Tapi ada tuh yang buah semangka berdaun sirih ... ha ha haa
>From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED]
>CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: PAN Pecah
>Date: Wed, 25 Aug 1999 10:51:42 +0700
>
>
>
>Yang pasti, siapa yang menanam padi akan mendapatkan
>beras, dan siapa yang menanam jagung ya akan mendapat
>jagung. Engga mungkin sebaliknya, kan ?
>
>
>Salam,
>bRidWaN
>
>At 10:16 AM 8/25/99 JAVT, Yap C. Young wrote:
> >Dulu ada buku terkenal : Siapa menabur angin, menuai badai.
> >Entah apakah itu relevan dengan deretan fakta belakangan ini.
> >
> >Yap
>
> >>From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
> >>Date: Tue, 24 Aug 1999 02:28:14 -0700 (PDT)
> >>
> >>--- Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >> >
> >> > Diam-diam Partai Amanat Nasional (PAN) terancam
> >> > perpecahan. Kubu Faisal Basri berhadapan
> >> > dengan Kubu AM Fatwa. Hebatnya, tabloid AMANAT
> >> > sendiri, corong resmi PAN, yang membuka
> >> > kemelut ini. Demikian berita dari Tabloid DETAK
> >> > terbaru.
> >> >
> >>
> >>Di posting-postingku yang lalu, perkiraan ini sudah aku 'baca',
> >>peluangnya untuk terjadi sangat besar sekali. Yang sudah terbukti
> >>adalah Golkar yang berselisih sendiri.
> >>
> >>Pergulatan politik di kubu-kubu tersebut bergerak sangat cepat, karena
> >>memang Sidang Umum MPR tinggal beberapa hari lagi. Kemungkinan pecah
> >>dalam waktu dekat sangat tinggi, dibanding untuk bersekutu. Maklum,
> >>tingkat saling 'olok' di antara mereka sudah sedemikian dalam melukai
> >>masing-masing, sehingga sudah tak cukup waktu untuk menyembuhkannya.
> >>
> >>Bagaimana pun, kesempatan untuk tampil membela dan menjadikan negeri
> >>ini ke arah yang benar sudah jadi obsesi. Itu sebabnya, jika ada
> >>gelagat sedikit saja yang agak melenceng, maka kecurigaan pun cepat
> >>muncul, yang repotnya sulit untuk dicoba disederhanakan kembali.
> >>
> >>Melihat sepakterjang orang-orang PAN, setidaknya Faisal Basri masih ada
> >>hal-hal tertentu yang cukup bermutu, untuk diajak dalam rombongan
> >>mereka yang bisa memperbaiki carut-marut bangsa ini. Kualitas Faisal
> >>Basri, yang sudah sangat alergi terhadap Habibie, mana mungkin bisa
> >>berendeng bareng dengan AM Fatwa, yang sudah kehilangan harapan itu.
> >>Sehingga sudah sangat sulit bagi Faisal Basri, dengan modal
> >>intelektualitas yang berkadar tinggi itu, untuk bisa tenteram berada
> >>dalam kubu yang patut dipertanyakan itu. Lebih-lebih dengan manuver mas
> >>Amien yang bahkan membingungkan orang dalam poros tengah sendiri,
> >>seperti yang diutarakan oleh Yusril.
> >>
> >>Saat ini, yang masih konsisten dengan gerakan awal perjuangan mereka,
> >>cuma tinggal PDI Perjuangan, PKB, dan TNI. Selebihnya, selain terlalu
> >>kecil sehingga tak perlu masuk hitungan, juga sedang mengalami masalah
> >>internalnya yang tak gampang diurai. Golkar, meski kelihatan konsisten,
> >>tetapi itu hanya di permukaan saja. Berbagai terpaan skandal, bagi
> >>kelompok profesional dan intelektual, jelas memalukan. Lebih-lebih
> >>Baramuli, yang kian nekad saja tiap hari itu. Ya, memang, tidak nekad
> >>pun, mau pura-pura baik pun, track record yang dimilikinya tak cukup
> >>menjadikan paspor untuk berperahu bersama di era pemerintahan baru
> >>nanti. Nekadnya, yang semakin tidak karuan dan memuakkan, buntutnya
> >>akan membawa musibah terpecahnya partai ini.
> >>
> >>Bututnya Habibie di mata rakyat, setidaknya menjadikan partai Golkar
> >>sudah sulit untuk tetap konsisten membela Habibie. Saat SU nanti, saya
> >>punya keyakinan, akan banyak yang membelot. Ketika semua sudah melihat
> >>kasus bank Bali sebagai sebuah skandal yang sangat memalukan Habibie,
> >>tiba-tiba mas Amien tampil dengan 'guyonan' soal Lippo, yang sangat
> >>mudah untuk ditafsirkan sebagai order dari Habibie untuk membelokkan
> >>perhatian. Kalau ada apa-apa di PAN, boleh jadi ini salah satu
> >>penyebabnya.
> >>
> >>Bukan mau mendahului, sebentar lagi akan ada partai lain yang menyusul.
> >>dan itu pasti bukan PDI Perjuangan serta PKB.
> >>
> >>Gigih
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan
>mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!