Ah..... bisa Bung, sangat bisa....

Apa yang ditanam dan apa yang dipanen oleh Baramuli?
Salah satu panenan itu adalah Bintang Maha Putra bukan? Nah apa yang ditanam
oleh beliau untuk memperoleh panenan itu?

Di jaman yang tidak karuan ini, orang tidak harus menanam kebajikan untuk
bisa memanen gelar terhormat. Lihat pula siapa yang duduk di anggota DPA.
Juga keppres 150 juta ditenah gelombang PHK itu. Bagaimana rakyat tidak
bingung melihat fakta dimana nalar normal sudah tidak mungkin digunakan
lagi.

Pertanyaannya adalah: apakah akan dilanjutkan?


----- Original Message -----
From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 25 August 1999 10:51
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: PAN Pecah




Yang pasti, siapa yang menanam padi akan mendapatkan
beras, dan siapa yang menanam jagung ya akan mendapat
jagung. Engga mungkin sebaliknya, kan ?


Salam,
bRidWaN

At 10:16 AM 8/25/99 JAVT, Yap C. Young wrote:
>Dulu ada buku terkenal : Siapa menabur angin, menuai badai.
>Entah apakah itu relevan dengan deretan fakta belakangan ini.
>
>Yap

>>From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
>>Date: Tue, 24 Aug 1999 02:28:14 -0700 (PDT)
>>
>>--- Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> >
>> > Diam-diam Partai Amanat Nasional (PAN) terancam
>> > perpecahan.  Kubu Faisal Basri berhadapan
>> > dengan Kubu AM Fatwa.  Hebatnya, tabloid AMANAT
>> > sendiri, corong resmi PAN, yang membuka
>> > kemelut ini.  Demikian berita dari Tabloid DETAK
>> > terbaru.
>> >
>>
>>Di posting-postingku yang lalu, perkiraan ini sudah aku 'baca',
>>peluangnya untuk terjadi sangat besar sekali. Yang sudah terbukti
>>adalah Golkar yang berselisih sendiri.
>>
>>Pergulatan politik di kubu-kubu tersebut bergerak sangat cepat, karena
>>memang Sidang Umum MPR tinggal beberapa hari lagi. Kemungkinan pecah
>>dalam waktu dekat sangat tinggi, dibanding untuk bersekutu. Maklum,
>>tingkat saling 'olok' di antara mereka sudah sedemikian dalam melukai
>>masing-masing, sehingga sudah tak cukup waktu untuk menyembuhkannya.
>>
>>Bagaimana pun, kesempatan untuk tampil membela dan menjadikan negeri
>>ini ke arah yang benar sudah jadi obsesi. Itu sebabnya, jika ada
>>gelagat sedikit saja yang agak melenceng, maka kecurigaan pun cepat
>>muncul, yang repotnya sulit untuk dicoba disederhanakan kembali.
>>
>>Melihat sepakterjang orang-orang PAN, setidaknya Faisal Basri masih ada
>>hal-hal tertentu yang cukup bermutu, untuk diajak dalam rombongan
>>mereka yang bisa memperbaiki carut-marut bangsa ini. Kualitas Faisal
>>Basri, yang sudah sangat alergi terhadap Habibie, mana mungkin bisa
>>berendeng bareng dengan AM Fatwa, yang sudah kehilangan harapan itu.
>>Sehingga sudah sangat sulit bagi Faisal Basri, dengan modal
>>intelektualitas yang berkadar tinggi itu, untuk bisa tenteram berada
>>dalam kubu yang patut dipertanyakan itu. Lebih-lebih dengan manuver mas
>>Amien yang bahkan membingungkan orang dalam poros tengah sendiri,
>>seperti yang diutarakan oleh Yusril.
>>
>>Saat ini, yang masih konsisten dengan gerakan awal perjuangan mereka,
>>cuma tinggal PDI Perjuangan, PKB, dan TNI. Selebihnya, selain terlalu
>>kecil sehingga tak perlu masuk hitungan, juga sedang mengalami masalah
>>internalnya yang tak gampang diurai. Golkar, meski kelihatan konsisten,
>>tetapi itu hanya di permukaan saja. Berbagai terpaan skandal, bagi
>>kelompok profesional dan intelektual, jelas memalukan. Lebih-lebih
>>Baramuli, yang kian nekad saja tiap hari itu. Ya, memang, tidak nekad
>>pun, mau pura-pura baik pun, track record yang dimilikinya tak cukup
>>menjadikan paspor untuk berperahu bersama di era pemerintahan baru
>>nanti. Nekadnya, yang semakin tidak karuan dan memuakkan, buntutnya
>>akan membawa musibah terpecahnya partai ini.
>>
>>Bututnya Habibie di mata rakyat, setidaknya menjadikan partai Golkar
>>sudah sulit untuk tetap konsisten membela Habibie. Saat SU nanti, saya
>>punya keyakinan, akan banyak yang membelot. Ketika semua sudah melihat
>>kasus bank Bali sebagai sebuah skandal yang sangat memalukan Habibie,
>>tiba-tiba mas Amien tampil dengan 'guyonan' soal Lippo, yang sangat
>>mudah untuk ditafsirkan sebagai order dari Habibie untuk membelokkan
>>perhatian. Kalau ada apa-apa di PAN, boleh jadi ini salah satu
>>penyebabnya.
>>
>>Bukan mau mendahului, sebentar lagi akan ada partai lain yang menyusul.
>>dan itu pasti bukan PDI Perjuangan serta PKB.
>>
>>Gigih













______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke