan intelektual, jelas memalukan. Lebih-lebih
>>Baramuli, yang kian nekad saja tiap hari itu. Ya, memang, tidak nekad
>>pun, mau pura-pura baik pun, track record yang dimilikinya tak cukup
>>menjadikan paspor untuk berperahu bersama di era pemerintahan baru
>>nanti. Nekadnya, yang semakin tidak karuan dan memuakkan, buntutnya
>>akan membawa musibah terpecahnya partai ini.
>>
>>Bututnya Habibie di mata rakyat, setidaknya menjadikan partai Golkar
>>sudah sulit untuk tetap konsisten membela Habibie. Saat SU nanti, saya
>>punya keyakinan, akan banyak yang membelot. Ketika semua sudah melihat
>>kasus bank Bali sebagai sebuah skandal yang sangat memalukan Habibie,
>>tiba-tiba mas Amien tampil dengan 'guyonan' soal Lippo, yang sangat
>>mudah untuk ditafsirkan sebagai order dari Habibie untuk membelokkan
>>perhatian. Kalau ada apa-apa di PAN, boleh jadi ini salah satu
>>penyebabnya.
>>
>>Bukan mau mendahului, sebentar lagi akan ada partai lain yang menyusul.
>>dan itu pasti bukan PDI Perjuangan serta PKB.
>>
>>Gigih
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!